alexametrics
27 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Seriusi UU Pornografi , Semua Model Diperiksa

Radar Bojonegoro – Penyidikan perkara asusila dan foto bugil akan semakin panjang. Penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro akan menggali secara dalam perkara dengan tersangka oknum fotografer M. Hadi.

Terutama akan memeriksa 25 foto model yang menjadi korban. Tersangka asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas, itu menipu 25 foto model hingga foto bugil. Tiga di antaranya korban hingga disetubuhi.

Penyidik akan menyeriusi menjerat undang-undang (UU) pornografi, persisnya pasal 9 jo pasal 35 UU Nomor 44 Tahun 2004 tentang Pornografi. Ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hadi Poerwanto mengatakan, dalam minggu ini akan memeriksa seluruh korban.

Fokus pengembangannya pada kasus pornografinya. Karena perkara ini menjadi atensi. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa 18 foto model sebagai saksi korban. Jadi, masih ada tujuh saksi korban secara bertahap akan diperiksa. Saksi korban bukan hanya dari Bojonegoro saja, namun juga dari Tuban dan Surabaya.

Usia saksi korban mulai 15 hingga 21 tahun. Di antaranya 6 pelajar, 4 mahasiswa, dan 15 warga umum. “Kalau kasus persetubuhannya sudah klir. Kami sekarang fokus melengkapi berkas BAP (berita acara pemeriksaan) kasus pornografinya,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Harwoyo Tertangkap, Hartono Buron

Selain saksi foto model, penyidik telah memeriksa dua teman tersangka yang juga berprofesi sebagai fotografer. Hasil pemeriksaan kedua fotografer tidak memiliki foto-foto dengan model berpose tanpa busana atau bugil.

Kedua fotografer itu hanya saja pernah dimintai tolong tersangka mencarikan model. Tetapi, tersangka tidak pernah bilang ke temannya kalau model itu akan dijadikan foto model bugil.

Adapun dua saksi lagi perwakilan dari salah satu agency Surabaya yang membeli foto-foto model bugil hasil jepretan tersangka. Penyidik akan memeriksa legalitas perusahaan agency tersebut.

Sejauh ini, hasil jepretan tersangka belum ada yang menyebar di media sosial. Tersangka menyimpan fotofoto tersebut di dalam harddisk komputernya. “Tersangka juga tiap melakukan sesi pemotretan bugil selalu sendirian. Tidak ada asisten atau teman mendampingi,” ujar pria sebelumnya bertugas sebagai kanit di Polrestabes Surabaya.

Baca Juga :  Sidang Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Jari

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro menelusuri akun medsos tersangka. Hadi merupakan fotografer profesional dan memiliki studio bernama Putra Anugrah Multimedia. Berdasar pantauan, foto-foto yang diunggah di akun Instagram milik tersangka @siha_pam_studio, sebagian besar foto prewedding dan wedding.

Sisanya, foto-foto model di berbagai lokasi. Namun tidak ada yang bugil. Semuanya berbusana lengkap. Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan menjelaskan, kasus asusila sekaligus pornografi tersebut menjadi atensi seluruh masyarakat.

Apalagi statusnya sebagai pengajar lepas ekstrakurikuler di salah satu SMP. Tentu, pihak sekolah perlu berhati-hati ketika hendak merekrut guru-guru ekstrakurikuler.

Para orang tua juga harus lebih waspada dengan pergaulan anakanaknya. Para remaja perempuan jangan mudah tergiur tawaran fotografer yang menjanjikan uang dengan menjadi foto model.

Sebaiknya konsultasi meminta pertimbangan orang tua sebelum menyetujui ikut sesi pemotretan. “Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus lebih waspada dan berhatihati mengawasi pergaulan anak,” jelas perwira kelahiran Bojonegoro ini.

Radar Bojonegoro – Penyidikan perkara asusila dan foto bugil akan semakin panjang. Penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro akan menggali secara dalam perkara dengan tersangka oknum fotografer M. Hadi.

