alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Lamongan Plaza Masihkah Beroperasi?  

Salah satu plaza (shopping mall) di Kabupaten Lamongan bertempat di Jl. Panglima Sudirman No.27, Dapur Barat, Sidokumpul, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62213. Plaza ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan masyarakat Kabupaten Lamongan. Dengan fasilitas dan gerai yang lengkap, Lamongan Plaza bisa menjadi salah satu tujuan belanja / shopping dan refreshing  bersama keluarga dan teman. Gerai yang tersedia mulai dari super market, department store, wahana bermain (plaza/mall game) anak, toko buah, toko roti, movies (bioskop), restoran hingga toko buku.   

Peresmian Lamongan Plaza pada tahun 2008 dimana dalam pelaksanaannya sangat berjalan mulus, banyaknya pengunjung, dan toko terpenuhi ramai dengan banyak penampilan acara dipanggung. Saat itu setahun kemudian 2009 Lamongan Plaza mengalami mati suri, sepi, kosong. Tidak ada satu toko pun yang bertahan. Semuanya meninggalkan Lamongan Plaza. Bangunan 3 lantai di Lamongan Plaza bak kuburan, bertahun-tahun.

Seeiring berjalannya waktu perlahan satu-persatu UMKM yang melakukan kontrak sewa tempat mulai lepas. Hal ini diketahui bahwa terdapat kendala atau permasalahan di Lamongan Plaza yang menyebabkan tidak berjalanannya Lamongan Plaza hingga saat ini dan menurunkan sisi pendapatan ekonomi. Hal ini disebabkan secara umum dimana Lamongan ini terlalu dekat dengan kota metropolitan Surabaya, yang secara psikologis orang lebih memilih berbelanja di Surabaya dikarenakan banyaknyak fasilitas perbelanjaan yang lebih lengkap dan jangkauan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.

Faktor lain dari budaya masyarakat setempat yang lebih menyukai berbelanja di Surabaya sambil rekreasi. Dari sisi lain tata ruang Lamongan Plaza yang kurang luas, barang yang disajikan kurang menarik serta kurang lengkap dan jauh lebih murah di Surabaya. Dilihat juga dari jangkauan daya beli masyarakat dilamongan dengan daya tarik masyarakat yang rendah terhadap berbelanja di plaza sehingga lebih suka belanja dipasar tradisional.

Baca Juga :  Mulutmu Harimaumu

Misalnya kita lihat di Daerah Lamongan yang bagian pedesaan  dilihat dari sisi ekonomi masyarakat yang sangat mampu dalam hal membeli namun minat mereka lebih memilih belanja seperti di pusat grosir-an kenapa demikian? Hal ini kembali pada mindset masyarakat yang mana, bisa saja kurang mengenal dengan Plaza dan berfikir bahwasannya barang di plaza sangat mahal. Jika dilihat dari sudut pandang tujuan pembangunan Lamongan Plaza itu untuk apa?, yang mana mungkin saja berdirinya Lamongan Plaza disaat waktu yang tidak tepat dengan maksud tidak menjawab apa yang sedang dibutuhkan masyarakat Lamongan dikala itu pada tahun 2008 sehingga menyebabkan Lamongan Plaza tidak berjalan (menimbulkan kerugian yang cukup besar dengan berdasarkan data atau informasi yang saya peroleh dalam pembangunan Lamongan Plaza sekitar Rp. 63 Miliyar). 

Namun tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kabupaten Lamongan selalu mengevaluasi yang mana akan memberikan perubahan yang terbaik, menjadikan Lamongan Plaza terus meningkat dari sisi pengunjung, toko-toko perlahan kembali membuka sewa tempat di Lamongan Plaza, mimilih dan mempertahan kualitas produk yang lengkap (harga tidak terlalu mahal) untuk meningkatkan daya tarik masyarakat atau pengunjung Lamongan Plaza.

Hal utama dalam berbisnis yaitu kesejahteraan masayarakat atau meningkatkan pelayanan kenyamanan didalam Lamongan Plaza misalnya dijaganya kebersihan, suhu diruangan menggunakan AC yang stabil, menciptakan suasana  yang sejuk dengan bermacam-macam desain yang menarik dan desain yang dibuat mengikuti trend atau hari-hari besar penting (misalnya saat idul fitri, natal, tahun baru, gong xi fat cai, dan lain sebagainnya), tak lupa diikuti diskon yang menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan membeli barang-barang yang dijual di Lamongan Plaza.

