alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Desain Jembatan Membutuhkan Waktu Enam

Terinspirasi dari banyaknya kawasan di bantaran Bengawan Solo butuh jembatan, Donda Trifila Arga mendesain jembatan baja dengan lebih mudah. Karyanya itu itu mendapatkan penghargaan dari Kemendikbud.

PERASAAN Donda Trifila Arga masih diliputi bahagia. Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo itu berhasil menyabet juara pertama lomba desain jembatan tingkat nasional. Dia dan rekannya Dimas Afif Prasdianto berhasil membuat desain jembatan baja terkokoh.
‘’Ada banyak kategori, kami berhasil memenangkan kategori jembatan terkokoh,’’ ujar Donda kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Jembatan desain Donda adalah jembatan rangka baja dengan model lengkung. Model ini dinilai lebih cocok diterapkan di daerah-daerah pelosok atau pedesaan. Sebab, Indonesia atau negara kepulauan dengan banyak daerah pelosok. ‘’Untuk jembatan saya memakai bentuk rangka tied arch dengan sistem troungh arch,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu, Donda dan rekannnya Dimas Afif Prasdianto mendesain agar jembatan itu bisa dikerjakan dengan mudah. Tidak membutuhkan alat berat seperti crane. Alatnya bisa menggunakan katrol. ‘’Biasanya untuk membangun jembatan membutuhkan crane. Sewa crane itu sangat mahal,’’ tutur pemuda asli Desa/Kecamatan Dander itu.
Menurut Donda, pembangunan jembatan desainnya ini juga lebih murah dari sisi material, karena semua rangkanya baja. Durasi pengerjaanya bisa lebih cepat. Namun, itu juga tergantung medan yang dikerjakan. Misalnya, jembatan yang melintasi sungai yang luas, tentu membutuhkan kajian lagi.
‘’Kalau dibanding jembatan beton, jembatan saya ini jauh lebih cepat. Biayanya juga lebih murah,’’ jelas pemuda 21 tahun ini.
Donda menjelaskan, sistem struktur jembatan desainya memiliki dua sistem. Yakni, struktur atas yang terdiri dari rangka utama jembatan. Berfungsi sebagai rangka penguat jembatan. ‘’Nantinya akan menerima serta menyalurkan seluruh beban menjadi reaksi horizontal pada struktur lengkung,’’ ujarnya.
Sedangkan struktur bawahnya terdiri dari lantai kendaraan yang tersusun dari struktur baja yang terdiri dari gelagar memanjang dan gelagar melintang. ‘’Untuk lantai jembatan kami berfungsi sebagai pemerata beban komponen-komponen,’’ jelasnya.
Desain jembatan Donda itu cocok diaplikasikan di lokasi yang memiliki kebutuhan jembatan dengan kondisi sungai lebar. Penggunaan materialnya baja profil menjadikan metode pelaksanaannya bisa dilakukan dengan sederhana. Tidak menggunakan alat berat yang menghabiskan banyak biaya. ‘’Jadi cocok diaplikasikan di pelosok pelosok desa,’’ ungkapnya.
Donda terinspirasi dari belum banyaknya jembatan di Bojonegoro yang melintasi Bengawan Solo. Padahal, wilayah-wilayah tertentu sangat butuh jembatan penyeberangan.
Donda dan Dimas membutuhkan waktu enam bulan untuk mendesain jembatan itu. Mereka harus melakukan kajian-kajian. Akhirnya menemukan desain jembatan dengan artistik dan kokoh. Namun, dengan biaya yang lebih efesien. Lomba itu diadakan oleh Kemendikbud dan Perpusnas.

Baca Juga :  Industri Kain Tenun Berharap Pemasaran Normal

Terinspirasi dari banyaknya kawasan di bantaran Bengawan Solo butuh jembatan, Donda Trifila Arga mendesain jembatan baja dengan lebih mudah. Karyanya itu itu mendapatkan penghargaan dari Kemendikbud.

PERASAAN Donda Trifila Arga masih diliputi bahagia. Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo itu berhasil menyabet juara pertama lomba desain jembatan tingkat nasional. Dia dan rekannya Dimas Afif Prasdianto berhasil membuat desain jembatan baja terkokoh.
‘’Ada banyak kategori, kami berhasil memenangkan kategori jembatan terkokoh,’’ ujar Donda kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Jembatan desain Donda adalah jembatan rangka baja dengan model lengkung. Model ini dinilai lebih cocok diterapkan di daerah-daerah pelosok atau pedesaan. Sebab, Indonesia atau negara kepulauan dengan banyak daerah pelosok. ‘’Untuk jembatan saya memakai bentuk rangka tied arch dengan sistem troungh arch,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu, Donda dan rekannnya Dimas Afif Prasdianto mendesain agar jembatan itu bisa dikerjakan dengan mudah. Tidak membutuhkan alat berat seperti crane. Alatnya bisa menggunakan katrol. ‘’Biasanya untuk membangun jembatan membutuhkan crane. Sewa crane itu sangat mahal,’’ tutur pemuda asli Desa/Kecamatan Dander itu.
Menurut Donda, pembangunan jembatan desainnya ini juga lebih murah dari sisi material, karena semua rangkanya baja. Durasi pengerjaanya bisa lebih cepat. Namun, itu juga tergantung medan yang dikerjakan. Misalnya, jembatan yang melintasi sungai yang luas, tentu membutuhkan kajian lagi.
‘’Kalau dibanding jembatan beton, jembatan saya ini jauh lebih cepat. Biayanya juga lebih murah,’’ jelas pemuda 21 tahun ini.
Donda menjelaskan, sistem struktur jembatan desainya memiliki dua sistem. Yakni, struktur atas yang terdiri dari rangka utama jembatan. Berfungsi sebagai rangka penguat jembatan. ‘’Nantinya akan menerima serta menyalurkan seluruh beban menjadi reaksi horizontal pada struktur lengkung,’’ ujarnya.
Sedangkan struktur bawahnya terdiri dari lantai kendaraan yang tersusun dari struktur baja yang terdiri dari gelagar memanjang dan gelagar melintang. ‘’Untuk lantai jembatan kami berfungsi sebagai pemerata beban komponen-komponen,’’ jelasnya.
Desain jembatan Donda itu cocok diaplikasikan di lokasi yang memiliki kebutuhan jembatan dengan kondisi sungai lebar. Penggunaan materialnya baja profil menjadikan metode pelaksanaannya bisa dilakukan dengan sederhana. Tidak menggunakan alat berat yang menghabiskan banyak biaya. ‘’Jadi cocok diaplikasikan di pelosok pelosok desa,’’ ungkapnya.
Donda terinspirasi dari belum banyaknya jembatan di Bojonegoro yang melintasi Bengawan Solo. Padahal, wilayah-wilayah tertentu sangat butuh jembatan penyeberangan.
Donda dan Dimas membutuhkan waktu enam bulan untuk mendesain jembatan itu. Mereka harus melakukan kajian-kajian. Akhirnya menemukan desain jembatan dengan artistik dan kokoh. Namun, dengan biaya yang lebih efesien. Lomba itu diadakan oleh Kemendikbud dan Perpusnas.

Baca Juga :  Ciptakan Tari Wak Tangsil demi Eksistensi Seni Sandur

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/