alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Masih Ada Potensi Longsor

BOJONEGORO – Meski intensitas hujan mulai berkurang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengimbau masyarakat pinggir bantaran Bengawan Solo dan anak sungai tetap mewaspadai longsor. Sebab, selama April diperkirakan hujan masih turun dan bisa memicu fl uktuasi debit air sungai. Sehingga, kemungkinan longsor masih bisa terjadi. “April kemungkinan longsor tetap besar,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo minggu (15/4). Menurut Andik, secara umum bantaran sepanjang Bengawan Solo longsor.

Selama bulan ini masih kerap terjadi hujan, meski intensitasnya menurun. Sehingga, berdampak pada kenaikan debit air. Naik turunnya debit air itu bisa memicu terjadinya tergerusnya bantaran. “Kalau April memang masih (ada ancaman longsor, Red). Mei sudah tidak,” ujarnya. Dia mengungkapkan, dari data yang dihimpun, sejumlah kawasan bantaran Bengawan Solo mengalami ambrol/longsor. Di antaranya Kecamatan Padangan, Bojonegoro, dan Baureno.

Baca Juga :  Listrik Nunggak, Hotel GDK Tak Ada Pengunjung

Sedangkan, untuk anak sungai mengalami ambrol tebing, yakni di Kecamatan Ngambon, Ngasem, dan Sukosewu. “Bantaran di sejumlah kecamatan mengalami ambrol dan ini rentan terjadi,” katanya. Menurut dia, April dimungkinkan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi itu akan memicu terjadinya fluktuasi permukaan sungai. Baik Bengawan Solo maupun anak sungai. Sehingga, akan berpengaruh pada pergerakan tanah di bantaran.

Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat yang berada di pinggir bantaran tetap meningkatkan kewaspadaan dan selalu berkoordinasi dengan pihak desa maupun kecamatan terkait kondisi di bantaran. “Harus sering koordinasi dengan pihak desa maupun BPBD,” ujarnya.

BOJONEGORO – Meski intensitas hujan mulai berkurang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengimbau masyarakat pinggir bantaran Bengawan Solo dan anak sungai tetap mewaspadai longsor. Sebab, selama April diperkirakan hujan masih turun dan bisa memicu fl uktuasi debit air sungai. Sehingga, kemungkinan longsor masih bisa terjadi. “April kemungkinan longsor tetap besar,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo minggu (15/4). Menurut Andik, secara umum bantaran sepanjang Bengawan Solo longsor.

Selama bulan ini masih kerap terjadi hujan, meski intensitasnya menurun. Sehingga, berdampak pada kenaikan debit air. Naik turunnya debit air itu bisa memicu terjadinya tergerusnya bantaran. “Kalau April memang masih (ada ancaman longsor, Red). Mei sudah tidak,” ujarnya. Dia mengungkapkan, dari data yang dihimpun, sejumlah kawasan bantaran Bengawan Solo mengalami ambrol/longsor. Di antaranya Kecamatan Padangan, Bojonegoro, dan Baureno.

Baca Juga :  Listrik Nunggak, Hotel GDK Tak Ada Pengunjung

Sedangkan, untuk anak sungai mengalami ambrol tebing, yakni di Kecamatan Ngambon, Ngasem, dan Sukosewu. “Bantaran di sejumlah kecamatan mengalami ambrol dan ini rentan terjadi,” katanya. Menurut dia, April dimungkinkan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi itu akan memicu terjadinya fluktuasi permukaan sungai. Baik Bengawan Solo maupun anak sungai. Sehingga, akan berpengaruh pada pergerakan tanah di bantaran.

Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat yang berada di pinggir bantaran tetap meningkatkan kewaspadaan dan selalu berkoordinasi dengan pihak desa maupun kecamatan terkait kondisi di bantaran. “Harus sering koordinasi dengan pihak desa maupun BPBD,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan


/