Baca Juga :  Yoga, Inspirasi Olahraga Masa Kini

Dikala pandemic covid19 ini juga perlunnya Lamongan Plaza meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan sesuai WHO. Sedikit evaluasi ini dapat memberikan dampak yang sangat baik dan berdampak besar untuk kemajuan Lamongan Plaza dan pastinya meningkatkan sisi ekonomi pendapatan di Kabupaten Lamongan. 

Baru tahun lalu 2018 Lamongan Plaza bangkit kembali (siuman) dari mati surinya (tidak berjalan). Hingga kemudian selama bulan Agustus 2020 Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan revitalisasi LA Plaza Lamongan. Semenjak itu semua event dari Surabaya dan Jawa Timur mulai berdatangan.

Sehingga sampai akhir bulan Nopember nanti, hari Sabtu dan Minggu tidak akan sepi. Untuk selanjutnya, pihaknya akan melakukan rekonsiliasi dengan tenan-tenan yang sudah buka, seperti NAV karaoke, Perselastore, Bebek Charisa, dan de Fantasia untuk melaksanakan Grand Opening di Lamongan Plaza. Pada akhir bulan tahun 2020  saya berkunjung ke Lamongan Plaza yang mana terdapat peningkatan jauh lebih baik dari sisi pelayanan parkir kendaraan khusus sepeda dan mobil yang tersusun rapi dengan menggunakan mesin ticket yang lebih canggih, praktis guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan kendaraan masyarakat saat berkunjung di Lamongan Plaza.

Perlu diketahui juga adannya pandemi Covid19 ini Lamongan Plaza telah menyediakan berbagai pelayanan kenyamanan bagi pengunjung untuk mencuci tangan dengan sabun dan air, handsinitizer, pengatur suhu, dan  juga pengunjung diwajibkan memakai masker dan tetap jaga jarak. Hal ini membuktikan bahwa Lamongan Plaza akan mengalami jauh perubahan lebih baik meskipun bertahap sehingga Lamongan Plaza sampai saat ini masih beroperasi.

*Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Salah satu plaza (shopping mall) di Kabupaten Lamongan bertempat di Jl. Panglima Sudirman No.27, Dapur Barat, Sidokumpul, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62213. Plaza ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan masyarakat Kabupaten Lamongan. Dengan fasilitas dan gerai yang lengkap, Lamongan Plaza bisa menjadi salah satu tujuan belanja / shopping dan refreshing  bersama keluarga dan teman. Gerai yang tersedia mulai dari super market, department store, wahana bermain (plaza/mall game) anak, toko buah, toko roti, movies (bioskop), restoran hingga toko buku.   

Peresmian Lamongan Plaza pada tahun 2008 dimana dalam pelaksanaannya sangat berjalan mulus, banyaknya pengunjung, dan toko terpenuhi ramai dengan banyak penampilan acara dipanggung. Saat itu setahun kemudian 2009 Lamongan Plaza mengalami mati suri, sepi, kosong. Tidak ada satu toko pun yang bertahan. Semuanya meninggalkan Lamongan Plaza. Bangunan 3 lantai di Lamongan Plaza bak kuburan, bertahun-tahun.

Seeiring berjalannya waktu perlahan satu-persatu UMKM yang melakukan kontrak sewa tempat mulai lepas. Hal ini diketahui bahwa terdapat kendala atau permasalahan di Lamongan Plaza yang menyebabkan tidak berjalanannya Lamongan Plaza hingga saat ini dan menurunkan sisi pendapatan ekonomi. Hal ini disebabkan secara umum dimana Lamongan ini terlalu dekat dengan kota metropolitan Surabaya, yang secara psikologis orang lebih memilih berbelanja di Surabaya dikarenakan banyaknyak fasilitas perbelanjaan yang lebih lengkap dan jangkauan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.

Faktor lain dari budaya masyarakat setempat yang lebih menyukai berbelanja di Surabaya sambil rekreasi. Dari sisi lain tata ruang Lamongan Plaza yang kurang luas, barang yang disajikan kurang menarik serta kurang lengkap dan jauh lebih murah di Surabaya. Dilihat juga dari jangkauan daya beli masyarakat dilamongan dengan daya tarik masyarakat yang rendah terhadap berbelanja di plaza sehingga lebih suka belanja dipasar tradisional.

