alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Gaji dan Tunjangan DPRD Sebulan Rp 29,4 Juta

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penghasilan sebagai anggota DPRD ternyata cukup banyak. Tidak hanya menerima gaji pokok. Para wakil rakyat juga menerima berbagai tunjangan. Tidak heran, banyak yang memperebutkan kursi sebagai anggota legislatif.

Kabag Perundangan, Humas, dan Protokol Sekretaris DPRD (Sekwan) Teguh Wibowo mengatakan, penghasilan anggota DPRD terdiri atas gaji pokok dan berbagai tunjangan. Gaji pokoknya tidak sebesar tunjangan yang diterima.

’’Yang banyak memang tunjangan,’’ ujarnya ditemui kemarin (14/8).

Setiap bulan anggota DPRD menerima gaji dan tunjangan sebesar Rp 29,4 juta. Ketua dan wakil ketua bisa menerima lebih banyak. 

Teguh menjelaskan, gaji pokok anggota dan pimpinan DPRD tidak besar. Ketua DPRD menerima gaji pokok Rp 2,2 juta. Wakil Ketua DPRD menerima Rp 1,6 juta. Sedangkan, anggota DPRD menerima gaji pokok Rp 1,5 juta per bulan.

Baca Juga :  Tahan Beban 180 Ton, Perkuat Enam Jembatan
- Advertisement -

’’Yang banyak memang tunjangannya,’’ terang pria yang kini menjabat Pelaksana Harian (Plh) Sekwan itu.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2017, ada delapan tunjangan yang diterima anggota dan pimpinan DPRD. Yakni tunjangan representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan alat kelengkapan dewan, dan tunjangan alat kelengkapan lain.

’’Juga ada tunjangan perumahan. Ketua Rp 15 juta, wakil ketua Rp 12 juta, dan anggota Rp 10 juta,’’ ujar Teguh.

Gaji dan tunjangan diterimakan rutin setiap bulan. Sebab, itu adalah penghasilan pokok anggota DPRD. Itu belum anggaran kunjungan kerja dan reses. ’’Kalau kunjungan kerja dan reses adalah kegiatan. Dananya diterimakan setelah kegiatan dilaksanakan,’’ ujar Teguh, sapaannya.

Baca Juga :  Petikan Kelima, Harga Rp 30 Ribu Per Kilogram

Sementara itu, untuk uang jasa pengabdian atau pesangon, diterimakan pada semua anggota DPRD. Baik yang terpilih lagi atau yang tidak. Bukan hanya untuk 20 anggota DPRD yang tidak terpilih lagi. Namun, besaran yang diterimakan tetap berbeda sesuai dengan masa bakti.

Ketua DPRD menerima uang jasa pengabdian sebesar Rp 8,4 juta. Wakil ketua menerima Rp 10 juta dan anggota Rp 9,4 juta. ’’Total untuk 50 anggota DPRD yang purna anggarannya mencapai 455 juta,’’ tuturnya.

Anggota DPRD Anam Warsito mengatakan, gaji dan tunjangan total setelah dikurangi pajak sebesar Rp 29,4 juta. ’’Itu bersih yang diterima. Itu juga lain dengan kunjungan kerja karena kunjungan bukan gaji,’’ kata Anam.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penghasilan sebagai anggota DPRD ternyata cukup banyak. Tidak hanya menerima gaji pokok. Para wakil rakyat juga menerima berbagai tunjangan. Tidak heran, banyak yang memperebutkan kursi sebagai anggota legislatif.

Kabag Perundangan, Humas, dan Protokol Sekretaris DPRD (Sekwan) Teguh Wibowo mengatakan, penghasilan anggota DPRD terdiri atas gaji pokok dan berbagai tunjangan. Gaji pokoknya tidak sebesar tunjangan yang diterima.

’’Yang banyak memang tunjangan,’’ ujarnya ditemui kemarin (14/8).

Setiap bulan anggota DPRD menerima gaji dan tunjangan sebesar Rp 29,4 juta. Ketua dan wakil ketua bisa menerima lebih banyak. 

Teguh menjelaskan, gaji pokok anggota dan pimpinan DPRD tidak besar. Ketua DPRD menerima gaji pokok Rp 2,2 juta. Wakil Ketua DPRD menerima Rp 1,6 juta. Sedangkan, anggota DPRD menerima gaji pokok Rp 1,5 juta per bulan.

Baca Juga :  Cerita Dalang Wayang Kulit Suratno Kondhodarmono
- Advertisement -

’’Yang banyak memang tunjangannya,’’ terang pria yang kini menjabat Pelaksana Harian (Plh) Sekwan itu.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2017, ada delapan tunjangan yang diterima anggota dan pimpinan DPRD. Yakni tunjangan representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan alat kelengkapan dewan, dan tunjangan alat kelengkapan lain.

’’Juga ada tunjangan perumahan. Ketua Rp 15 juta, wakil ketua Rp 12 juta, dan anggota Rp 10 juta,’’ ujar Teguh.

Gaji dan tunjangan diterimakan rutin setiap bulan. Sebab, itu adalah penghasilan pokok anggota DPRD. Itu belum anggaran kunjungan kerja dan reses. ’’Kalau kunjungan kerja dan reses adalah kegiatan. Dananya diterimakan setelah kegiatan dilaksanakan,’’ ujar Teguh, sapaannya.

Baca Juga :  Tendang Pemotor, Komplotan Begal Rampas HP

Sementara itu, untuk uang jasa pengabdian atau pesangon, diterimakan pada semua anggota DPRD. Baik yang terpilih lagi atau yang tidak. Bukan hanya untuk 20 anggota DPRD yang tidak terpilih lagi. Namun, besaran yang diterimakan tetap berbeda sesuai dengan masa bakti.

Ketua DPRD menerima uang jasa pengabdian sebesar Rp 8,4 juta. Wakil ketua menerima Rp 10 juta dan anggota Rp 9,4 juta. ’’Total untuk 50 anggota DPRD yang purna anggarannya mencapai 455 juta,’’ tuturnya.

Anggota DPRD Anam Warsito mengatakan, gaji dan tunjangan total setelah dikurangi pajak sebesar Rp 29,4 juta. ’’Itu bersih yang diterima. Itu juga lain dengan kunjungan kerja karena kunjungan bukan gaji,’’ kata Anam.

Artikel Terkait

Most Read

Dua Pilihan Mondok

Pagu Luar Kota Tidak Terpenuhi

Kalah Telak, Gagal ke Semifinal

Artikel Terbaru


/