alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Bapak Anak Lakukan Pembacokan di Warung, Ini Penyebabnya

JENU – Rumingan, 55, pelaku yang mengeroyok Handoko, 24, warga Desa Karangasem, Kecamatan Jenu akhirnya ditangkap tak lama setelah kasus tersebut ditangani Polsek Jenu. Rumingan melakukan penganiayaan setelah diajak Dika, 19, anak kandungnya yang kini masih buron. Motifnya diduga karena Dika rebutan wanita dengan korban di sebuah warung remang-remang. 

Barang bukti yang diamankan 2 buah senjata tajam jenis pedang, 1 parang, potongan jari telunjuk dan jempol kiri korban, 1 unit motor pelaku, dan sejumlah baju dengan bercak darah.

Kapolsek Jenu AKP Elis Suendayati mengatakan, kejadian di warung Melati Putih Minggu (14/1) dini hari sekitar pukul 02.00 itu bermula saat Handoko yang mabuk-mabukan bertemu dengan Dika.

Di warung tersebut, mereka menenggak minuman keras sambil menyanyi bersama sejumlah wanita penghibur.

Baca Juga :  Produk UMKM Tuban Semakin Berdaya Saing

Dalam kondisi setengah sadar, mereka terlibat cekcok mulut. Pemicunya, diduga karena berebut wanita malam yang menemani menyanyi.

Dika yang kalah, pulang ke rumah dan mengadu kepada bapaknya, Rumingan.

Rumingan dan Dika pun kembali ke warung dengan menenteng senjata tajam.

‘’Warung itu memang biasa dibuat mabuk-mabukan dan ada wanita penghiburnya,’’ tutur Elis.

Setiba di warung, bapak dan anak itu langsung mengeroyok Handoko dengan senjata tajam.

Mantan kasubbag humas Polres Tuban itu menduga, dari barang bukti yang diamankan, pelaku pengeroyokan diperkirakan tidak hanya berdua.

Namun, masih ada pelaku lain. ‘’Yang jelas ada orang lain lagi, tapi belum tahu peran orang itu hanya ikut mengancam apa ikut mengeroyok,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Hore, Air Mancur Mini di Alun-Alun

Setelah puas menganiaya, Handoko ditinggal begitu saja di dalam warung yang letaknya persis di sebelah selatan pelabuhan PT. Semen Indonesia, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu itu.

Nyawa korban diselamatkan warga sekitar yang melarikan ke RSUD dr. R. Koesma Tuban.

‘’Kasus ini sekarang dilimpahkan ke Satreskrim Polres Tuban,’’ terang perwira berpangkat balok tiga di pundak itu.

Diberitakan sebelumnya, petaka yang nyaris membuat nyawa Handoko melayang terjadi Minggu (14/1) dini hari sekitar pukul 02.00.

Dia dikeroyok sejumlah orang misterius ketika asyik nongkrong di sebuah warung. 

Korban yang mengalami dua terbuka di betis kiri, kepala, dan kehilangan beberapa jari tangan kanan itu masih mendapat perawatan intensif di RSUD dr. R. Koesma Tuban.

JENU – Rumingan, 55, pelaku yang mengeroyok Handoko, 24, warga Desa Karangasem, Kecamatan Jenu akhirnya ditangkap tak lama setelah kasus tersebut ditangani Polsek Jenu. Rumingan melakukan penganiayaan setelah diajak Dika, 19, anak kandungnya yang kini masih buron. Motifnya diduga karena Dika rebutan wanita dengan korban di sebuah warung remang-remang. 

Barang bukti yang diamankan 2 buah senjata tajam jenis pedang, 1 parang, potongan jari telunjuk dan jempol kiri korban, 1 unit motor pelaku, dan sejumlah baju dengan bercak darah.

Kapolsek Jenu AKP Elis Suendayati mengatakan, kejadian di warung Melati Putih Minggu (14/1) dini hari sekitar pukul 02.00 itu bermula saat Handoko yang mabuk-mabukan bertemu dengan Dika.

Di warung tersebut, mereka menenggak minuman keras sambil menyanyi bersama sejumlah wanita penghibur.

Baca Juga :  Gepeng Mulai Marak

Dalam kondisi setengah sadar, mereka terlibat cekcok mulut. Pemicunya, diduga karena berebut wanita malam yang menemani menyanyi.

Dika yang kalah, pulang ke rumah dan mengadu kepada bapaknya, Rumingan.

Rumingan dan Dika pun kembali ke warung dengan menenteng senjata tajam.

‘’Warung itu memang biasa dibuat mabuk-mabukan dan ada wanita penghiburnya,’’ tutur Elis.

Setiba di warung, bapak dan anak itu langsung mengeroyok Handoko dengan senjata tajam.

Mantan kasubbag humas Polres Tuban itu menduga, dari barang bukti yang diamankan, pelaku pengeroyokan diperkirakan tidak hanya berdua.

Namun, masih ada pelaku lain. ‘’Yang jelas ada orang lain lagi, tapi belum tahu peran orang itu hanya ikut mengancam apa ikut mengeroyok,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Hore, Air Mancur Mini di Alun-Alun

Setelah puas menganiaya, Handoko ditinggal begitu saja di dalam warung yang letaknya persis di sebelah selatan pelabuhan PT. Semen Indonesia, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu itu.

Nyawa korban diselamatkan warga sekitar yang melarikan ke RSUD dr. R. Koesma Tuban.

‘’Kasus ini sekarang dilimpahkan ke Satreskrim Polres Tuban,’’ terang perwira berpangkat balok tiga di pundak itu.

Diberitakan sebelumnya, petaka yang nyaris membuat nyawa Handoko melayang terjadi Minggu (14/1) dini hari sekitar pukul 02.00.

Dia dikeroyok sejumlah orang misterius ketika asyik nongkrong di sebuah warung. 

Korban yang mengalami dua terbuka di betis kiri, kepala, dan kehilangan beberapa jari tangan kanan itu masih mendapat perawatan intensif di RSUD dr. R. Koesma Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/