alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Aksi Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Dasar Masyarakat Marjinal

Radar Bojonegoro – Tahun baru telah memasuki bulan kedua. Bulan Februari. Hal ini tentu menjadi momentum yang tepat bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bojonegoro dalam melakukan evaluasi, baik dari segi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) maupun dari segi kinerja melalui program-program pemberdayaan yang telah berjalan.

Pada tahun 2020, alhamdulillah pengumpulan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) terkumpul sebesar Rp. 1.924.319.448. Setidaknya BAZNAS Bojonegoro masih mendapat angin segar. Hal ini dibuktikan adanya kenaikan dana ZIS dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2019, pengumpulan dana ZIS mencapai Rp. 1.488.272.999. Jika dibandingkan pada tahun 2020, berarti pengumpulan ZIS mengalami kenaikan sebesar 25%. Hal tersebut membuat BAZNAS Bojonegoro selalu optimis dalam menggencarkan pengumpulan ZIS dari masyarakat, baik dari muzakki, munfiq ataupun mutasoddiq.

Guna mencapai hasil pengumpulan dana ZIS yang maksimal, tentu berbagai strategi telah dipersiapkan dalam Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT), seperti meningkatkan agenda sosialisasi di tingkat OPD, SMP, Korwil, BUMD/BUMN, Instansi Vertikal, Kecamatan maupun masyarakat perseorangan.

Karena situasi masih pandemi covid-19, maka bentuk syiar ZIS melalui situs online, seperti Zoom Meeting dan di media sosial, baik di Facebook: Baznas Bojonegoro, Instagram: @baznasbojonegoro maupun website www.baznasbojonegoro.com.

BAZNAS Bojonegoro bersifat transparan, baik informasi kegiatan pengumpulan, pendistribusian hingga laporan keuangan. Selanjutnya, dalam pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS, BAZNAS Bojonegoro memiliki lima program.

Baca Juga :  23 CJH Gunakan Kursi Roda

Pertama, Bojonegoro Genius. Program ini berorientasi pada proteksi pengetahuan masyarakat dalam bentuk beasiswa pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA dan S1. Pun, tahun ini, akan dilaunching program beasiswa S2.

Selain beasiswa, setiap setahun sekali diselenggarakan Olimpiade Sains dan IT bagi siswa-siswi tingkat SD/Sederajat dan SMP/ Sederajat. Kemudian, ada pula Akademi BAZNAS yakni bimbel gratis bagi siswa- siswi tingkat SD. Kesemuanya harus dengan syarat masyarakat yang kurang atau tidak mampu.

Adapun jumlah mustahik penerima manfaat ada 1294 orang. Pun, program ini merupakan bentuk sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan Pemkab Bojonegoro.

Kedua, Bojonegoro Produktif. Program ini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat yang masih usia produktif. Program ini sebagai bentuk sinergi dengan Dinas Perindustrian dan Naker, melalui bantuan alat kerja seperti gerobak, Z- Mart (toko kelontong bagi keluarga produktif) dan lain-lain, hal tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Diharapkan, mereka dapat survive dan mampu meningkatkan taraf perekonomian meski di tengah pandemi covid-19. Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 119 orang.

Ketiga, Bojonegoro Agamis. Program ini berorientasi pada proteksi terhadap keber-Agama-an (Tadayyun) masyarakat Bojonegoro yang harmonis. Program ini bersinergi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS se-Kabupaten Bojonegoro, seperti mengaji bersama Huffadz satu bulan sekali, kajian islami dalam PHBI, dakwah center (live streaming) Question and Answer dengan tema bulanan yang berbeda dalam menjawab problematika masyarakat. Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 2936 orang.

Baca Juga :  Mahasiswa Malas, Tukang Skripsi Kipas-Kipas

Keempat, Bojonegoro Energik. Program ini berorientasi pada pada pencegahan dan pengobatan masyarakat Bojonegoro, seperti intensif fakir dhuafa sakit kronis dan difabel, bantuan kursi roda, gizi buruk untuk balita dan lain-lain. Program energik ini merupakan bentuk sinergi dengan Dinas Kesehatan. Adapun jumlah mustahik penerima manfaat sebanyak 1489 orang.

Kelima, Bojonegoro Filantropis. Program ini berorientasi pada penanaman kesadaran berbagi menjadi gaya hidup masyarakat Bojonegoro. Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 4238 orang, yang direalisasikan ke dalam bentuk santunan intensif fakir dhuafa lansia, bakti sosial pembagian sembako, santunan anak yatim, kado lebaran dan lain-lain.

Karena BAZNAS Bojonegoro memiliki tagline, yakni Berbagi adalah gaya hidup kita. Program ini bentuk sinergi dengan Dinas Sosial. Dengan demikian, jika diakumulasikan jumlah seluruh penerima program pendistribusian yakni 8782 orang.

Kelima program BAZNAS Bojonegoro dapat diakses seluruh masyarakat Bojonegoro yang memenuhi kriteria, khususnya bagi yang kurang atau tidak mampu. Adapun pengajuan bantuan harus sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Diharapkan, jika tahun 2021 pengumpulan dana ZIS semakin meningkat, tentu akan memiliki korelasi positif pada pendistribusian dan pendayagunaan serta sebagai proteksi masyarakat Bojonegoro secara menyeluruh.

