alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Jebol Diterjang Banjir, Akibatnya Siswa Naiki Jembatan Darurat

BOJONEGORO – Kondisi jembatan di Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo sangat memprihatinkan. Sejak tiga hari yang lalu, jembatan yang menghubungkan Desa Jawik dan Desa Bakalan tersebut putus akibat diterjang banjir sekaligus longsor. Terlihat dari sisi barat jembatan dipasang tangga secara diagonal yang terbuat dari bambu bertumpu pada cor-coran pondasi bekas jembatan yang telah putus.

Jembatan dengan panjang 24 meter dan lebar 4,5 meter tersebut, merupakan akses jalan utama sekitar 300 KK warga Desa Jawik.

Jamari, warga Desa Jawik, RT 10 RW 02, Kecamatan Tambakrejo mengungkapkan bahwa jembatan yang dibangun pada 2012 silam tersebut sebenarnya sudah mengalami kerusakan sejak setahun yang lalu.

Kerusakan tersebut akibat banjir bandang. Namun, belum ada perbaikan. Ketika debit air naik tiap musim hujan, perlahan tanahnya longsor yang mengakibatkan jembatan rusak secara bertahap.

“Sejak tahun lalu rusak, tapi bertahap, puncaknya rusak sekitar tiga hari yang lalu,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT 10 itu.

Dia mengatakan jembatan tersebut bisa memangkas waktu warga apabila ingin beraktivitas, seperti anak-anak sekolah tak perlu mencari jalur yang lebih panjang untuk bersekolah.

Baca Juga :  227 Proyek Selesai Tender

Karena, warga merasa kasihan dengan kondisi anak-anak sekolah yang harus mengambil jalur sejauh 8 kilometer agar bisa sampai di SDN Jawik.

“Kami pun akhirnya buatkan jembatan darurat secara swadaya, kasihan melihat anak-anak kami jarak sekolahnya menjadi jauh akibat rusaknya jembatan,” ujarnya. Bahkan, para warga sudah siap apabila pihak Desa Jawik ingin segera membuat jembatan darurat yang layak dan aman. 

Sementara itu, sekitar 50 siswa SDN Jawik juga harus menantang bahaya ketika melewati jembatan darurat tersebut. Rio, siswa kelas 3 SDN Jawik, pun tak ada rasa takut ketika berangkat dan pulang sekolah melewati jembatan tersebut.

“Tidak, tidak takut, soalnya setiap hari sering lewat” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Roni, siswa kelas 5 SDN Jawik, bahwa tetap bersemangat sekolah walau jembatan yang sering ia lewati sempat tak bisa diakses.

“Nggak apa-apa, yang penting sekarang bisa dilewati bareng teman-teman mas,” tuturnya.

Baca Juga :  Pagu Rehab Stadion Rp 2,6 Miliar

Adapun upaya dari pihak pemerintah Desa Jawik terkait rusaknya jembatan jawik tersebut. Kepala Dusun Jawik Kecamatan Tambakrejo Rahmat Basuki menyampaikan, bahwa telah melaporkan kondisi rusaknya jembatan kepada Dinas PU dan BPBD. 

Dia mengatakan bahwa awalnya kerusakan jembatan pada tahun lalu hanya sisi barat saja, lalu saat banjir bandang beberapa pekan lalu mengakibatkan longsor yang mengakibatkan sisi timur jembatan ikut rusak.

“Rusaknya sisi barat dulu, lalu sisi timur menyusul,” ujarnya. Dia menambahkan pembuatan jembatan darurat ini mendesak, agar aktivitas pendidikan dan ekonomi warga sekitar tidak terganggu.

Sementara, Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegoro Andi Tjandra menyampaikan, bahwa tahun lalu sudah melakukan perbaikan menggunakan dana kedaruratan sebesar Rp 190 juta.

Anggaran itu  untuk menangani kerusakan jembatan di sisi barat. Dinas PU akan mengalokasikan anggaran perbaikan jembatan pada pergeseran tahap 2 pada APBD tahun 2018 sebesar Rp 1 miliar. “Direncanakan mulai bulan depan sudah mulai dikerjakan perbaikan jembatan jawik,” pungkasnya. 

