alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Ingin Lebih Berkontribusi bagi Negara

NIL MAIZAR menjadi salah satu pelatih yang mendapatkan lisensi kepelatihan AFC Pro. Dia berharap pelatih – pelatih muda bisa mengikuti jejaknya.

Suasana mes Persela lebih ramai dari biasanya, Minggu siang (8/9). Setelah memimpin rapat penentuan nasib penggawa asing, pelatih 49 tahun itu melakukan video call dengan keluarganya. Video call menjadi salah satu cara pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu melepas rindu terhadap keluarganya.

Sebelumnya, Jumat (6/9), mantan pelatih timnas PSSI 2012 – 2013 tersebut menerima lisensi AFC Pro di Hotel Atlet Century, Jakarta. ‘’Cukup berat melalui kursus kepelatihan AFC Pro. Butuh waktu satu tahun lebih. Alhamdulillah, akhirnya bisa menyelesaikan,’’ tutur Nil kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Baca Juga :  Proyek Kios Stadion Surajaya Dilanjutkan Bulan Depan

Nil meraih lisensi AFC Pro bersama sejumlah pelatih di Indonesia. Di antaranya Aji Santoso,  Rahmad Darmawan, Indra Sjafri, Yeyen Tumena, Djadjang Nurdjaman, Widodo C. Putro, Mundari Karya, Lestiadi, Rudy Eka, dan Seto Nurdiantoro. Saat kursus, tempatnya tak hanya di Indonesia. Juga Spanyol.

‘’Harus berkorban pikiran, perasaan, tenaga, dan waktu demi AFC Pro. Itu yang membuat cukup berkesan,’’ tutur pelatih yang meraih lisensi A AFC pada 2007 tersebut.

Dengan memegang lisensi tertinggi pelatih sepak bola di Indonesia, Nil ingin lebih maksimal di Persela maupun berkontribusi bagi negara.  ‘’Motivasi terbesar ingin memberikan sesuatu yang maksimal untuk bangsa dan negara demi sepak bola,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Kuis Ala Pasintel Kodim 0703 Kodim Cilacap

Nil berharap apa yang telah dilaluinya bersama pelatih peraih lisensi AFC Pro, bisa diikuti pelatih-pelatih muda berbakat di tanah air.  Mereka harus memiliki kebulatan tekad, kerja keras, dan sabar dengan proses yang membutuhkan waktu lama. ‘’Dan satu hal yang perlu ditanamkan oleh pelatih muda adalah sepenggal doa,’’ tuturnya.

NIL MAIZAR menjadi salah satu pelatih yang mendapatkan lisensi kepelatihan AFC Pro. Dia berharap pelatih – pelatih muda bisa mengikuti jejaknya.

Suasana mes Persela lebih ramai dari biasanya, Minggu siang (8/9). Setelah memimpin rapat penentuan nasib penggawa asing, pelatih 49 tahun itu melakukan video call dengan keluarganya. Video call menjadi salah satu cara pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu melepas rindu terhadap keluarganya.

Sebelumnya, Jumat (6/9), mantan pelatih timnas PSSI 2012 – 2013 tersebut menerima lisensi AFC Pro di Hotel Atlet Century, Jakarta. ‘’Cukup berat melalui kursus kepelatihan AFC Pro. Butuh waktu satu tahun lebih. Alhamdulillah, akhirnya bisa menyelesaikan,’’ tutur Nil kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Baca Juga :  Temukan Banyak Hewan Kurban Belum Cukup Umur

Nil meraih lisensi AFC Pro bersama sejumlah pelatih di Indonesia. Di antaranya Aji Santoso,  Rahmad Darmawan, Indra Sjafri, Yeyen Tumena, Djadjang Nurdjaman, Widodo C. Putro, Mundari Karya, Lestiadi, Rudy Eka, dan Seto Nurdiantoro. Saat kursus, tempatnya tak hanya di Indonesia. Juga Spanyol.

‘’Harus berkorban pikiran, perasaan, tenaga, dan waktu demi AFC Pro. Itu yang membuat cukup berkesan,’’ tutur pelatih yang meraih lisensi A AFC pada 2007 tersebut.

Dengan memegang lisensi tertinggi pelatih sepak bola di Indonesia, Nil ingin lebih maksimal di Persela maupun berkontribusi bagi negara.  ‘’Motivasi terbesar ingin memberikan sesuatu yang maksimal untuk bangsa dan negara demi sepak bola,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Pemburu Takjil Memacetkan Jalan

Nil berharap apa yang telah dilaluinya bersama pelatih peraih lisensi AFC Pro, bisa diikuti pelatih-pelatih muda berbakat di tanah air.  Mereka harus memiliki kebulatan tekad, kerja keras, dan sabar dengan proses yang membutuhkan waktu lama. ‘’Dan satu hal yang perlu ditanamkan oleh pelatih muda adalah sepenggal doa,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/