alexametrics
28.6 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Sebanyak 1.011 Siswa Ditilang

- Advertisement -

BOJONEGORO – Operasi Zebra 2018 selama 14 hari telah menjaring total 2.608 pelanggar. Dari jumlah itu, sebanyak 1.011 pengendara di bawah umur. Jumlah pelanggaran lalu lintas ini tentunya harus dijadikan koreksi bersama. Masih banyak pengendara motor maupun mobil kesadaran tertib berlalu lintasnya rendah. 

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS mengatakan, tujuh prioritas pelanggaran berpotensi mengakibatkan kecelakaan itu didominasi pengendara di bawah umur. Tentu hal ini jadi tanggung jawab bersama, tak hanya polisi, namun juga keluarga dan sekolah. 

“Upaya tilang atau teguran untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, bukan karena yang lain. Jadi pihak keluarga dan sekolah juga harus mengingatkan anak-anaknya belum punya SIM agar tidak berkendara di jalan raya,” tegasnya kemarin (14/11). 

Baca Juga :  Kemarau, Luas Areal Padi Tersisa Separo

Adanya operasi zebra seharusnya bisa menyadarkan masyarakat pentingnya tertib lalu lintas untuk keselamatan sendiri. Setidaknya, adanya ketertiban menghasilkan angka kecelakaan bisa turun. “Kalau semua tertib, insyaallah angka kecelakaan bisa turun,” ujarnya. 

Selain menilang dan menegur, petugas juga menyita kendaraan bermotor roda dua 17 unit. Karena pemilik kendaraan tersebut tidak memiliki surat-surat lengkap. Akhir tahun nanti, juga akan dilakukan analisa dan evaluasi (anev) terkait titik black spot (lokasi rawan kecelakaan). 

- Advertisement -

Dia mengatakan, titik black spot saat ini masih di Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo. “Tunggu akhir tahun kalau untuk menentukan titik black spot yang baru. Entah nanti tetap di titik yang sama atau pindah, atau bahkan lebih dari satu. Menunggu rekapan data kecelakaan selama setahun ini,” bebernya. (bgs/rij)

Baca Juga :  Pakai Oklik Kemerdekaan Usung Keragaman Nusantara

BOJONEGORO – Operasi Zebra 2018 selama 14 hari telah menjaring total 2.608 pelanggar. Dari jumlah itu, sebanyak 1.011 pengendara di bawah umur. Jumlah pelanggaran lalu lintas ini tentunya harus dijadikan koreksi bersama. Masih banyak pengendara motor maupun mobil kesadaran tertib berlalu lintasnya rendah. 

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS mengatakan, tujuh prioritas pelanggaran berpotensi mengakibatkan kecelakaan itu didominasi pengendara di bawah umur. Tentu hal ini jadi tanggung jawab bersama, tak hanya polisi, namun juga keluarga dan sekolah. 

“Upaya tilang atau teguran untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, bukan karena yang lain. Jadi pihak keluarga dan sekolah juga harus mengingatkan anak-anaknya belum punya SIM agar tidak berkendara di jalan raya,” tegasnya kemarin (14/11). 

Baca Juga :  Toko Rajin Gelontor Ragam Tas Slempang

Adanya operasi zebra seharusnya bisa menyadarkan masyarakat pentingnya tertib lalu lintas untuk keselamatan sendiri. Setidaknya, adanya ketertiban menghasilkan angka kecelakaan bisa turun. “Kalau semua tertib, insyaallah angka kecelakaan bisa turun,” ujarnya. 

Selain menilang dan menegur, petugas juga menyita kendaraan bermotor roda dua 17 unit. Karena pemilik kendaraan tersebut tidak memiliki surat-surat lengkap. Akhir tahun nanti, juga akan dilakukan analisa dan evaluasi (anev) terkait titik black spot (lokasi rawan kecelakaan). 

- Advertisement -

Dia mengatakan, titik black spot saat ini masih di Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo. “Tunggu akhir tahun kalau untuk menentukan titik black spot yang baru. Entah nanti tetap di titik yang sama atau pindah, atau bahkan lebih dari satu. Menunggu rekapan data kecelakaan selama setahun ini,” bebernya. (bgs/rij)

Baca Juga :  Plong, Kekurangan Surat Suara Dikirim Penuh

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/