Baca Juga :  Yoga, Inspirasi Olahraga Masa Kini

Misalnya kita lihat di Daerah Lamongan yang bagian pedesaan  dilihat dari sisi ekonomi masyarakat yang sangat mampu dalam hal membeli namun minat mereka lebih memilih belanja seperti di pusat grosir-an kenapa demikian? Hal ini kembali pada mindset masyarakat yang mana, bisa saja kurang mengenal dengan Plaza dan berfikir bahwasannya barang di plaza sangat mahal. Jika dilihat dari sudut pandang tujuan pembangunan Lamongan Plaza itu untuk apa?, yang mana mungkin saja berdirinya Lamongan Plaza disaat waktu yang tidak tepat dengan maksud tidak menjawab apa yang sedang dibutuhkan masyarakat Lamongan dikala itu pada tahun 2008 sehingga menyebabkan Lamongan Plaza tidak berjalan (menimbulkan kerugian yang cukup besar dengan berdasarkan data atau informasi yang saya peroleh dalam pembangunan Lamongan Plaza sekitar Rp. 63 Miliyar). 

Namun tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kabupaten Lamongan selalu mengevaluasi yang mana akan memberikan perubahan yang terbaik, menjadikan Lamongan Plaza terus meningkat dari sisi pengunjung, toko-toko perlahan kembali membuka sewa tempat di Lamongan Plaza, mimilih dan mempertahan kualitas produk yang lengkap (harga tidak terlalu mahal) untuk meningkatkan daya tarik masyarakat atau pengunjung Lamongan Plaza.

Hal utama dalam berbisnis yaitu kesejahteraan masayarakat atau meningkatkan pelayanan kenyamanan didalam Lamongan Plaza misalnya dijaganya kebersihan, suhu diruangan menggunakan AC yang stabil, menciptakan suasana  yang sejuk dengan bermacam-macam desain yang menarik dan desain yang dibuat mengikuti trend atau hari-hari besar penting (misalnya saat idul fitri, natal, tahun baru, gong xi fat cai, dan lain sebagainnya), tak lupa diikuti diskon yang menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan membeli barang-barang yang dijual di Lamongan Plaza.

Baca Juga :  Kedungpring Terbanyak Miliki Warga Usia Lanjut

Dikala pandemic covid19 ini juga perlunnya Lamongan Plaza meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan sesuai WHO. Sedikit evaluasi ini dapat memberikan dampak yang sangat baik dan berdampak besar untuk kemajuan Lamongan Plaza dan pastinya meningkatkan sisi ekonomi pendapatan di Kabupaten Lamongan. 

Baru tahun lalu 2018 Lamongan Plaza bangkit kembali (siuman) dari mati surinya (tidak berjalan). Hingga kemudian selama bulan Agustus 2020 Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan revitalisasi LA Plaza Lamongan. Semenjak itu semua event dari Surabaya dan Jawa Timur mulai berdatangan.

Sehingga sampai akhir bulan Nopember nanti, hari Sabtu dan Minggu tidak akan sepi. Untuk selanjutnya, pihaknya akan melakukan rekonsiliasi dengan tenan-tenan yang sudah buka, seperti NAV karaoke, Perselastore, Bebek Charisa, dan de Fantasia untuk melaksanakan Grand Opening di Lamongan Plaza. Pada akhir bulan tahun 2020  saya berkunjung ke Lamongan Plaza yang mana terdapat peningkatan jauh lebih baik dari sisi pelayanan parkir kendaraan khusus sepeda dan mobil yang tersusun rapi dengan menggunakan mesin ticket yang lebih canggih, praktis guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan kendaraan masyarakat saat berkunjung di Lamongan Plaza.

Perlu diketahui juga adannya pandemi Covid19 ini Lamongan Plaza telah menyediakan berbagai pelayanan kenyamanan bagi pengunjung untuk mencuci tangan dengan sabun dan air, handsinitizer, pengatur suhu, dan  juga pengunjung diwajibkan memakai masker dan tetap jaga jarak. Hal ini membuktikan bahwa Lamongan Plaza akan mengalami jauh perubahan lebih baik meskipun bertahap sehingga Lamongan Plaza sampai saat ini masih beroperasi.

*Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Artikel Terkait

Most Read

Butuh Perda Pengelolaan Wisata

Aman, Stok Garam Masih 8.300 Ton

Minta Tak Ada Konvoi di Lamongan

Artikel Terbaru


/