alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Harga Pakan Ternak Naik di Bojonegoro, Penggemukan Melambat

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pakan ternak konsentrat mengalami peningkatan harga. Hingga saat ini belum normal, padahal kenaikan terjadi sebelum Iduladha. Kondisi ini membuat peternak sapi dan kambing mengurangi pakan pabrikan. Tentu, berpengaruh melambatnya penggemukan sapi.

 

  1. Rijal Masyur Amin salah satu peternak mengatakan, harga pakan ternak dari pabrik mengalami kenaikan. Salah satunya bungkil sawit sebelumnya Rp 2.000 per kilogram, kini Rp 2.700 hingga Rp 3.000.

 

Peternak asal Kecamatan Kanor itu mengatakan, peternak konvensional mengurangi pemberian pakan konsentrat. Sebaliknya memperbanyak pakan hijau. Pengurangan pakan dari pabrikan berpengaruh pertumbuhan lambat dan stagnan. Sehingga waktu pemeliharaan lebih lama.

 

- Advertisement -

“Bagi peternak modern atau ternak skala besar dilakukan perubahan ransum pembuatan konsentrat,” jelas peternak milenial ini.

Baca Juga :  Pasangan Suami Istri Kompak Curi 25 Unit Motor Sejak 2019

 

Sulkan Imron peternak lainnya membenarkan pakan ternak harganya naik. Dari Rp 170.000 per karung menjadi Rp 180.000. Kenaikan sudah terjadi sejak menjelang Hari Raya Kurban. Hanya, kenaikan ini tidak diimbangi harga ternak tidak mengalami kenaikan drastis. Hanya ketika Idul Adha terdapat sedikit kenaikan dari hari biasa.

 

“Keuntungan peternak berkurang,” ujarnya.

 

Menurut Imron, semua peternak merasakan kenaikan harga pakan tersebut. Terlebih kenaikan tidak hanya terjadi kali ini saja. Sejak dua bulan lalu harga pakan naik secara bertahap. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pakan ternak konsentrat mengalami peningkatan harga. Hingga saat ini belum normal, padahal kenaikan terjadi sebelum Iduladha. Kondisi ini membuat peternak sapi dan kambing mengurangi pakan pabrikan. Tentu, berpengaruh melambatnya penggemukan sapi.

 

  1. Rijal Masyur Amin salah satu peternak mengatakan, harga pakan ternak dari pabrik mengalami kenaikan. Salah satunya bungkil sawit sebelumnya Rp 2.000 per kilogram, kini Rp 2.700 hingga Rp 3.000.

 

Peternak asal Kecamatan Kanor itu mengatakan, peternak konvensional mengurangi pemberian pakan konsentrat. Sebaliknya memperbanyak pakan hijau. Pengurangan pakan dari pabrikan berpengaruh pertumbuhan lambat dan stagnan. Sehingga waktu pemeliharaan lebih lama.

 

- Advertisement -

“Bagi peternak modern atau ternak skala besar dilakukan perubahan ransum pembuatan konsentrat,” jelas peternak milenial ini.

Baca Juga :  Konsep Perputaran Buku Antarperpus Desa

 

Sulkan Imron peternak lainnya membenarkan pakan ternak harganya naik. Dari Rp 170.000 per karung menjadi Rp 180.000. Kenaikan sudah terjadi sejak menjelang Hari Raya Kurban. Hanya, kenaikan ini tidak diimbangi harga ternak tidak mengalami kenaikan drastis. Hanya ketika Idul Adha terdapat sedikit kenaikan dari hari biasa.

 

“Keuntungan peternak berkurang,” ujarnya.

 

Menurut Imron, semua peternak merasakan kenaikan harga pakan tersebut. Terlebih kenaikan tidak hanya terjadi kali ini saja. Sejak dua bulan lalu harga pakan naik secara bertahap. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/