alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Rapat Paripurna Diundur

MASA tenang pemilu berdampak pada kegiatan DPRD Lamongan. Kemarin (15/4), para wakil rakyat itu batal menggelar rapat paripurna. Agenda pembahasan delapan rancangan peraturan daerah (raperda) harus diundur dua minggu.

‘’Terpaksa harus mundur dari jadwal semula,’’ tutur Sekretaris DPRD (Sekwan), Aris Wibawa, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Pertimbangannya, lanjut dia, rapat berbarengan dengan masa tenang pemilu. Pembahasan raperda dinilai kurang maksimal bila tetap dilaksanakan. ‘’Kita tunda agar rapat paripurna terakhir nanti bisa lebih optimal,’’ ujar Aris saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menjelaskan, sebelum rapat paripurna (29/4), bakal ada hearing delapan usulan raperda (22/4). ‘’Kita undur selama dua minggu, karena minggu depan dijadwalkan hearing,’’ jelas Aris.

Baca Juga :  Disepakati, Ubah Nama Komisi

Seperti diberitakan, ada empat raperda inisiatif DPRD. Yakni, penyelenggaraan kearsipan, kabupaten layak anak, BUMDes, dan retribusi pemakaian kekayaan daerah. Selain itu, ada empat usulan raperda dari pemkab setempat. Yakni, PDAM, PD Aneka Usaha Lamongan Jaya, PD BPR BDL, dan PD Pasar.

DPRD harus merampungkan sejumlah pekerjaan sebelum pelantikan anggota DPRD hasil pemilu tahun ini, Agustus mendatang. Salah satunya, memercepat perhitungan APBD. Pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) juga dipastikan maju.

Tahun sebelumnya, realisasi PAK September. Tahun ini, menurut Aris, bakal dituntaskan Juli mendatang. Sehingga evaluasi dari gubernur Jatim bisa lebih cepat. 

‘’Agustus diharapkan PAK sudah turun. Sehingga pada masa alih jabatan DPR yang dilaksanakan bulan Agustus, nantinya sudah klir semua agendanya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pendistribusian Logistik Baru 60 Persen

MASA tenang pemilu berdampak pada kegiatan DPRD Lamongan. Kemarin (15/4), para wakil rakyat itu batal menggelar rapat paripurna. Agenda pembahasan delapan rancangan peraturan daerah (raperda) harus diundur dua minggu.

‘’Terpaksa harus mundur dari jadwal semula,’’ tutur Sekretaris DPRD (Sekwan), Aris Wibawa, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Pertimbangannya, lanjut dia, rapat berbarengan dengan masa tenang pemilu. Pembahasan raperda dinilai kurang maksimal bila tetap dilaksanakan. ‘’Kita tunda agar rapat paripurna terakhir nanti bisa lebih optimal,’’ ujar Aris saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menjelaskan, sebelum rapat paripurna (29/4), bakal ada hearing delapan usulan raperda (22/4). ‘’Kita undur selama dua minggu, karena minggu depan dijadwalkan hearing,’’ jelas Aris.

Baca Juga :  Lamongan Zona Merah, Perketat PPKM

Seperti diberitakan, ada empat raperda inisiatif DPRD. Yakni, penyelenggaraan kearsipan, kabupaten layak anak, BUMDes, dan retribusi pemakaian kekayaan daerah. Selain itu, ada empat usulan raperda dari pemkab setempat. Yakni, PDAM, PD Aneka Usaha Lamongan Jaya, PD BPR BDL, dan PD Pasar.

DPRD harus merampungkan sejumlah pekerjaan sebelum pelantikan anggota DPRD hasil pemilu tahun ini, Agustus mendatang. Salah satunya, memercepat perhitungan APBD. Pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) juga dipastikan maju.

Tahun sebelumnya, realisasi PAK September. Tahun ini, menurut Aris, bakal dituntaskan Juli mendatang. Sehingga evaluasi dari gubernur Jatim bisa lebih cepat. 

‘’Agustus diharapkan PAK sudah turun. Sehingga pada masa alih jabatan DPR yang dilaksanakan bulan Agustus, nantinya sudah klir semua agendanya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro Gelar Tiga Rapat Paripurna

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/