alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Kades Maju Lagi, Cukup Cuti

BOJONEGORO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 bakal dilaksanakan 26 Juni mendatang. Penetapan tanggal sudah diteken dalam keputusan bupati. Tentu, bagi kepala desa (kades) masa jabatannya berakhir setelah pelaksanaan pilkades serentak, dan menyatakan mencalonkan lagi tak perlu mengundurkan diri.

Sebaliknya hanya mengajukan cuti. Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13/2015 tentang Kades. “Jika maju lagi, tak perlu mundur. Cukup mengajukan cuti,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro Faisol Ahmadi kemarin (15/3).

Menurut dia, sesuai data dikantongi DPMD, tahun ini pilkades serentak berlangsung di 156 desa di 24 kecamatan. Dari jumlah itu, sebagian desa sudah terjadi kekosongan kades. Pemerintah desa (pemdes) yang terjadi kekosongan kades, diisi oleh penjabat (Pj).

Baca Juga :  Gedung Pusdiklat Belum Difungsikan

Kekosongan itu akan dijabat kepala desa definitif, setelah terpilih kades hasil pilkades serentak. Namun, sebagian masa jabatan kades berakhir setelah pilkades. Tentu, kades tersebut boleh mendaftarkan sebagai calon kades. Tapi syaratnya harus mengajukan cuti. “Cuti saja. Tak perlu mundur,” tegasnya.

Tahapan pilkades serentak, kata Faisol, sebagian desa sudah membentuk panitia pilkades. Karena, untuk pelaksanaannya menyisakan sekitar 4 bulan terhitung dari sekarang. Padahal, sesuai regulasinya, 6 bulan masa jabatan kades berakhir.

Badan perwakilan desa (BPD) harus memberikan informasi kepada kades terkait berakhirnya masa jabatan. Kemudian ditindaklanjuti pembentukan panitia pilkades. Sesuai regulasinya, syarat pilkades tidak harus bebas narkoba. Namun hanya surat keterangan sehat. Sebaliknya, syarat  BPD harus bebas narkoba.

Baca Juga :  Butuh Tenaga Pendamping

BOJONEGORO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 bakal dilaksanakan 26 Juni mendatang. Penetapan tanggal sudah diteken dalam keputusan bupati. Tentu, bagi kepala desa (kades) masa jabatannya berakhir setelah pelaksanaan pilkades serentak, dan menyatakan mencalonkan lagi tak perlu mengundurkan diri.

Sebaliknya hanya mengajukan cuti. Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13/2015 tentang Kades. “Jika maju lagi, tak perlu mundur. Cukup mengajukan cuti,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro Faisol Ahmadi kemarin (15/3).

Menurut dia, sesuai data dikantongi DPMD, tahun ini pilkades serentak berlangsung di 156 desa di 24 kecamatan. Dari jumlah itu, sebagian desa sudah terjadi kekosongan kades. Pemerintah desa (pemdes) yang terjadi kekosongan kades, diisi oleh penjabat (Pj).

Baca Juga :  Diberi Julukan The Eleven, Berbahan Baku Limbah

Kekosongan itu akan dijabat kepala desa definitif, setelah terpilih kades hasil pilkades serentak. Namun, sebagian masa jabatan kades berakhir setelah pilkades. Tentu, kades tersebut boleh mendaftarkan sebagai calon kades. Tapi syaratnya harus mengajukan cuti. “Cuti saja. Tak perlu mundur,” tegasnya.

Tahapan pilkades serentak, kata Faisol, sebagian desa sudah membentuk panitia pilkades. Karena, untuk pelaksanaannya menyisakan sekitar 4 bulan terhitung dari sekarang. Padahal, sesuai regulasinya, 6 bulan masa jabatan kades berakhir.

Badan perwakilan desa (BPD) harus memberikan informasi kepada kades terkait berakhirnya masa jabatan. Kemudian ditindaklanjuti pembentukan panitia pilkades. Sesuai regulasinya, syarat pilkades tidak harus bebas narkoba. Namun hanya surat keterangan sehat. Sebaliknya, syarat  BPD harus bebas narkoba.

Baca Juga :  Desa hingga OPD di Bojonegoro Bersiap Pelaporan Elektronik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/