BOJONEGORO – Kondisi jembatan di Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo sangat memprihatinkan. Sejak tiga hari yang lalu, jembatan yang menghubungkan Desa Jawik dan Desa Bakalan tersebut putus akibat diterjang banjir sekaligus longsor. Terlihat dari sisi barat jembatan dipasang tangga secara diagonal yang terbuat dari bambu bertumpu pada cor-coran pondasi bekas jembatan yang telah putus.

Jembatan dengan panjang 24 meter dan lebar 4,5 meter tersebut, merupakan akses jalan utama sekitar 300 KK warga Desa Jawik.

Jamari, warga Desa Jawik, RT 10 RW 02, Kecamatan Tambakrejo mengungkapkan bahwa jembatan yang dibangun pada 2012 silam tersebut sebenarnya sudah mengalami kerusakan sejak setahun yang lalu.

Kerusakan tersebut akibat banjir bandang. Namun, belum ada perbaikan. Ketika debit air naik tiap musim hujan, perlahan tanahnya longsor yang mengakibatkan jembatan rusak secara bertahap.

“Sejak tahun lalu rusak, tapi bertahap, puncaknya rusak sekitar tiga hari yang lalu,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT 10 itu.

Dia mengatakan jembatan tersebut bisa memangkas waktu warga apabila ingin beraktivitas, seperti anak-anak sekolah tak perlu mencari jalur yang lebih panjang untuk bersekolah.

Baca Juga :  Berakhir Masa Pemeliharaan, Terpaksa Perbaiki SendiriĀ 

Karena, warga merasa kasihan dengan kondisi anak-anak sekolah yang harus mengambil jalur sejauh 8 kilometer agar bisa sampai di SDN Jawik.

“Kami pun akhirnya buatkan jembatan darurat secara swadaya, kasihan melihat anak-anak kami jarak sekolahnya menjadi jauh akibat rusaknya jembatan,” ujarnya. Bahkan, para warga sudah siap apabila pihak Desa Jawik ingin segera membuat jembatan darurat yang layak dan aman. 

Sementara itu, sekitar 50 siswa SDN Jawik juga harus menantang bahaya ketika melewati jembatan darurat tersebut. Rio, siswa kelas 3 SDN Jawik, pun tak ada rasa takut ketika berangkat dan pulang sekolah melewati jembatan tersebut.

“Tidak, tidak takut, soalnya setiap hari sering lewat” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Roni, siswa kelas 5 SDN Jawik, bahwa tetap bersemangat sekolah walau jembatan yang sering ia lewati sempat tak bisa diakses.

“Nggak apa-apa, yang penting sekarang bisa dilewati bareng teman-teman mas,” tuturnya.

Baca Juga :  Gadis Ini Makin Mengerti Tentang Bojonegoro

Adapun upaya dari pihak pemerintah Desa Jawik terkait rusaknya jembatan jawik tersebut. Kepala Dusun Jawik Kecamatan Tambakrejo Rahmat Basuki menyampaikan, bahwa telah melaporkan kondisi rusaknya jembatan kepada Dinas PU dan BPBD. 

Dia mengatakan bahwa awalnya kerusakan jembatan pada tahun lalu hanya sisi barat saja, lalu saat banjir bandang beberapa pekan lalu mengakibatkan longsor yang mengakibatkan sisi timur jembatan ikut rusak.

“Rusaknya sisi barat dulu, lalu sisi timur menyusul,” ujarnya. Dia menambahkan pembuatan jembatan darurat ini mendesak, agar aktivitas pendidikan dan ekonomi warga sekitar tidak terganggu.

Sementara, Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegoro Andi Tjandra menyampaikan, bahwa tahun lalu sudah melakukan perbaikan menggunakan dana kedaruratan sebesar Rp 190 juta.

Anggaran itu  untuk menangani kerusakan jembatan di sisi barat. Dinas PU akan mengalokasikan anggaran perbaikan jembatan pada pergeseran tahap 2 pada APBD tahun 2018 sebesar Rp 1 miliar. “Direncanakan mulai bulan depan sudah mulai dikerjakan perbaikan jembatan jawik,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/