alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Diblayer, Mengejar, Malah Dikeroyok 

KEMBANGBAHU – Dani Wahyu Ilahi, 22, menjadi korban pengeroyokan di jalan Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu Rabu malam (14/3). Akibatnya, pemuda desa setempat itu dilarikan ke RSUD Dr Soegiri Lamongan.Dia terluka bagian belakang kepala dan dahi. Juga, luka lecet di bagian tangan dan kedua kaki.

 ‘’Memang benar, ada salah satu pasien bernama Dani. Kini masih menjalani perawatan di ruangan karena kepala bagian belakang terkena benda keras, sehingga dijahit,’’ jelas dr. Aini, kabid Pelayanan Rumah Sakit RSUD Dr Soegiri Lamongan.

Menurut dia, setelah menjalani pemeriksaan di ruang IGD, pasien dibawa ke ruang perawatan.   ‘’Karena luka yang diderita tak sampai parah,’’ imbuhnya. 

Dokter yang menangani sudah melakukan pemeriksaan CT scan. Namun, hasilnya tidak langsung diketahui. ‘’Untuk hasil pemeriksaan CT scan, kemungkinan besok (hari ini, Red) karena tak bisa seketika langsung diketahui hasilnya.

Baca Juga :  Merek Cina Kuasai Pasar Roda Tiga

Sampai saat ini, pasien tidak ada masalah sama sekali,’’ ujarnya.

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Jumbo Qantason, mengatakan, peristiwa itu berawal ketika bersama temannya, Abdul Hadi, 19; Zainuri, 20; dan Obik, 19; bersantai di pertigaan waduk desa setempat sekitar pukul 23.30.

Tak lama kemudian, sekitar sepuluh pemuda mengendarai lima motor datang mendekat. Ketika melintas di depan korban dkk, mereka membleyer gas motor. Selain itu, ada yang mengacungkan kayu dan celurit. 

‘’Adanya bleyer sepeda motor tersebut, korban tak menerima, hingga dilakukan pengejaran,’’ ujar Jumbo.Korban mengejar gerombolan tersebut berboncengan dengan Zainuri.

Namun, gerombolan itu juga memacu kendaraannya. Di tengah perjalanan, korban memutuskan balik arah. Zainuri kemudian diturunkan di dekat pertigaan jalan.

Selanjutnya, korban bergegas menjemput dua temannya. ‘’Korban kembali lagi di tempat semula untuk menyusul dua temannya yang masih di tempat semula. Belum sampai di tempat tersebut, sudah dijroyok,’’ jelas Kasatreskrim.

Baca Juga :  KECERDASAN BUATAN DALAM ERA PENYEMBUHAN BERBASIS ALGORITMA

Aksi pengeroyokan itu dilihat Zainuri dari kejauhan. Melihat temannya dipukuli menggunakan kayu dan keramik, dia berteriak minta tolong.

Teriakan itu membuat para pengeroyok melarikan diri. Akibat pengeroyokan tersebut, korban sempat tidak sadarkan diri. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit.

‘’Sampai saat ini anggota masih belum memintai keterangan terhadap korban karena masih menjalani perawatan lebih lanjut,’’ imbuh Jumbo.

Sementara tiga teman korban sudah dimintai keterangan di Mapolres Lamongan. Namun, mereka mengaku tidak mengenali pelaku pengeroyokan tersebut. Mereka hanya bisa menjelaskan ciri – ciri pelaku. 

‘’Semoga saja nanti saat pemeriksaan korban di rumah sakit ada yang mengetahui, hingga mengenali pelaku pengeroyokan tersebut. Sehingga cepat dilakukan penangkapan,’’ harap Jumbo.

Barang bukti yang diamankan petugas kepolisian di antaranya sebilah celurit, keramik dan kayu yang digunakan memukul korban.

KEMBANGBAHU – Dani Wahyu Ilahi, 22, menjadi korban pengeroyokan di jalan Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu Rabu malam (14/3). Akibatnya, pemuda desa setempat itu dilarikan ke RSUD Dr Soegiri Lamongan.Dia terluka bagian belakang kepala dan dahi. Juga, luka lecet di bagian tangan dan kedua kaki.

 ‘’Memang benar, ada salah satu pasien bernama Dani. Kini masih menjalani perawatan di ruangan karena kepala bagian belakang terkena benda keras, sehingga dijahit,’’ jelas dr. Aini, kabid Pelayanan Rumah Sakit RSUD Dr Soegiri Lamongan.

Menurut dia, setelah menjalani pemeriksaan di ruang IGD, pasien dibawa ke ruang perawatan.   ‘’Karena luka yang diderita tak sampai parah,’’ imbuhnya. 

Dokter yang menangani sudah melakukan pemeriksaan CT scan. Namun, hasilnya tidak langsung diketahui. ‘’Untuk hasil pemeriksaan CT scan, kemungkinan besok (hari ini, Red) karena tak bisa seketika langsung diketahui hasilnya.

Baca Juga :  Seri Melawan Persik, Persela Rugi Besar

Sampai saat ini, pasien tidak ada masalah sama sekali,’’ ujarnya.

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Jumbo Qantason, mengatakan, peristiwa itu berawal ketika bersama temannya, Abdul Hadi, 19; Zainuri, 20; dan Obik, 19; bersantai di pertigaan waduk desa setempat sekitar pukul 23.30.

Tak lama kemudian, sekitar sepuluh pemuda mengendarai lima motor datang mendekat. Ketika melintas di depan korban dkk, mereka membleyer gas motor. Selain itu, ada yang mengacungkan kayu dan celurit. 

‘’Adanya bleyer sepeda motor tersebut, korban tak menerima, hingga dilakukan pengejaran,’’ ujar Jumbo.Korban mengejar gerombolan tersebut berboncengan dengan Zainuri.

Namun, gerombolan itu juga memacu kendaraannya. Di tengah perjalanan, korban memutuskan balik arah. Zainuri kemudian diturunkan di dekat pertigaan jalan.

Selanjutnya, korban bergegas menjemput dua temannya. ‘’Korban kembali lagi di tempat semula untuk menyusul dua temannya yang masih di tempat semula. Belum sampai di tempat tersebut, sudah dijroyok,’’ jelas Kasatreskrim.

Baca Juga :  Gerakkan Kuliner Pinggir Bengawan

Aksi pengeroyokan itu dilihat Zainuri dari kejauhan. Melihat temannya dipukuli menggunakan kayu dan keramik, dia berteriak minta tolong.

Teriakan itu membuat para pengeroyok melarikan diri. Akibat pengeroyokan tersebut, korban sempat tidak sadarkan diri. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit.

‘’Sampai saat ini anggota masih belum memintai keterangan terhadap korban karena masih menjalani perawatan lebih lanjut,’’ imbuh Jumbo.

Sementara tiga teman korban sudah dimintai keterangan di Mapolres Lamongan. Namun, mereka mengaku tidak mengenali pelaku pengeroyokan tersebut. Mereka hanya bisa menjelaskan ciri – ciri pelaku. 

‘’Semoga saja nanti saat pemeriksaan korban di rumah sakit ada yang mengetahui, hingga mengenali pelaku pengeroyokan tersebut. Sehingga cepat dilakukan penangkapan,’’ harap Jumbo.

Barang bukti yang diamankan petugas kepolisian di antaranya sebilah celurit, keramik dan kayu yang digunakan memukul korban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/