alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Awas Manuver Linmas

BOJONEGORO – Tugas dan kapasitas petugas perlindungan masyarakat (linmas) saat pencoblosan besok (17/3) harus sesuai tupoksinya. Sejumlah pihak khawatir, petugas linmas akan menyalahgunakan saat berada di tempat pemungutan suara (TPS).

Karena, petugas linmas punya kewenangan mengawal pemilih dengan keterbatasan dari sisi kesehatan saat di bilik suara. Termasuk orang tua atau usia lanjut (lansia) yang sudah kesulitan untuk menyalurkan pilihannya di bilik suara.

“Sesuai regulasinya (linmas) memang boleh masuk TPS, makanya itu yang harus kita perhatikan,” kata Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Ridlwan Hambali kemarin (15/4).

Dia menuturkan, sesuai regulasinya petugas linmas diberi kewenangan masuk TPS, karena dia bertanggung jawab untuk menciptakan proses pemilu kondusif. Namun, kewaspadaan jika ada oknum menyalahgunakan kewenangan dengan mengarahkan pemilih mencoblos pihak tertentu.

Baca Juga :  Kerusakan Pompa Ditangani Teknisi BBWS

Sehingga, masyarakat juga diminta tetap waspada, terkait adanya potensi pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara. “Mari kita bersama-sama menjaga kesuksesan pemilu,” ujar Ridlwan.

Sementara itu, Komisi Pelilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro memastikan setiap TPS akan dijaga oleh dua personel linmas. Dua petugas itu akan ditempatkan di pintu masuk dan pintu keluar TPS.

Jika pemilih yang mengalami kendala, petugas linmas diperbolehkan membantunya, demi kelancaran proses pemungutan suara. “Linmas boleh masuk ke dalam lokasi TPS,” kata Divisi Teknis dan Penyelenggara Pemilu KPUK Fathur Rohman.

Dia menuturkan, sesuai Peraturan KPU Nomor 03/2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu, setiap TPS terdapat dua linmas. Yaitu di pintu masuk dan pintu keluar TPS.

Nah, jika ada pemilih sudah usia lanjut dan kesulitan menuju bilik suara, tentu petugas linmas boleh membantunya. Namun, tidak boleh masuk mengarahkan pilihan pemilih saat mencoblos. Sebab, tugas utamanya adalah untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Baca Juga :  M. Husni Mubarok, Atlet Binaraga Sumbang Medali Perak Kejurprov

“Kalau sampai masuk TPS, harus ada surat kuasa,” tegasnya.

Linmas, kata dia, bertugas di pintu masuk mengarahkan pemilih untuk membawa KTP elektronik atau surat keterangan (suket) atau kartu keluarga (KK), atau identitas lainnya, sebagai bukti pemilih.

Kemudian petugas di pintu keluar memastikan pemilih menyelupkan jarinya ke dalam tinta sebelum keluar TPS.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, telah menerjunkan 13.492 petugas linmas. Setiap TPS, dua petugas linmas. Juga, diterjunkan di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Sebab, petugas tersebut ikut menjaga ketertiban proses pemilu.

Terkait adanya indikasi linmas yang ikut mengarahkan pemilih dalam TPS, pihaknya memastikan hal itu tidak akan terjadi. Sebab, semua sudah dibekali aturan dan ketentuan selama bertugas.

“Total linmas sekitar 13.000,” jelasnya.

BOJONEGORO – Tugas dan kapasitas petugas perlindungan masyarakat (linmas) saat pencoblosan besok (17/3) harus sesuai tupoksinya. Sejumlah pihak khawatir, petugas linmas akan menyalahgunakan saat berada di tempat pemungutan suara (TPS).

Karena, petugas linmas punya kewenangan mengawal pemilih dengan keterbatasan dari sisi kesehatan saat di bilik suara. Termasuk orang tua atau usia lanjut (lansia) yang sudah kesulitan untuk menyalurkan pilihannya di bilik suara.

“Sesuai regulasinya (linmas) memang boleh masuk TPS, makanya itu yang harus kita perhatikan,” kata Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Ridlwan Hambali kemarin (15/4).

Dia menuturkan, sesuai regulasinya petugas linmas diberi kewenangan masuk TPS, karena dia bertanggung jawab untuk menciptakan proses pemilu kondusif. Namun, kewaspadaan jika ada oknum menyalahgunakan kewenangan dengan mengarahkan pemilih mencoblos pihak tertentu.

Baca Juga :  Temuan Barang Kuno Diimbau Tidak Dijual

Sehingga, masyarakat juga diminta tetap waspada, terkait adanya potensi pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara. “Mari kita bersama-sama menjaga kesuksesan pemilu,” ujar Ridlwan.

Sementara itu, Komisi Pelilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro memastikan setiap TPS akan dijaga oleh dua personel linmas. Dua petugas itu akan ditempatkan di pintu masuk dan pintu keluar TPS.

Jika pemilih yang mengalami kendala, petugas linmas diperbolehkan membantunya, demi kelancaran proses pemungutan suara. “Linmas boleh masuk ke dalam lokasi TPS,” kata Divisi Teknis dan Penyelenggara Pemilu KPUK Fathur Rohman.

Dia menuturkan, sesuai Peraturan KPU Nomor 03/2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu, setiap TPS terdapat dua linmas. Yaitu di pintu masuk dan pintu keluar TPS.

Nah, jika ada pemilih sudah usia lanjut dan kesulitan menuju bilik suara, tentu petugas linmas boleh membantunya. Namun, tidak boleh masuk mengarahkan pilihan pemilih saat mencoblos. Sebab, tugas utamanya adalah untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Baca Juga :  Politik Uang Bisa Gagalkan Hasil Pemilu

“Kalau sampai masuk TPS, harus ada surat kuasa,” tegasnya.

Linmas, kata dia, bertugas di pintu masuk mengarahkan pemilih untuk membawa KTP elektronik atau surat keterangan (suket) atau kartu keluarga (KK), atau identitas lainnya, sebagai bukti pemilih.

Kemudian petugas di pintu keluar memastikan pemilih menyelupkan jarinya ke dalam tinta sebelum keluar TPS.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, telah menerjunkan 13.492 petugas linmas. Setiap TPS, dua petugas linmas. Juga, diterjunkan di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Sebab, petugas tersebut ikut menjaga ketertiban proses pemilu.

Terkait adanya indikasi linmas yang ikut mengarahkan pemilih dalam TPS, pihaknya memastikan hal itu tidak akan terjadi. Sebab, semua sudah dibekali aturan dan ketentuan selama bertugas.

“Total linmas sekitar 13.000,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/