alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Insentif GTT Nyantol 

KOTA – Sebanyak 66 guru tidak tetap (GTT) di UPT Dinas Pendidikan Bluluk hingga kemarin (15/1) belum menerima tunjangan isentif semester kedua 2017. Padahal, GTT – GTT lainnya Se-Kabupaten Lamongan sudah menerima pada akhir tahun lalu.

‘’Dinas pendidikan sudah mencairkan, namun GTT di Bluluk belum menerima, ini ada kejanggalan,’’ kata Ketua Forum Honorer Non Kategori (FHNK), Syukran, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (15/1).

Dia menuturkan, tunjangan insentif bagi masing – masing GTT nilainya Rp 492 ribu untuk sekali pencairan setiap 6 bulan.

Syukran menduga ada yang bermasalah di tingkat UPT sehingga tunjangan GTT di Kecamatan Bluluk belum dicairkan. Padahal, sekarang sudah berganti tahun.

Baca Juga :  Tiga Bulan Beroperasi, Pabrik Arak Digerebek

‘’Karena di kecamatan lainya sudah, ada apa dengan Kecamatan Bluluk?,’’ tanyanya penasaran.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Adi Suwito memastikan pencairan isentif semester kedua tahun 2017 bagi GTT dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup kerjanya sudah dicairkan.

Pencairan dana tersebut dilaksanakan Desember  lalu. Sehingga, semua guru GTT dan PTT seharusnya sudah menerima dana yang bersumber dari APBD 2017 tersebut. ‘’Sudah dicairkan pada Desember lalu,’’ tegasnya.

Terkait adanya informasi GTT yang belum menerima insentif itu, pihaknya akan menelusuri persoalan tersebut.

Dalam waktu dekat, dia akan memanggil sejumlah kepala sekolah dan kepala UPT Bluluk Disdik Lamongan.

‘’Besok saya panggil, akan kami telusuri sampai tuntas,’’ janjinya. 

Baca Juga :  Teganya, Guru SMK di Lamongan Cabuli Murid Sejenis

KOTA – Sebanyak 66 guru tidak tetap (GTT) di UPT Dinas Pendidikan Bluluk hingga kemarin (15/1) belum menerima tunjangan isentif semester kedua 2017. Padahal, GTT – GTT lainnya Se-Kabupaten Lamongan sudah menerima pada akhir tahun lalu.

‘’Dinas pendidikan sudah mencairkan, namun GTT di Bluluk belum menerima, ini ada kejanggalan,’’ kata Ketua Forum Honorer Non Kategori (FHNK), Syukran, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (15/1).

Dia menuturkan, tunjangan insentif bagi masing – masing GTT nilainya Rp 492 ribu untuk sekali pencairan setiap 6 bulan.

Syukran menduga ada yang bermasalah di tingkat UPT sehingga tunjangan GTT di Kecamatan Bluluk belum dicairkan. Padahal, sekarang sudah berganti tahun.

Baca Juga :  Tiga Bulan Beroperasi, Pabrik Arak Digerebek

‘’Karena di kecamatan lainya sudah, ada apa dengan Kecamatan Bluluk?,’’ tanyanya penasaran.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Adi Suwito memastikan pencairan isentif semester kedua tahun 2017 bagi GTT dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup kerjanya sudah dicairkan.

Pencairan dana tersebut dilaksanakan Desember  lalu. Sehingga, semua guru GTT dan PTT seharusnya sudah menerima dana yang bersumber dari APBD 2017 tersebut. ‘’Sudah dicairkan pada Desember lalu,’’ tegasnya.

Terkait adanya informasi GTT yang belum menerima insentif itu, pihaknya akan menelusuri persoalan tersebut.

Dalam waktu dekat, dia akan memanggil sejumlah kepala sekolah dan kepala UPT Bluluk Disdik Lamongan.

‘’Besok saya panggil, akan kami telusuri sampai tuntas,’’ janjinya. 

Baca Juga :  Bantuan PKH Kembali Dicairkan Tiga Bulan Sekali

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/