alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Setahun, Wira Usaha Baru Tembus 940 Unit

Radar Bojonegoro – Sektor usaha mandiri atau wira usaha baru selama pandemi meningkat drastis. Pada 2020 angkanya menembus 940 pelaku usaha. Jumlah itu tren positif mengingat pada 2019 angka usaha mandiri baru sekitar 333 pelaku.

Data tersebut berdasar informasi pasar kerja (IPK) dari Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro. Diprediksi jumlah pelaku yang membuka usaha mandiri itu karena menipisnya lapangan pekerjaan di lokal maupun luar kota.

Berdasar data IPK tersebut, data penempatan antar kerja lokal (lokal Jawa Timur) pada 2019 penyerapannya sebanyak 3.358 pekerja. Jumlah tersebut menurun drastis pada 2020 yang hanya ada 824 pekerja. Hal sama terjadi pada penyerapan antar kerja antar daerah (antar provinsi).

Baca Juga :  271 Jabatan Bakal Hilang, Mulai Eselon II-A hingga IV-B

Pada 2019 terdata sebanyak 270 pekerja dan pada 2020 hanya 36 pekerja. Namun, pandemi Covid-19 memengaruhi angka keberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) di Bojonegoro. Banyak negara menutup akses para PMI.

Berdasar data Disperinaker, pada 2019 ada 395 orang berangkat kerja ke luar negeri. Sementara tahun lalu hanya 112 pekerja migran berangkat. Turun sebanyak 283 orang. Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Bojonegoro Slamet mengatakan, meluasnya pandemi Covid-19 sekitar akhir Maret tahun lalu menjadi faktor utama turunnya angka pekerja migran berangkat. Karena awal pandemi terjadi penutupan pelayanan pemberangkatan.

‘’Sejak ada Covid-19, berhenti (pemberangkatan pekerja migran) mulai April sampai Agustus,” katanya kemarin (15/2). Menurut dia, sebelum pandemi sudah ada 75 pekerja migran berangkat. Mulai Januari sampai Maret tahun lalu. Setelahnya berhenti dan tidak ada pemberangkatan. Keberangkatan pekerja migran baru kembali berjalan September sampai Desember. ‘’Itu (September sampai Desember) sedikit yang berangkat. Tahun ini berjalan saja baru 8 orang berangkat,” ujar pria sebelumnya bertugas di dinas sosial (dinsos) itu.

Baca Juga :  Pelebaran Jalan Wilayah Barat Harus Sesuai Appraisal

Radar Bojonegoro – Sektor usaha mandiri atau wira usaha baru selama pandemi meningkat drastis. Pada 2020 angkanya menembus 940 pelaku usaha. Jumlah itu tren positif mengingat pada 2019 angka usaha mandiri baru sekitar 333 pelaku.

Data tersebut berdasar informasi pasar kerja (IPK) dari Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro. Diprediksi jumlah pelaku yang membuka usaha mandiri itu karena menipisnya lapangan pekerjaan di lokal maupun luar kota.

Berdasar data IPK tersebut, data penempatan antar kerja lokal (lokal Jawa Timur) pada 2019 penyerapannya sebanyak 3.358 pekerja. Jumlah tersebut menurun drastis pada 2020 yang hanya ada 824 pekerja. Hal sama terjadi pada penyerapan antar kerja antar daerah (antar provinsi).

Baca Juga :  Tekuk Perspa 2-0 tanpa Balas 

Pada 2019 terdata sebanyak 270 pekerja dan pada 2020 hanya 36 pekerja. Namun, pandemi Covid-19 memengaruhi angka keberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) di Bojonegoro. Banyak negara menutup akses para PMI.

Berdasar data Disperinaker, pada 2019 ada 395 orang berangkat kerja ke luar negeri. Sementara tahun lalu hanya 112 pekerja migran berangkat. Turun sebanyak 283 orang. Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Bojonegoro Slamet mengatakan, meluasnya pandemi Covid-19 sekitar akhir Maret tahun lalu menjadi faktor utama turunnya angka pekerja migran berangkat. Karena awal pandemi terjadi penutupan pelayanan pemberangkatan.

‘’Sejak ada Covid-19, berhenti (pemberangkatan pekerja migran) mulai April sampai Agustus,” katanya kemarin (15/2). Menurut dia, sebelum pandemi sudah ada 75 pekerja migran berangkat. Mulai Januari sampai Maret tahun lalu. Setelahnya berhenti dan tidak ada pemberangkatan. Keberangkatan pekerja migran baru kembali berjalan September sampai Desember. ‘’Itu (September sampai Desember) sedikit yang berangkat. Tahun ini berjalan saja baru 8 orang berangkat,” ujar pria sebelumnya bertugas di dinas sosial (dinsos) itu.

Baca Juga :  Alat Berat Kerap Melintas, Dishub Tak Diajak Koordinasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/