alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Kebutuhan Air Baku PDAM Masih Aman

KOTA – Di tengah ancaman kekeringan di musim kemarau saat ini, debit air Bengawan Solo di wilayah Lamongan masih aman.

Kebutuhan air baku PDAM setempat diperkirakan terpenuhi hingga akhir kemarau mendatang.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan, kedalaman air Bengawan Solo saat ini masih sekitar 4,5 meter.

‘’Kedalaman air Bengawan Solo tersebut masih aman untuk pengambilan air baku PDAM Lamongan, bahkan hingga akhir kemarau yang diperkirakan sampai Oktober mendatang,’’ katanya kemarin (14/9).

Kondisi tersebut diperkuat adanya Babat Barrage.

Jika bendung gerak tersebut ditutup, maka kedalaman air Bengawan Solo di sekitar pompa intake PDAM untuk pengambilan air baku semakin tinggi.

‘’Bila Babat Barrage ditutup, kedalaman air Bengawan Solo saat ini bisa mencapai 5,22 meter, sehingga semakin aman,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemdes Ngampel Tolak Permintaan Pemkab

Menurut mantan Sekcam Sugio itu, air Bengawan Solo dalam kondisi gawat bagi PDAM bila kedalamannya di bawah 4,5 meter.

‘’Seperti yang terjadi pada 2013. Saat itu kedalaman air Bengawan Solo sekitar 2 meter, membuat pasokan air PDAM sering macet.

Karena pompa intake tidak mampu mengambil air baku dari bengawan, meski posisinya sudah turun,’’jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi kemarau seperti saat ini membuat kadar kekeruhan air Bengawan Solo minim.

PDAM tidak memerlukan proses terlalu panjang untuk menjadikan air baku. ‘’Jika musim penghujan, tingkat kekeruhan air mencapai 2 ribu NTU (Nephelometric Turbidity Unit), skala kekeruhan air.

Sedangkan sesuai ketentuannya, air yang layak hanya sebesar 5 NTU,’’ ujarnya.

Baca Juga :  DPRKP Prioritaskan PJU Made

Agus menuturkan, PDAM selama ini sudah memiliki sistem pengolahan  air baku sampai skala 1,2 atau 1,4 NTU.

‘’Jika musim kemarau seperti ini air cenderung tenang, sehingga skala NTU di Sungai Bengawan Solo hanya sekitar 90 – 100,’’ tuturnya.

Saat ini, jumlah konsumen PDAM Lamongan mencapai 8.675 sambungan rumah (SR). Jumlah itu meningkat 520 SR dibandingkan tahun lalu.

PDAM Lamongan juga akan memperluas jaringannya. Rencananya air baku dari Sungai Brantas akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan air baku di daerah selatan.

Khususnya wilayah Kecamatan Mantup, Kembangbahu, dan Tikung, yang mencapai sekitar 5.000 SR.

KOTA – Di tengah ancaman kekeringan di musim kemarau saat ini, debit air Bengawan Solo di wilayah Lamongan masih aman.

Kebutuhan air baku PDAM setempat diperkirakan terpenuhi hingga akhir kemarau mendatang.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan, kedalaman air Bengawan Solo saat ini masih sekitar 4,5 meter.

‘’Kedalaman air Bengawan Solo tersebut masih aman untuk pengambilan air baku PDAM Lamongan, bahkan hingga akhir kemarau yang diperkirakan sampai Oktober mendatang,’’ katanya kemarin (14/9).

Kondisi tersebut diperkuat adanya Babat Barrage.

Jika bendung gerak tersebut ditutup, maka kedalaman air Bengawan Solo di sekitar pompa intake PDAM untuk pengambilan air baku semakin tinggi.

‘’Bila Babat Barrage ditutup, kedalaman air Bengawan Solo saat ini bisa mencapai 5,22 meter, sehingga semakin aman,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mantan Kiper Persebaya Ikut Tangani Tuban

Menurut mantan Sekcam Sugio itu, air Bengawan Solo dalam kondisi gawat bagi PDAM bila kedalamannya di bawah 4,5 meter.

‘’Seperti yang terjadi pada 2013. Saat itu kedalaman air Bengawan Solo sekitar 2 meter, membuat pasokan air PDAM sering macet.

Karena pompa intake tidak mampu mengambil air baku dari bengawan, meski posisinya sudah turun,’’jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi kemarau seperti saat ini membuat kadar kekeruhan air Bengawan Solo minim.

PDAM tidak memerlukan proses terlalu panjang untuk menjadikan air baku. ‘’Jika musim penghujan, tingkat kekeruhan air mencapai 2 ribu NTU (Nephelometric Turbidity Unit), skala kekeruhan air.

Sedangkan sesuai ketentuannya, air yang layak hanya sebesar 5 NTU,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dicky Andrianto, Penulis Naskah Sandur Karyanya Akan Dibukukan

Agus menuturkan, PDAM selama ini sudah memiliki sistem pengolahan  air baku sampai skala 1,2 atau 1,4 NTU.

‘’Jika musim kemarau seperti ini air cenderung tenang, sehingga skala NTU di Sungai Bengawan Solo hanya sekitar 90 – 100,’’ tuturnya.

Saat ini, jumlah konsumen PDAM Lamongan mencapai 8.675 sambungan rumah (SR). Jumlah itu meningkat 520 SR dibandingkan tahun lalu.

PDAM Lamongan juga akan memperluas jaringannya. Rencananya air baku dari Sungai Brantas akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan air baku di daerah selatan.

Khususnya wilayah Kecamatan Mantup, Kembangbahu, dan Tikung, yang mencapai sekitar 5.000 SR.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/