Radar Bojonegoro – Tahun baru telah memasuki bulan kedua. Bulan Februari. Hal ini tentu menjadi momentum yang tepat bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bojonegoro dalam melakukan evaluasi, baik dari segi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) maupun dari segi kinerja melalui program-program pemberdayaan yang telah berjalan.

Pada tahun 2020, alhamdulillah pengumpulan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) terkumpul sebesar Rp. 1.924.319.448. Setidaknya BAZNAS Bojonegoro masih mendapat angin segar. Hal ini dibuktikan adanya kenaikan dana ZIS dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2019, pengumpulan dana ZIS mencapai Rp. 1.488.272.999. Jika dibandingkan pada tahun 2020, berarti pengumpulan ZIS mengalami kenaikan sebesar 25%. Hal tersebut membuat BAZNAS Bojonegoro selalu optimis dalam menggencarkan pengumpulan ZIS dari masyarakat, baik dari muzakki, munfiq ataupun mutasoddiq.

Guna mencapai hasil pengumpulan dana ZIS yang maksimal, tentu berbagai strategi telah dipersiapkan dalam Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT), seperti meningkatkan agenda sosialisasi di tingkat OPD, SMP, Korwil, BUMD/BUMN, Instansi Vertikal, Kecamatan maupun masyarakat perseorangan.

Karena situasi masih pandemi covid-19, maka bentuk syiar ZIS melalui situs online, seperti Zoom Meeting dan di media sosial, baik di Facebook: Baznas Bojonegoro, Instagram: @baznasbojonegoro maupun website www.baznasbojonegoro.com.

BAZNAS Bojonegoro bersifat transparan, baik informasi kegiatan pengumpulan, pendistribusian hingga laporan keuangan. Selanjutnya, dalam pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS, BAZNAS Bojonegoro memiliki lima program.

Baca Juga :  Hanya Bangunan Dinkes dan Cabdin yang Terjaga

Pertama, Bojonegoro Genius. Program ini berorientasi pada proteksi pengetahuan masyarakat dalam bentuk beasiswa pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA dan S1. Pun, tahun ini, akan dilaunching program beasiswa S2.

Selain beasiswa, setiap setahun sekali diselenggarakan Olimpiade Sains dan IT bagi siswa-siswi tingkat SD/Sederajat dan SMP/ Sederajat. Kemudian, ada pula Akademi BAZNAS yakni bimbel gratis bagi siswa- siswi tingkat SD. Kesemuanya harus dengan syarat masyarakat yang kurang atau tidak mampu.

Adapun jumlah mustahik penerima manfaat ada 1294 orang. Pun, program ini merupakan bentuk sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan Pemkab Bojonegoro.

Kedua, Bojonegoro Produktif. Program ini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat yang masih usia produktif. Program ini sebagai bentuk sinergi dengan Dinas Perindustrian dan Naker, melalui bantuan alat kerja seperti gerobak, Z- Mart (toko kelontong bagi keluarga produktif) dan lain-lain, hal tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Diharapkan, mereka dapat survive dan mampu meningkatkan taraf perekonomian meski di tengah pandemi covid-19. Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 119 orang.

Ketiga, Bojonegoro Agamis. Program ini berorientasi pada proteksi terhadap keber-Agama-an (Tadayyun) masyarakat Bojonegoro yang harmonis. Program ini bersinergi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS se-Kabupaten Bojonegoro, seperti mengaji bersama Huffadz satu bulan sekali, kajian islami dalam PHBI, dakwah center (live streaming) Question and Answer dengan tema bulanan yang berbeda dalam menjawab problematika masyarakat. Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 2936 orang.

Baca Juga :  Besok, Pengumuman Kelulusan

Keempat, Bojonegoro Energik. Program ini berorientasi pada pada pencegahan dan pengobatan masyarakat Bojonegoro, seperti intensif fakir dhuafa sakit kronis dan difabel, bantuan kursi roda, gizi buruk untuk balita dan lain-lain. Program energik ini merupakan bentuk sinergi dengan Dinas Kesehatan. Adapun jumlah mustahik penerima manfaat sebanyak 1489 orang.

Kelima, Bojonegoro Filantropis. Program ini berorientasi pada penanaman kesadaran berbagi menjadi gaya hidup masyarakat Bojonegoro. Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 4238 orang, yang direalisasikan ke dalam bentuk santunan intensif fakir dhuafa lansia, bakti sosial pembagian sembako, santunan anak yatim, kado lebaran dan lain-lain.

Karena BAZNAS Bojonegoro memiliki tagline, yakni Berbagi adalah gaya hidup kita. Program ini bentuk sinergi dengan Dinas Sosial. Dengan demikian, jika diakumulasikan jumlah seluruh penerima program pendistribusian yakni 8782 orang.

Kelima program BAZNAS Bojonegoro dapat diakses seluruh masyarakat Bojonegoro yang memenuhi kriteria, khususnya bagi yang kurang atau tidak mampu. Adapun pengajuan bantuan harus sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Diharapkan, jika tahun 2021 pengumpulan dana ZIS semakin meningkat, tentu akan memiliki korelasi positif pada pendistribusian dan pendayagunaan serta sebagai proteksi masyarakat Bojonegoro secara menyeluruh.

Artikel Terkait

Most Read

Dibacok, Penambang Kritis

Bupati Bakal Panggil Kades

Konsisten Bisnis Hijab

Artikel Terbaru


/