alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

GELAR EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR, PECAHKAN REKOR MURI

Dalam rangka memperingati HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke – 46  tahun 2020, DPW PPNI Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Awam Khusus. Kegiatan tersebut digelar serentak di 38 DPD PPNI kabupaten/kota se – Jawa Timur dengan jumlah terbanyak untuk memecahkan rekor MURI. Peringatan HUT PPNI ke – 46  tahun ini mengambil tema “Perawat Hebat, Masyarakat Sehat”.

DPD PPNI Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan Edukasi BHD pada Awam Khusus bertempat di Halaman Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), kemarin (15/3). Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMLA, Drs Budi Utomo, M.Kes, dan Dewan Pembina DPD PPNI Kabupaten Lamongan, Alifin, SKM M.Kes.

Sebanyak 333 Peserta mengikuti kegiatan edukasi itu, terbagi dari 150 peserta dari mahasiswa UMLA, 90 peserta  dari D3 Vokasi UNAIR Lamongan,  serta 93 gabungan jajaran dewan pertimbangan PPNI, Pengurus DPD PPNI, DPK Kabupaten Lamongan dan Panitia.  

Baca Juga :  Kata Gadis ini Berani Tampil Itu Penting

Sebelum melakukan edukasi BHD para peserta diajak melakukan senam gerakan cuci tangan sebagai alat pelindung diri dan untuk membiasakan hidup sehat mencegah Virus Korona.

Selanjutnya, dipimpin perawat terlatih, para instruktur mengambil posisi dan mengecek kesiapan para peserta. Instruktur berdemontrasi dan diikuti oleh ratusan peserta edukasi BHD.

Ketua Panitia peringatan HUT ke – 46 PPNI Lamongan, H. Khaidir, S.Kep Ns mengatakan, kegiatan edukasi BHD perlu diberikan kepada masyarakat. ‘’Sebab, tingkat kecelakaan di Indonesia cukup tinggi, khususnya di Jawa Timur,’’ ujarnya. 

Lebih lanjut pria yang juga Sekretaris DPD PPNI Lamongan itu menjelaskan, tingginya tingkat kecelakaan itu harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama yang benar dan tepat. Masyarakat, khususnya masyarakat awam yang lebih sering menemui kasus kecelakaan, diharapkan memiliki kemampunan dalam melakukan pertolongan pertama. 

Baca Juga :  Seribu Lebih Bangku SMP Negeri Kosong

Dia menjelaskan, edukasi BHD bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat awam, bagaimana penanganan yang tepat, bagaimana menolong sesuai cara medis, serta mendidik masyarakat dalam menyelamatkan nyawa korban, sehingga mencegah kecacatan yang lebih parah, mengurangi penderitaan dan menstabilkan kondisi korban sebelum mendapatkan pelayanan yang memadai. ‘’Jika pertolongan pertama tidak tepat dan terlambat, maka akan meningkatkan resiko kesakitan dan kematian,’’ jelasnya.

Khaidir berpesan, agar masyarakat lamongan dapat secara mandiri untuk menolong pasien kecelakaan dengan edukasi BHD. Selain itu, masyarakat Lamongan juga diminta tidak boleh takut dengan adanya Virus Korona, karena sudah dibekali alat pelindung diri dengan membiasakan cuci tangan sebelum beraktifitas. ‘’Semoga Lamongan bebas Korona,’’ tuturnya.

Dalam rangka memperingati HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke – 46  tahun 2020, DPW PPNI Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Awam Khusus. Kegiatan tersebut digelar serentak di 38 DPD PPNI kabupaten/kota se – Jawa Timur dengan jumlah terbanyak untuk memecahkan rekor MURI. Peringatan HUT PPNI ke – 46  tahun ini mengambil tema “Perawat Hebat, Masyarakat Sehat”.

DPD PPNI Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan Edukasi BHD pada Awam Khusus bertempat di Halaman Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), kemarin (15/3). Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMLA, Drs Budi Utomo, M.Kes, dan Dewan Pembina DPD PPNI Kabupaten Lamongan, Alifin, SKM M.Kes.

Sebanyak 333 Peserta mengikuti kegiatan edukasi itu, terbagi dari 150 peserta dari mahasiswa UMLA, 90 peserta  dari D3 Vokasi UNAIR Lamongan,  serta 93 gabungan jajaran dewan pertimbangan PPNI, Pengurus DPD PPNI, DPK Kabupaten Lamongan dan Panitia.  

Baca Juga :  Opening Ceremony Penuh Kejutan

Sebelum melakukan edukasi BHD para peserta diajak melakukan senam gerakan cuci tangan sebagai alat pelindung diri dan untuk membiasakan hidup sehat mencegah Virus Korona.

Selanjutnya, dipimpin perawat terlatih, para instruktur mengambil posisi dan mengecek kesiapan para peserta. Instruktur berdemontrasi dan diikuti oleh ratusan peserta edukasi BHD.

Ketua Panitia peringatan HUT ke – 46 PPNI Lamongan, H. Khaidir, S.Kep Ns mengatakan, kegiatan edukasi BHD perlu diberikan kepada masyarakat. ‘’Sebab, tingkat kecelakaan di Indonesia cukup tinggi, khususnya di Jawa Timur,’’ ujarnya. 

Lebih lanjut pria yang juga Sekretaris DPD PPNI Lamongan itu menjelaskan, tingginya tingkat kecelakaan itu harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama yang benar dan tepat. Masyarakat, khususnya masyarakat awam yang lebih sering menemui kasus kecelakaan, diharapkan memiliki kemampunan dalam melakukan pertolongan pertama. 

Baca Juga :  Seribu Lebih Bangku SMP Negeri Kosong

Dia menjelaskan, edukasi BHD bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat awam, bagaimana penanganan yang tepat, bagaimana menolong sesuai cara medis, serta mendidik masyarakat dalam menyelamatkan nyawa korban, sehingga mencegah kecacatan yang lebih parah, mengurangi penderitaan dan menstabilkan kondisi korban sebelum mendapatkan pelayanan yang memadai. ‘’Jika pertolongan pertama tidak tepat dan terlambat, maka akan meningkatkan resiko kesakitan dan kematian,’’ jelasnya.

Khaidir berpesan, agar masyarakat lamongan dapat secara mandiri untuk menolong pasien kecelakaan dengan edukasi BHD. Selain itu, masyarakat Lamongan juga diminta tidak boleh takut dengan adanya Virus Korona, karena sudah dibekali alat pelindung diri dengan membiasakan cuci tangan sebelum beraktifitas. ‘’Semoga Lamongan bebas Korona,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/