Terutama akan memeriksa 25 foto model yang menjadi korban. Tersangka asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas, itu menipu 25 foto model hingga foto bugil. Tiga di antaranya korban hingga disetubuhi.

Penyidik akan menyeriusi menjerat undang-undang (UU) pornografi, persisnya pasal 9 jo pasal 35 UU Nomor 44 Tahun 2004 tentang Pornografi. Ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hadi Poerwanto mengatakan, dalam minggu ini akan memeriksa seluruh korban.

Fokus pengembangannya pada kasus pornografinya. Karena perkara ini menjadi atensi. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa 18 foto model sebagai saksi korban. Jadi, masih ada tujuh saksi korban secara bertahap akan diperiksa. Saksi korban bukan hanya dari Bojonegoro saja, namun juga dari Tuban dan Surabaya.

Usia saksi korban mulai 15 hingga 21 tahun. Di antaranya 6 pelajar, 4 mahasiswa, dan 15 warga umum. “Kalau kasus persetubuhannya sudah klir. Kami sekarang fokus melengkapi berkas BAP (berita acara pemeriksaan) kasus pornografinya,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Nglenyer dan Etika Berkendara

Selain saksi foto model, penyidik telah memeriksa dua teman tersangka yang juga berprofesi sebagai fotografer. Hasil pemeriksaan kedua fotografer tidak memiliki foto-foto dengan model berpose tanpa busana atau bugil.

Kedua fotografer itu hanya saja pernah dimintai tolong tersangka mencarikan model. Tetapi, tersangka tidak pernah bilang ke temannya kalau model itu akan dijadikan foto model bugil.

Adapun dua saksi lagi perwakilan dari salah satu agency Surabaya yang membeli foto-foto model bugil hasil jepretan tersangka. Penyidik akan memeriksa legalitas perusahaan agency tersebut.

Sejauh ini, hasil jepretan tersangka belum ada yang menyebar di media sosial. Tersangka menyimpan fotofoto tersebut di dalam harddisk komputernya. “Tersangka juga tiap melakukan sesi pemotretan bugil selalu sendirian. Tidak ada asisten atau teman mendampingi,” ujar pria sebelumnya bertugas sebagai kanit di Polrestabes Surabaya.

Baca Juga :  Satu Lagi, Predator Anak Divonis Hukuman Hari Ini

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro menelusuri akun medsos tersangka. Hadi merupakan fotografer profesional dan memiliki studio bernama Putra Anugrah Multimedia. Berdasar pantauan, foto-foto yang diunggah di akun Instagram milik tersangka @siha_pam_studio, sebagian besar foto prewedding dan wedding.

Sisanya, foto-foto model di berbagai lokasi. Namun tidak ada yang bugil. Semuanya berbusana lengkap. Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan menjelaskan, kasus asusila sekaligus pornografi tersebut menjadi atensi seluruh masyarakat.

Apalagi statusnya sebagai pengajar lepas ekstrakurikuler di salah satu SMP. Tentu, pihak sekolah perlu berhati-hati ketika hendak merekrut guru-guru ekstrakurikuler.

Para orang tua juga harus lebih waspada dengan pergaulan anakanaknya. Para remaja perempuan jangan mudah tergiur tawaran fotografer yang menjanjikan uang dengan menjadi foto model.

Sebaiknya konsultasi meminta pertimbangan orang tua sebelum menyetujui ikut sesi pemotretan. “Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus lebih waspada dan berhatihati mengawasi pergaulan anak,” jelas perwira kelahiran Bojonegoro ini.

Artikel Terkait

Most Read

Gas Bocor, Tetap Lanjut Perjalanan

Daop Semarang Selidiki Penyebab Terguling

150 SD Belum Miliki Kasek

Kuasai Resep Berbagai Negara

Artikel Terbaru


/