alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Dituntut Tampil Sempurna

PUTRI Ramendita Daeng Barang, memiliki rasa penasaran tinggi. Pernah terjun di dunia atlet sepatu roda, dance, dan paskibraka. Kemudian beralih ke modeling sebelum menjadi peserta terpilih Yune Bojonegoro 2021.
Perempuan kelahiran Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro ini tidak puas dengan capaian pasukan pengibar bendera (paskibraka). Kemudian mengambil langkah untuk mencoba terjun ke dunia modeling. ‘’Baru purna paskibraka kemudian terjun aktif di dunia modeling,’’ ujar Dita, sapaan akrabnya.
Langkah itu, diambil Dita karena rasa penasaran dengan proses dalam dunia permodelan. Sempat belajar otodidak sebelum mengikuti beasiswa modeling. Berjalan dengan menggunakan sepatu hak tinggi dan lenggak-lenggok. ‘’Selain itu dorongan orang tua dan guru juga menjadi semangat saya untuk lebih serius lagi,’’ ungkap pelajar SMAN 4 ini.
Menjadi model, bagi Dita, ada enak dan tidak enaknya, karena dituntut untuk berpenampilan sempurna. Namun, hal itu tidak memupus keinginannya untuk menjadi model profesional. ‘’Bagaimanapun saya harus bisa dan menunjukan talent saya,’’ tutur mantan pesilat itu.
Setelah menjadi model, Dita kemudian mencoba untuk mengikuti ajang Yune Bojonegoro. Tidak disangka, Dita terpilih menjadi pemenang, mengalahkan beberapa peserta lain yang notabenya sudah mahasiswa. ‘’Ya sempat minder karena banyak peserta yang  sudah mahasiswa,’’ tuturnya.
Dita bergelut di sepatu roda sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sampai saat ini perempuan suka makanan pedas itu, masih meluangkan waktunya melakukan rutinitas sepatu roda, karena sudah menjadi hobinya. (luk)

Baca Juga :  Persibo Siap Menyongsong Putaran Kedua

PUTRI Ramendita Daeng Barang, memiliki rasa penasaran tinggi. Pernah terjun di dunia atlet sepatu roda, dance, dan paskibraka. Kemudian beralih ke modeling sebelum menjadi peserta terpilih Yune Bojonegoro 2021.
Perempuan kelahiran Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro ini tidak puas dengan capaian pasukan pengibar bendera (paskibraka). Kemudian mengambil langkah untuk mencoba terjun ke dunia modeling. ‘’Baru purna paskibraka kemudian terjun aktif di dunia modeling,’’ ujar Dita, sapaan akrabnya.
Langkah itu, diambil Dita karena rasa penasaran dengan proses dalam dunia permodelan. Sempat belajar otodidak sebelum mengikuti beasiswa modeling. Berjalan dengan menggunakan sepatu hak tinggi dan lenggak-lenggok. ‘’Selain itu dorongan orang tua dan guru juga menjadi semangat saya untuk lebih serius lagi,’’ ungkap pelajar SMAN 4 ini.
Menjadi model, bagi Dita, ada enak dan tidak enaknya, karena dituntut untuk berpenampilan sempurna. Namun, hal itu tidak memupus keinginannya untuk menjadi model profesional. ‘’Bagaimanapun saya harus bisa dan menunjukan talent saya,’’ tutur mantan pesilat itu.
Setelah menjadi model, Dita kemudian mencoba untuk mengikuti ajang Yune Bojonegoro. Tidak disangka, Dita terpilih menjadi pemenang, mengalahkan beberapa peserta lain yang notabenya sudah mahasiswa. ‘’Ya sempat minder karena banyak peserta yang  sudah mahasiswa,’’ tuturnya.
Dita bergelut di sepatu roda sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sampai saat ini perempuan suka makanan pedas itu, masih meluangkan waktunya melakukan rutinitas sepatu roda, karena sudah menjadi hobinya. (luk)

Baca Juga :  Tabrakan Beruntun, Satu Tewas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/