alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Tiga Siswa SMA Temukan Karya Pemanfaatan Limbah

Bojonegoro – Rico Ade Pebriawan, Leni Ayunda Ratu, dan Ardhi Taruna Revi masih di ruang kelas saat Jawa Pos Radar Bojonegoro menyambangi ketiganya di sekolahnya. Siang itu (13/11), mereka baru saja mengikuti kompetisi tingkat nasional di Universitas Negeri Semarang. Bio Compact Season 9. Sebuah kompetisi pemanfaatan limbah. 

‘’Tapi kami tidak berhasil menang dikategori utama. Kami menang di kategori lain. Alhamdulillah menang juara dua nasional,’’ ujar Rico.

Rico menjelaskan, timnya memberikan penjelasan dengan lebih mudah tentang pemanfaatan limbah. Yaitu, dengan desain grafis menarik dan mudah dipahami. ‘’Itu yang membuat kami meraih juara,’’ jelasnya.

Namun, apa yang mereka presentasikan jauh lebih menarik. Ketiga siswa SMAN 4 Bojonegoro ini telah menemukan cara mengurangi pencemaran limbah pada air. Caranya hanya memanfaatkan tulang ayam. Tidak harus beli. Namun, limbah tulang ayam banyak didapatkan di warung-warung. 

Baca Juga :  Plt Kades Kapas, Bojonegoro Belum Tuntas

‘’Kami mendapatkannya dari warung soto,’’ ujarnya.

Leni Ayunda menambahkan, penemuan ini sebenarnya sudah lama. Saat ini lebih disempurnakan. Penerapannya lebih mudah. Cukup menaburkan bubuk tulang ayam. Tunggu beberapa saat. Hasilnya bisa terlihat. ‘’Dalam uji kami lakukan kandungan logam dan keasaman air atau PH mengalami penurunan,’’ ujar Leni.

Air tercemar limbah itu tidak lantas jadi steril dengan taburan bubuk tulang itu. Namun, penurunan pencemarannya cukup signifikan. Yaitu, 70 persen. ‘’Kalau sampai 100 persen belum lah. Masih harus disempurnakan lagi,’’ ucapnya.

Sejauh ini, baru uji coba terhadap limbah tekstil karena kategori berat dalam air. Pencemarannya bisa mengakibatkan banyak biota hidup dalam air mati. ‘’Apalagi pencemaran limbah tekstil di Bengawan Solo kerap terjadi,’’ ujar siswi berjilbab ini.

Baca Juga :  Taksi Online Enggan Mendaftar

Cara memanfaatkan tulang ayam mengurangi pencemaran cukup mudah. Tulang ayam sisa makanan dikeringkan. Bukan tulang ayam mentah. Lalu tulang dihancurkan sampai menjadi bubuk. Dan dicampur dengan natrium bikarbonat. Didiamkan sekitar 30 menit. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam air. ‘’Hasilnya bisa dilihat 20 menit kemudian,’’ ujarnya.

Meski begitu, lanjut Leni, penelitiannya itu harus disempurnakan lagi. Sehingga, pemanfaatanya menjadi lebih sedernaha. ‘’Kita akan terus berusaha menyempurnakan lagi. Kalau bisa air bisa steril dengan bubuk kami buat itu,’’ ucapnya dengan senyum.

Bojonegoro – Rico Ade Pebriawan, Leni Ayunda Ratu, dan Ardhi Taruna Revi masih di ruang kelas saat Jawa Pos Radar Bojonegoro menyambangi ketiganya di sekolahnya. Siang itu (13/11), mereka baru saja mengikuti kompetisi tingkat nasional di Universitas Negeri Semarang. Bio Compact Season 9. Sebuah kompetisi pemanfaatan limbah. 

‘’Tapi kami tidak berhasil menang dikategori utama. Kami menang di kategori lain. Alhamdulillah menang juara dua nasional,’’ ujar Rico.

Rico menjelaskan, timnya memberikan penjelasan dengan lebih mudah tentang pemanfaatan limbah. Yaitu, dengan desain grafis menarik dan mudah dipahami. ‘’Itu yang membuat kami meraih juara,’’ jelasnya.

Namun, apa yang mereka presentasikan jauh lebih menarik. Ketiga siswa SMAN 4 Bojonegoro ini telah menemukan cara mengurangi pencemaran limbah pada air. Caranya hanya memanfaatkan tulang ayam. Tidak harus beli. Namun, limbah tulang ayam banyak didapatkan di warung-warung. 

Baca Juga :  Plt Kades Kapas, Bojonegoro Belum Tuntas

‘’Kami mendapatkannya dari warung soto,’’ ujarnya.

Leni Ayunda menambahkan, penemuan ini sebenarnya sudah lama. Saat ini lebih disempurnakan. Penerapannya lebih mudah. Cukup menaburkan bubuk tulang ayam. Tunggu beberapa saat. Hasilnya bisa terlihat. ‘’Dalam uji kami lakukan kandungan logam dan keasaman air atau PH mengalami penurunan,’’ ujar Leni.

Air tercemar limbah itu tidak lantas jadi steril dengan taburan bubuk tulang itu. Namun, penurunan pencemarannya cukup signifikan. Yaitu, 70 persen. ‘’Kalau sampai 100 persen belum lah. Masih harus disempurnakan lagi,’’ ucapnya.

Sejauh ini, baru uji coba terhadap limbah tekstil karena kategori berat dalam air. Pencemarannya bisa mengakibatkan banyak biota hidup dalam air mati. ‘’Apalagi pencemaran limbah tekstil di Bengawan Solo kerap terjadi,’’ ujar siswi berjilbab ini.

Baca Juga :  Tukar Uang dengan Koin

Cara memanfaatkan tulang ayam mengurangi pencemaran cukup mudah. Tulang ayam sisa makanan dikeringkan. Bukan tulang ayam mentah. Lalu tulang dihancurkan sampai menjadi bubuk. Dan dicampur dengan natrium bikarbonat. Didiamkan sekitar 30 menit. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam air. ‘’Hasilnya bisa dilihat 20 menit kemudian,’’ ujarnya.

Meski begitu, lanjut Leni, penelitiannya itu harus disempurnakan lagi. Sehingga, pemanfaatanya menjadi lebih sedernaha. ‘’Kita akan terus berusaha menyempurnakan lagi. Kalau bisa air bisa steril dengan bubuk kami buat itu,’’ ucapnya dengan senyum.

Previous articleSI Akuisisi Holcim
Next articlePecinta Basket

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/