alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Penyintas Covid-19 Ajak Berolahraga dan Melawan Malas

Radar Bojonegoro – Lari-lari santai atau jogging mulai menjadi tren kembali seiring meningkatnya kasus Covid-19 selama PPKM darurat. Saban sore, terlihat para pemuda berlari mengitari Alun-Alun Bojonegoro. Berkeringat olahraga ini menjadi salah satu menjaga imun demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Juga diikuti pola hidup bersih dan sehat.

Selain jogging, juga ada banyak pemuda main sepak bola dan bola basket di kompleks alun-alun. Adrian, salah satu pemuda asal Kelurahan Kadipaten mengaku rutin jogging tiap sore dua kali sehari di alun-alun. Kalau Minggu, pemuda 22 tahun itu jogging pagi.

Menurutnya, rutin jogging itu memang butuh komitmen, kalau malas harus dilawan. Karena dengan rutin olahraga tentunya bikin badan sehat dan tidak gampang sakit. “Alhamdulillah belum pernah dan jangan sampai terpapar Covid-19,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  Terserempet Truk, Warga Klangon Tewas

Terpisah, Bhara salah seorang penyintas Covid-19 berdomisili Kelurahan Mojokampung, mengatakan, selama isolasi mandiri (isoman) di Tirtawana Dander, rutin berjemur dan senam setap pagi. Bhara isoman selama sepuluh hari. Tepat kemarin (14/7), hasil tes swab antigennya sudah negatif. Sehingga sudah diperbolehkan pulang.

“Selama isoman setelah berjemur dan senam bersama, kami semua dicek tensi darah sekaligus saturasi oksigen. Lalu, diberi makan tiga kali sehari,” ucap pemuda 26 tahun itu.

Ia berpesan agar seluruh masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Karena Covid-19 tidak pandang bulu, bahkan Bhara sudah vaksin dua kali. Tetapi ternyata masih terinfeksi Covid-19. Syukurnya selama terpapar Covid-19, Bhara hanya mengalami gejala ringan. “Gejala yang saya rasakan anosmia, batuk, pilek, dan nyeri sendi,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Berangkat ke Inggris

Pengalaman serupa dirasakan Mulyadi warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Pemuda 27 tahun itu juga sudah vaksin dua kali, namun tetap terinfeksi Covid-19. Mulyadi menjalani isoman di rumah selama sepuluh hari dua minggu lalu. Dia mengalami gejala ringan. Selama isoman, Mulyadi rutin berjemur serta senam-senam kecil setiap pagi. “Minggu lalu sudah selesai isoman, sekarang alhamdulillah sudah bisa olahraga main sepak bola kembali,” tuturnya.

Radar Bojonegoro – Lari-lari santai atau jogging mulai menjadi tren kembali seiring meningkatnya kasus Covid-19 selama PPKM darurat. Saban sore, terlihat para pemuda berlari mengitari Alun-Alun Bojonegoro. Berkeringat olahraga ini menjadi salah satu menjaga imun demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Juga diikuti pola hidup bersih dan sehat.

Selain jogging, juga ada banyak pemuda main sepak bola dan bola basket di kompleks alun-alun. Adrian, salah satu pemuda asal Kelurahan Kadipaten mengaku rutin jogging tiap sore dua kali sehari di alun-alun. Kalau Minggu, pemuda 22 tahun itu jogging pagi.

Menurutnya, rutin jogging itu memang butuh komitmen, kalau malas harus dilawan. Karena dengan rutin olahraga tentunya bikin badan sehat dan tidak gampang sakit. “Alhamdulillah belum pernah dan jangan sampai terpapar Covid-19,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  Siapkan Sanksi Bagi ASN yang Berlibur ke Luar Kota

Terpisah, Bhara salah seorang penyintas Covid-19 berdomisili Kelurahan Mojokampung, mengatakan, selama isolasi mandiri (isoman) di Tirtawana Dander, rutin berjemur dan senam setap pagi. Bhara isoman selama sepuluh hari. Tepat kemarin (14/7), hasil tes swab antigennya sudah negatif. Sehingga sudah diperbolehkan pulang.

“Selama isoman setelah berjemur dan senam bersama, kami semua dicek tensi darah sekaligus saturasi oksigen. Lalu, diberi makan tiga kali sehari,” ucap pemuda 26 tahun itu.

Ia berpesan agar seluruh masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). Karena Covid-19 tidak pandang bulu, bahkan Bhara sudah vaksin dua kali. Tetapi ternyata masih terinfeksi Covid-19. Syukurnya selama terpapar Covid-19, Bhara hanya mengalami gejala ringan. “Gejala yang saya rasakan anosmia, batuk, pilek, dan nyeri sendi,” tuturnya.

Baca Juga :  Terserempet Truk, Warga Klangon Tewas

Pengalaman serupa dirasakan Mulyadi warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Pemuda 27 tahun itu juga sudah vaksin dua kali, namun tetap terinfeksi Covid-19. Mulyadi menjalani isoman di rumah selama sepuluh hari dua minggu lalu. Dia mengalami gejala ringan. Selama isoman, Mulyadi rutin berjemur serta senam-senam kecil setiap pagi. “Minggu lalu sudah selesai isoman, sekarang alhamdulillah sudah bisa olahraga main sepak bola kembali,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/