alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Bandar Dadu Tertangkap saat Gunakan SS

LAMONGAN,  Radar Lamongan –  Dua minggu di Januari ini, Satreskoba Polres Lamongan mengamankan sembilan tersangka pengedar dan pengguna sabu – sabu serta dobel L.
Dari sembilan tersangka itu, seorang di antaranya perempuan. Yakni, Siti Mutmainah, 48, warga Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Jombang. Selain itu, juga ada satu tersangka  pengguna pil dobel L yang masih di bawah umur.
Kapolres Lamongan AKBP Harun menjelaskan, kali pertama yang diamankan Ainul Mustofa 42 asal Desa Panggang, Kecamatan Glagah. Barang buktinya, sabu – sabu 0,34 gram. Tersangka ini  diamankan di tambak desa setempat.
Kemudian, Munasik,  44, warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Tersangka diamankan tak jauh dari rumahnya. Barang buktinya, sabu 0,28 gram. Sedangkan Siti Mutmainah ditangkap bersama Yulianto, 42, asal Desa/Kecamatan Babat di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo.  Barang buktinya, sabu – sabu 0,25 gram.
Tersangka lainnya, M Nur Abdan, 22, warga Desa Sumur Genuk, Kecamatan Babat dan Kasino, 22, warga Desa Jangkungkusumo, Kecamatan Maduran. Barang buktinya, 59 pil dobel L dan sabu – sabu 0,2 gram.
Sedangkan Mr, 16, asal Kecamatan Babat, diamankan karena membawa 40 pil dobel L. Kemudian, Heru Sucipto, 23, asal Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Tuban, diamankan di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong karena membawa 1.000 butir pil dobel L.
Sementara Oky, 19, warga Kecamatan Sukodadi diamankan dengan barang bukti 26 pil koplo.  ‘’Untuk tersangka pil dobel L diamankan 5 tersangka. Semua satu rentetan. Sedangkan sabu – sabu sebanyak 4 tersangka telah diamankan,’’ jelas Harun.
Total barang bukti yang diamankan, 1.125 butir pil dobel L dan 1,073 gram sabu – sabu, 7 handphone, satu motor, dua timbangan digital, dua alat hisap lengkap dan uang Rp 219 ribu.
Siti Mutmainah di hadapan petugas mengatakan, dirinya mengunakan sabu – sabu sekitar enam bulan. Suaminya yang mengenalkan barang haram tersebut.
Saat tidak kuat menahan rasa mengantuk, dia diberi sabu – sabu. Siti mengaku tak mengantuk selama satu malam setelah memakai sabu – sabu.
‘’Saya bekerja sebagai bandar dadu (di Modo) dan juga penombok. Bermain selama tiga tahun lamanya,’’ akunya.
Selama empat hari sebelum ditangkap, Siti tidak menjumpai suaminya di rumah. Suaminya juga tak pernah bilang tentang pekerjaannya.

Baca Juga :  Tangkap Kurir SS

LAMONGAN,  Radar Lamongan –  Dua minggu di Januari ini, Satreskoba Polres Lamongan mengamankan sembilan tersangka pengedar dan pengguna sabu – sabu serta dobel L.
Dari sembilan tersangka itu, seorang di antaranya perempuan. Yakni, Siti Mutmainah, 48, warga Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Jombang. Selain itu, juga ada satu tersangka  pengguna pil dobel L yang masih di bawah umur.
Kapolres Lamongan AKBP Harun menjelaskan, kali pertama yang diamankan Ainul Mustofa 42 asal Desa Panggang, Kecamatan Glagah. Barang buktinya, sabu – sabu 0,34 gram. Tersangka ini  diamankan di tambak desa setempat.
Kemudian, Munasik,  44, warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Tersangka diamankan tak jauh dari rumahnya. Barang buktinya, sabu 0,28 gram. Sedangkan Siti Mutmainah ditangkap bersama Yulianto, 42, asal Desa/Kecamatan Babat di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo.  Barang buktinya, sabu – sabu 0,25 gram.
Tersangka lainnya, M Nur Abdan, 22, warga Desa Sumur Genuk, Kecamatan Babat dan Kasino, 22, warga Desa Jangkungkusumo, Kecamatan Maduran. Barang buktinya, 59 pil dobel L dan sabu – sabu 0,2 gram.
Sedangkan Mr, 16, asal Kecamatan Babat, diamankan karena membawa 40 pil dobel L. Kemudian, Heru Sucipto, 23, asal Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Tuban, diamankan di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong karena membawa 1.000 butir pil dobel L.
Sementara Oky, 19, warga Kecamatan Sukodadi diamankan dengan barang bukti 26 pil koplo.  ‘’Untuk tersangka pil dobel L diamankan 5 tersangka. Semua satu rentetan. Sedangkan sabu – sabu sebanyak 4 tersangka telah diamankan,’’ jelas Harun.
Total barang bukti yang diamankan, 1.125 butir pil dobel L dan 1,073 gram sabu – sabu, 7 handphone, satu motor, dua timbangan digital, dua alat hisap lengkap dan uang Rp 219 ribu.
Siti Mutmainah di hadapan petugas mengatakan, dirinya mengunakan sabu – sabu sekitar enam bulan. Suaminya yang mengenalkan barang haram tersebut.
Saat tidak kuat menahan rasa mengantuk, dia diberi sabu – sabu. Siti mengaku tak mengantuk selama satu malam setelah memakai sabu – sabu.
‘’Saya bekerja sebagai bandar dadu (di Modo) dan juga penombok. Bermain selama tiga tahun lamanya,’’ akunya.
Selama empat hari sebelum ditangkap, Siti tidak menjumpai suaminya di rumah. Suaminya juga tak pernah bilang tentang pekerjaannya.

Baca Juga :  Ungkap Jaringan Sabu-Sabu Perempuan Beranak di Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Tunggu Tim Labfor Polda Jatim

Dianggarkan Rp 1,5 Miliar

ENDING DI ZONA DEGRADASI

Artikel Terbaru


/