alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

PT GDK-PT ADS Belum Setor PAD

BOJONEGORO – Dua badan usaha milik daerah (BUMD) di Bojonegoro masih belum setor pendapatan asli daerah (PAD). Padahal, pemkab setempat sudah meminta seluruh perusahaan pelat merah tersebut untuk menyetor sejak semester pertama tahun ini.

Laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, dua BUMD yang belum setor tersebut, PT Griya Dharma Kusuma (GDK) dan PT Asri Dharma Sentosa (ADS).

Sekretaris Bapenda Bojonegoro Dilli Triwibowo mengatakan, tahun ini GDK menarget pendapatannya Rp 139 juta. Sedangkan PT ADS memiliki target Rp 700 juta. ‘’Hingga kini masih belum setor sama sekali,’’ ujar Dilli.

Baca Juga :  Jembatan Sosrodilogo Dongkrak Perekonomian Warga

Tahun lalu, PT ADS berhasil menyetor Rp 2,1 miliar. Angka yang disetor  BUMD pemkab yang menanganai partisipating interest Blok Cepu tersebut sesuai target.

Sedangkan untuk GDK, tahun lalu tidak berhasil setor PAD. Sebab, kondisi keuangan BUMD yang bergerak di bidang hotel ini tengah sulit. ‘’Sudah dua tahun ini tidak setor PAD,’’ ujar dia. BUMD lain, seperti PT BBS, Bank Daerah BPR, dan Bank Jatim sudah menyetorkan PAD.

Perlu diketahui, Bank Jatim bukanlah BUMD pemkab. Namun, pemkab memiliki saham di bank pelat merah tersebut. Karena itu, tiap tahun Bank Jatim harus memberikan PAD ke pemkab.

Dikonfirmasi terpisah, Direktut GDK Bojonegoro Nila Puri Wijaya mengatakan, pihaknya masih berupaya mengejar target PAD pada tahun ini. Pihaknya optimistis target PAD sebesar Rp 139 juta bisa terealisasi. ‘’Kita masih terus berjuang,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Berpesan Selalu Cegah Bencana

Pria asal Surabaya itu mengakui  kondisi keuangan GDK selama dua tahun ini memang sulit. Namun, saat ini mulai ada perbaikan kinerja. ‘’Insyallah target bisa tercapai,’’ tegas dia.

Sementara Plt Direktur PT ADS Setyo Yuliono mengatakan, pihaknya belum setor PAD karena masih dalam tahap audit internal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah audit, kata dia, pihaknya menyetorkan PAD. ‘’Proses audit masih belum selesai,’’ jelasnya.

Selain proses audit, PT ADS saat ini juga tengah melakukan pengisian direktur. Jabatan direktur BUMD ini kosong sejak akhir tahun lalu.

BOJONEGORO – Dua badan usaha milik daerah (BUMD) di Bojonegoro masih belum setor pendapatan asli daerah (PAD). Padahal, pemkab setempat sudah meminta seluruh perusahaan pelat merah tersebut untuk menyetor sejak semester pertama tahun ini.

Laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, dua BUMD yang belum setor tersebut, PT Griya Dharma Kusuma (GDK) dan PT Asri Dharma Sentosa (ADS).

Sekretaris Bapenda Bojonegoro Dilli Triwibowo mengatakan, tahun ini GDK menarget pendapatannya Rp 139 juta. Sedangkan PT ADS memiliki target Rp 700 juta. ‘’Hingga kini masih belum setor sama sekali,’’ ujar Dilli.

Baca Juga :  Menteri Desa PDTT dan Bupati Bojonegoro Resmikan Beasiswa Unesa 2022

Tahun lalu, PT ADS berhasil menyetor Rp 2,1 miliar. Angka yang disetor  BUMD pemkab yang menanganai partisipating interest Blok Cepu tersebut sesuai target.

Sedangkan untuk GDK, tahun lalu tidak berhasil setor PAD. Sebab, kondisi keuangan BUMD yang bergerak di bidang hotel ini tengah sulit. ‘’Sudah dua tahun ini tidak setor PAD,’’ ujar dia. BUMD lain, seperti PT BBS, Bank Daerah BPR, dan Bank Jatim sudah menyetorkan PAD.

Perlu diketahui, Bank Jatim bukanlah BUMD pemkab. Namun, pemkab memiliki saham di bank pelat merah tersebut. Karena itu, tiap tahun Bank Jatim harus memberikan PAD ke pemkab.

Dikonfirmasi terpisah, Direktut GDK Bojonegoro Nila Puri Wijaya mengatakan, pihaknya masih berupaya mengejar target PAD pada tahun ini. Pihaknya optimistis target PAD sebesar Rp 139 juta bisa terealisasi. ‘’Kita masih terus berjuang,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Lelang Proyek Trotoar Jadi Rebutan

Pria asal Surabaya itu mengakui  kondisi keuangan GDK selama dua tahun ini memang sulit. Namun, saat ini mulai ada perbaikan kinerja. ‘’Insyallah target bisa tercapai,’’ tegas dia.

Sementara Plt Direktur PT ADS Setyo Yuliono mengatakan, pihaknya belum setor PAD karena masih dalam tahap audit internal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah audit, kata dia, pihaknya menyetorkan PAD. ‘’Proses audit masih belum selesai,’’ jelasnya.

Selain proses audit, PT ADS saat ini juga tengah melakukan pengisian direktur. Jabatan direktur BUMD ini kosong sejak akhir tahun lalu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Baru Bisa Bersepeda

Mati di Dalam Truk

Tim Putri Lolos, Putra Keok


/