alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Izin Pasar Tak Keluar, Warga Ngampel Demo

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Puluhan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, menggelar unjuk rasa mendatangi Pemkab Bojonegoro kemarin (14/8). Unjuk rasa menuntut pemkab agar segera menerbitkan izin pembangunan pasar desa setempat.

’’Aksi ini sebagai bentuk protes warga pada pemkab yang tidak kunjung menerbitkan izin,’’ kata Kepala Desa (Kades) Ngampel Pudjianto.

Aksi dimulai dari lokasi yang akan didirikan pasar di Jalan Pemuda, Bojonegoro. Selanjutnya, pendemo melakukan long march hingga ke pendapa pemkab. Sambil membentangkan spanduk, warga melakukan orasi di depan pendapa dan ingin bertemu Bupati Anna Mu’awanah.  

Pudji menjelaskan, warga ingin bupati segera menandatangani izin pendirian pasar itu. Sebab, izin sudah diajukan sejak setahun lalu. Namun, hingga kini belum ada kejelasan. ’’Izin yang kami minta adalah izin guna serap. Itu untuk mengurus IMB (izin mendirikan bangunan),’’ jelasnya.

Baca Juga :  Membudayakan Dialek Bojonegoro

Menurut Pudji, pelayanan kepengurusan izin seharusnya tidak harus lama. Bisa diselesaikan dengan cepat. Sebab, syarat-syarat pengajuan izin sudah lengkap. ’’Tapi kenapa kok belum juga dikeluarkan izinnya,’’ jelasnya.

Para pendemo kecewa karena tidak bisa bertemu bupati. Mereka juga menolak ditemui Asisten II Pemkab Setyo Yuliono, yang mewakili bupati. ’’Kami ingin bertemu bupati langsung karena bupati yang bisa mengeluarkan izin,’’ jelasnya. 

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Masirin menjelaskan, bupati ada kegiatan rapat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). ’’Untuk penerimaan pendemo diwakilkan pada asisten II bidang perekonomian dan sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,’’ ujarnya saat dikonfirmasi. 

Rencana pembangunan Pasar Ngampel sudah cukup lama. Yakni pada 2015 lalu. Namun, hingga kini belum ada proses pembangunan sama sekali. Rencananya, pasar itu dibangun di tanah kas desa yang berlokasi di Jalan Pemuda. 

Baca Juga :  Cadangan Minyak Tersisa 15 Tahun

Pasar Ngampel tidak dibangun sendiri oleh pemerintah desa (pemdes). Pembangunan pasar itu dibiayai dan dilakukan pihak ketiga. Pemdes dan pihak ketiga melakukan kerja sama dalam pengelolaannya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Puluhan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, menggelar unjuk rasa mendatangi Pemkab Bojonegoro kemarin (14/8). Unjuk rasa menuntut pemkab agar segera menerbitkan izin pembangunan pasar desa setempat.

’’Aksi ini sebagai bentuk protes warga pada pemkab yang tidak kunjung menerbitkan izin,’’ kata Kepala Desa (Kades) Ngampel Pudjianto.

Aksi dimulai dari lokasi yang akan didirikan pasar di Jalan Pemuda, Bojonegoro. Selanjutnya, pendemo melakukan long march hingga ke pendapa pemkab. Sambil membentangkan spanduk, warga melakukan orasi di depan pendapa dan ingin bertemu Bupati Anna Mu’awanah.  

Pudji menjelaskan, warga ingin bupati segera menandatangani izin pendirian pasar itu. Sebab, izin sudah diajukan sejak setahun lalu. Namun, hingga kini belum ada kejelasan. ’’Izin yang kami minta adalah izin guna serap. Itu untuk mengurus IMB (izin mendirikan bangunan),’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ramai Pesanan Dua Bulan sebelum Petik Laut

Menurut Pudji, pelayanan kepengurusan izin seharusnya tidak harus lama. Bisa diselesaikan dengan cepat. Sebab, syarat-syarat pengajuan izin sudah lengkap. ’’Tapi kenapa kok belum juga dikeluarkan izinnya,’’ jelasnya.

Para pendemo kecewa karena tidak bisa bertemu bupati. Mereka juga menolak ditemui Asisten II Pemkab Setyo Yuliono, yang mewakili bupati. ’’Kami ingin bertemu bupati langsung karena bupati yang bisa mengeluarkan izin,’’ jelasnya. 

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Masirin menjelaskan, bupati ada kegiatan rapat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). ’’Untuk penerimaan pendemo diwakilkan pada asisten II bidang perekonomian dan sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,’’ ujarnya saat dikonfirmasi. 

Rencana pembangunan Pasar Ngampel sudah cukup lama. Yakni pada 2015 lalu. Namun, hingga kini belum ada proses pembangunan sama sekali. Rencananya, pasar itu dibangun di tanah kas desa yang berlokasi di Jalan Pemuda. 

Baca Juga :  Seriusi UU Pornografi , Semua Model Diperiksa

Pasar Ngampel tidak dibangun sendiri oleh pemerintah desa (pemdes). Pembangunan pasar itu dibiayai dan dilakukan pihak ketiga. Pemdes dan pihak ketiga melakukan kerja sama dalam pengelolaannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/