alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Bengawan Solo Turun, Bengawan Jero Bisa Naik 

KOTA – Debit air Bengawan Solo di Lamongan menurun ke level siaga kuning kemarin (15/3). Sebelumnya mencapai level siaga merah di semua titik pantau.’’Seluruhnya terpantau siaga kuning,’’ kata Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin kepada Jawa Pos Radar Lamongan. Menurut dia, pantauan pukul 12.00 kemarin (15/3), debit air di titik pantau Babat turun menjadi 7.72 pheilscall (siaga kuning), sedangkan sehari sebelumnya  mencapai 8.24 pheilscall (siaga merah).

Sedangkan di Laren debit air sekitar 5.45 pheilscall (siaga kuning), lebih rendah dari sebelumnya yakni 5.66 pheilscall (siaga merah). Selanjutnya di Karanggeneng dan Kuro juga menurun, tapi levelnya masih tetap siaga kuning disbanding sebelumnya. ‘’Diperkirakan terus turun karena kiriman dari barat (hulu,red) sudah terus berkurang,’’ terangnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Tak Kunjung Ada Tindakan, Warga Tutup Akses Jalan Menuju Tambak Udang

Muslimin mengatakan, penurunan debit air secara drastis itu memberi ketenangan bagi warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di wilayah Lamongan, seperti Babat, Karanggeneng, dan Laren.Meski kawasan DAS Bengawan Solo menurun, lanjut dia, kehawatiran banjir masih terjadi di enam kecamatan di wilayah Bengawan Jero.

Banjir di kawasan itu lebih disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi. Khususnya hujan lokal. Enam kecamatan itu yakni Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, Deket, dan Karanggeneng. ‘’Kita juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk update informasi terbaru, agar bisa diambil tindakan cepat bila terjadi kondisi darurat,’’ pungkasnya.

KOTA – Debit air Bengawan Solo di Lamongan menurun ke level siaga kuning kemarin (15/3). Sebelumnya mencapai level siaga merah di semua titik pantau.’’Seluruhnya terpantau siaga kuning,’’ kata Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin kepada Jawa Pos Radar Lamongan. Menurut dia, pantauan pukul 12.00 kemarin (15/3), debit air di titik pantau Babat turun menjadi 7.72 pheilscall (siaga kuning), sedangkan sehari sebelumnya  mencapai 8.24 pheilscall (siaga merah).

Sedangkan di Laren debit air sekitar 5.45 pheilscall (siaga kuning), lebih rendah dari sebelumnya yakni 5.66 pheilscall (siaga merah). Selanjutnya di Karanggeneng dan Kuro juga menurun, tapi levelnya masih tetap siaga kuning disbanding sebelumnya. ‘’Diperkirakan terus turun karena kiriman dari barat (hulu,red) sudah terus berkurang,’’ terangnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Rumah Pengasapan Ikan Terbakar 

Muslimin mengatakan, penurunan debit air secara drastis itu memberi ketenangan bagi warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di wilayah Lamongan, seperti Babat, Karanggeneng, dan Laren.Meski kawasan DAS Bengawan Solo menurun, lanjut dia, kehawatiran banjir masih terjadi di enam kecamatan di wilayah Bengawan Jero.

Banjir di kawasan itu lebih disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi. Khususnya hujan lokal. Enam kecamatan itu yakni Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, Deket, dan Karanggeneng. ‘’Kita juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk update informasi terbaru, agar bisa diambil tindakan cepat bila terjadi kondisi darurat,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/