alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Jembatan Cincim Perlu Diwaspadai

BABAT – Jembatan Cincim Lama Babat menjadi perhatian dengan adanya kegiatan pengecoran jalan nasional Surabaya-Tuban di wilayah Kecamatan Babat, Lamongan. Dari pantauan wartawan koran ini, perbaikan jalan di dua titik tersebut mulai memicu terjadinya perlambatan arus lalu lintas (lalin) dari arah Tuban di atas Jembatan Cincim. Kondisi itu membahayakan terhadap kekuatan jembatan yang melintang di atas Bengawan Solo tersebut. 

‘’Iya, dari pantauan kita memang terjadi perlambatan arus lalin (termasuk di atas Jembatan Cincim). Tapi belum sampai memicu terjadinya kemacetan,’’ tutur Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (14/7).

Menurut dia, Satlantas Polres Lamongan berencana memasang rambu peringatan sebelum Jembatan Cincim. Rencananya juga akan dipasang pembatas di jembatan yang menghubungkan wilayah Lamongan dengan Tuban itu. ‘’Rencananya akan kita beri pemisah. Lajur kiri untuk mobil dan motor, lajur kanan untuk truk bertonase besar,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Home Care Service, Pelayanan Cepat untuk Masyarakat Lamongan

Paska perbaikan bentang ketiga beberapa waktu lalu, Jembatan Cincim sudah diberi rambu. Satu lajur dibagi menjadi dua dengan tulisan untuk mobil dan truk. Namun, sopir truk terlihat mengabaikan. Beberapa kali terlihat truk berjalan beriringan di Jembatan Cincim Lama itu.  

Padahal, ketika kendaraan berat melintas, jembatan terasa sedikit goyang. Sedangkan sambungan di bentang kelima terdapat retakan. Kondisi itu cukup mengkhawatirkan. Sebab, sebelumnya pernah terjadi insiden ambruknya jembatan itu di bentang ketiga. Sehingga perlu ada pengawasan ketika terjadi kemacetan di sana. 

‘’Memang di sana cukup memprihatinkan. Kita prediksi kendaraan ramai pada minggu malam atau senin. Sehingga besok (hari ini, Red), kita upayakan mulai dipasang pemisahnya,’’ tukas Purnomo. 

Baca Juga :  Kasus HIV Lamongan Terbanyak di Kecamatan Turi

Sementara itu, kegiatan pembetonan jalan di Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Lamongan sudah dilakukan beberapa ratus meter di jalur selatan. Namun, pengguna jalan masih bisa melintas di separo badan jalannya. 

Sedangkan, pembetonan di Desa Tritunggal – Moropelang, Kecamatan Babat sudah dilakukan di sisi selatan. Di titik tersebut, arus lalin dibuat satu jalur di sisi utara. 

‘’Yang fokus dikerjakan, yakni yang ke arah Babat. Kalau pengecoran di titik timur (perbatasan Pucuk – Babat) track-nya lurus. Kalau di Babat (Desa Bedahan) kan track-nya agak menikung,’’ pungkasnya.

BABAT – Jembatan Cincim Lama Babat menjadi perhatian dengan adanya kegiatan pengecoran jalan nasional Surabaya-Tuban di wilayah Kecamatan Babat, Lamongan. Dari pantauan wartawan koran ini, perbaikan jalan di dua titik tersebut mulai memicu terjadinya perlambatan arus lalu lintas (lalin) dari arah Tuban di atas Jembatan Cincim. Kondisi itu membahayakan terhadap kekuatan jembatan yang melintang di atas Bengawan Solo tersebut. 

‘’Iya, dari pantauan kita memang terjadi perlambatan arus lalin (termasuk di atas Jembatan Cincim). Tapi belum sampai memicu terjadinya kemacetan,’’ tutur Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (14/7).

Menurut dia, Satlantas Polres Lamongan berencana memasang rambu peringatan sebelum Jembatan Cincim. Rencananya juga akan dipasang pembatas di jembatan yang menghubungkan wilayah Lamongan dengan Tuban itu. ‘’Rencananya akan kita beri pemisah. Lajur kiri untuk mobil dan motor, lajur kanan untuk truk bertonase besar,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Gus Kaffi Kembali Pimpin Pemuda Pancasila

Paska perbaikan bentang ketiga beberapa waktu lalu, Jembatan Cincim sudah diberi rambu. Satu lajur dibagi menjadi dua dengan tulisan untuk mobil dan truk. Namun, sopir truk terlihat mengabaikan. Beberapa kali terlihat truk berjalan beriringan di Jembatan Cincim Lama itu.  

Padahal, ketika kendaraan berat melintas, jembatan terasa sedikit goyang. Sedangkan sambungan di bentang kelima terdapat retakan. Kondisi itu cukup mengkhawatirkan. Sebab, sebelumnya pernah terjadi insiden ambruknya jembatan itu di bentang ketiga. Sehingga perlu ada pengawasan ketika terjadi kemacetan di sana. 

‘’Memang di sana cukup memprihatinkan. Kita prediksi kendaraan ramai pada minggu malam atau senin. Sehingga besok (hari ini, Red), kita upayakan mulai dipasang pemisahnya,’’ tukas Purnomo. 

Baca Juga :  Ajak Siswa dan Mahasiswa Bicara Tantangan Kewirausahaan

Sementara itu, kegiatan pembetonan jalan di Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Lamongan sudah dilakukan beberapa ratus meter di jalur selatan. Namun, pengguna jalan masih bisa melintas di separo badan jalannya. 

Sedangkan, pembetonan di Desa Tritunggal – Moropelang, Kecamatan Babat sudah dilakukan di sisi selatan. Di titik tersebut, arus lalin dibuat satu jalur di sisi utara. 

‘’Yang fokus dikerjakan, yakni yang ke arah Babat. Kalau pengecoran di titik timur (perbatasan Pucuk – Babat) track-nya lurus. Kalau di Babat (Desa Bedahan) kan track-nya agak menikung,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Andhi Direstui Megawati

F-RAP Klaim Dilamar Tiga Kandidat

Artikel Terbaru


/