alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Masih Ada Ribuan Janda Miskin

BOJONEGORO – Ribuan janda miskin tersebar di wilayah Bojonegoro. Sejak 2015 hingga 2017, terdata sebanyak 2.797 janda kepala rumah tangga dalam kondisi miskin. Ribuan janda tersebut, yang sudah terdata melalui penanggulangan feminisasi kemiskinan (PFK) Pemkab. Di luar data itu, diperkirakan masih banyak janda dalam kategori miskin. 

Kabid Ketahanan Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro, Imam Cahyono mengatakan, Pemkab sudah mulai mendata dan melakukan intervensi terhadap ribuan janda tersebut sejak 2015. Terdapat sebanyak 1.000 janda dalam kondisi miskin terdata. Tahun berikutnya sebanyak 1000 janda kembali didata. Dan tahun ini, tercatat sebanyak 797 janda. 

“Setiap tahun, orangnya beda-beda, tidak sama,” kata dia selasa (14/11)

Baca Juga :  Tak Waspada, Caleg Petahana Bisa Tergeser

Intervensi pemkab pada para janda miskin, kata dia, melalui penanggulangan feminisasi kemiskinan (PFK). Di mana, masing-masing janda mendapat bantuan modal usaha sebesar Rp 2,5 juta diambil dari APBD. Dengan anggaran mencapai Rp 7,6 miliar selama tiga tahun. Rinciannya, Rp 2,7 miliar pada 2015, Rp 2,7 miliar pada 2016, dan Rp 2,1 miliar pada 2017.

Dari penanggulangan tersebut, dia mengakui keberhasilan baru mencapai 70 persen. Sisanya, modal usaha tersebut tidak jelas. “Setelah diberi modal usaha, memang harus dikawal. Nah, banyak juga yang kurang terkawal,” imbuh dia. 

Penanggulangan janda miskin, kata Imam, memang sangat dipengaruhi pengawalan pemerintah desa (pemdes). Sebab, pemdes paling dekat dengan mereka. Pemdes  yang mengawal pemberian bantuan tersebut, bisa tahu kegunaan bantuan. Untuk digunakan usaha atau tidak. Sejauh ini, kesuksesan program baru capai 70 persen.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan MoU dengan Delapan RS Swasta

Sisanya masih belum maksimal. Sebab, masih banyak kelemahan didapati. Salah satunya, proses pengawalan dan pengawasan pihak pemdes masih lemah. 

“Ini sangat tergantung kinerja pemerintah desa, sebab jarang ada yang mengawal,” pungkasnya. 

BOJONEGORO – Ribuan janda miskin tersebar di wilayah Bojonegoro. Sejak 2015 hingga 2017, terdata sebanyak 2.797 janda kepala rumah tangga dalam kondisi miskin. Ribuan janda tersebut, yang sudah terdata melalui penanggulangan feminisasi kemiskinan (PFK) Pemkab. Di luar data itu, diperkirakan masih banyak janda dalam kategori miskin. 

Kabid Ketahanan Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro, Imam Cahyono mengatakan, Pemkab sudah mulai mendata dan melakukan intervensi terhadap ribuan janda tersebut sejak 2015. Terdapat sebanyak 1.000 janda dalam kondisi miskin terdata. Tahun berikutnya sebanyak 1000 janda kembali didata. Dan tahun ini, tercatat sebanyak 797 janda. 

“Setiap tahun, orangnya beda-beda, tidak sama,” kata dia selasa (14/11)

Baca Juga :  Desa Napis Berpacu Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem

Intervensi pemkab pada para janda miskin, kata dia, melalui penanggulangan feminisasi kemiskinan (PFK). Di mana, masing-masing janda mendapat bantuan modal usaha sebesar Rp 2,5 juta diambil dari APBD. Dengan anggaran mencapai Rp 7,6 miliar selama tiga tahun. Rinciannya, Rp 2,7 miliar pada 2015, Rp 2,7 miliar pada 2016, dan Rp 2,1 miliar pada 2017.

Dari penanggulangan tersebut, dia mengakui keberhasilan baru mencapai 70 persen. Sisanya, modal usaha tersebut tidak jelas. “Setelah diberi modal usaha, memang harus dikawal. Nah, banyak juga yang kurang terkawal,” imbuh dia. 

Penanggulangan janda miskin, kata Imam, memang sangat dipengaruhi pengawalan pemerintah desa (pemdes). Sebab, pemdes paling dekat dengan mereka. Pemdes  yang mengawal pemberian bantuan tersebut, bisa tahu kegunaan bantuan. Untuk digunakan usaha atau tidak. Sejauh ini, kesuksesan program baru capai 70 persen.

Baca Juga :  Sampai Menolak Hewan Kurban

Sisanya masih belum maksimal. Sebab, masih banyak kelemahan didapati. Salah satunya, proses pengawalan dan pengawasan pihak pemdes masih lemah. 

“Ini sangat tergantung kinerja pemerintah desa, sebab jarang ada yang mengawal,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Menikmati Sunset di Pantai

Gabung Komunitas Sosial

Perekaman E-KTP Sasar Pemula 

Artikel Terbaru


/