alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Belum Ada Setoran BUMD

BOJONEGORO – Badan usaha milik daerah (BUMD) di Kabupaten Bojonegoro belum menyetorkan hasil usahanya ke pendapatan asli daerah (PAD). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Herry Sudjarwo menyatakan, idealnya setiap bulan BUMD harus setor sesuai target yang telah ditentukan.

’’Sampai sekarang, belum ada BUMD yang setor PAD,’’ katanya kemarin (14/7).

Menurut dia, target BUMD tergantung dari kondisi perusahaan. Tahun ini Bank Pembangunan Daerah Jatim ditarget Rp 13,2 miliar, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rp 3,4 miliar, dan PT Asri Darma Sejahtera (ADS) Rp 700 juta.

Kemudian PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) ditarget Rp 176 juta, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim Rp 768 juta. Target paling kecil, Rp 139 juta dibebankan ke Griya Darma Kusuma (GDK).

Baca Juga :  Saling Klaim Kursi DPRD

’’Khusus untuk GDK sudah dipastikan tidak akan setor PAD, kondisinya pailit,’’ ujarnya.

Setor di akhir tahun ini, dinilai kurang sehat. Karena, idealnya setiap bulan BUMD harus setor sesuai dengan target yang telah ditentukan. ’’Semoga nanti bisa memenuhi target,’’ harapnya.

Herry memprediksi memasuki semester kedua tahun ini, BUMD mulai setor pendapatannya. Hal itu juga didasari kecenderungan tahun sebelumnya. BUMD setor mulai Agustus hingga tutup tahun.

’’Semoga nanti bisa memenuhi target,’’ harapnya.

Sementara itu, Komisaris PT BBS Ifa Khoiria Ningrum saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu terkait setoran ke pemkab. Dia mengaku masih baru menduduki jabatan tersebut. ’’Nanti tak tanyakan dulu ke manajer,’’ katanya.

Baca Juga :  Website Bojonegoro Ungguli Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Indonesia

BOJONEGORO – Badan usaha milik daerah (BUMD) di Kabupaten Bojonegoro belum menyetorkan hasil usahanya ke pendapatan asli daerah (PAD). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Herry Sudjarwo menyatakan, idealnya setiap bulan BUMD harus setor sesuai target yang telah ditentukan.

’’Sampai sekarang, belum ada BUMD yang setor PAD,’’ katanya kemarin (14/7).

Menurut dia, target BUMD tergantung dari kondisi perusahaan. Tahun ini Bank Pembangunan Daerah Jatim ditarget Rp 13,2 miliar, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rp 3,4 miliar, dan PT Asri Darma Sejahtera (ADS) Rp 700 juta.

Kemudian PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) ditarget Rp 176 juta, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim Rp 768 juta. Target paling kecil, Rp 139 juta dibebankan ke Griya Darma Kusuma (GDK).

Baca Juga :  Hindari Bergantung DBH Migas

’’Khusus untuk GDK sudah dipastikan tidak akan setor PAD, kondisinya pailit,’’ ujarnya.

Setor di akhir tahun ini, dinilai kurang sehat. Karena, idealnya setiap bulan BUMD harus setor sesuai dengan target yang telah ditentukan. ’’Semoga nanti bisa memenuhi target,’’ harapnya.

Herry memprediksi memasuki semester kedua tahun ini, BUMD mulai setor pendapatannya. Hal itu juga didasari kecenderungan tahun sebelumnya. BUMD setor mulai Agustus hingga tutup tahun.

’’Semoga nanti bisa memenuhi target,’’ harapnya.

Sementara itu, Komisaris PT BBS Ifa Khoiria Ningrum saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu terkait setoran ke pemkab. Dia mengaku masih baru menduduki jabatan tersebut. ’’Nanti tak tanyakan dulu ke manajer,’’ katanya.

Baca Juga :  Siap Bantu ASN yang Pensiun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/