alexametrics
29.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Ternyata Molor Lagi

KOTA – Pembangunan gedung tujuh lantai dan tiga lantai Pemkab Lamongan kembali molor. Kontrak awal, pembangunan gedung bagi ASN dan pelayanan masyarakat itu seharusnya tuntas 25 Maret lalu.

Ketika hendak melewati batas waktu, proyek itu ‘’tertolong’’ adanya addendum (perpanjangan) dari kontrak awal. Meski demikian, perpanjangan kontrak itu tak juga bisa menyelesaikan pekerjaan proyek tepat waktu.

“Seharusnya 9 Mei selesai, ternyata pekerjaan finishing belum rampung,” ujar Kasi Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan Dinas Perkim Lamongan, Sukiman, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, pembangunan gedung pemkab itu masih menyisakan finishing. Ada beberapa kegiatan masih dikerjakan. Di antaranya, pengecatan bagian dalam dan luar. Pemasangan lampu belum rampung, serta pagar masih proses.

Baca Juga :  Jalani Asimilasi, Empat Narapidana Edarkan Sabu Sabu Lagi

Menurut dia, pemborong mengajukan perpanjangan waktu lagi. Namun, bentuknya bukan addendum. Melainkan kesempatan kerja asal mampu. Berdasarkan evaluasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), disepakati adanya kesempatan kerja dengan sejumlah pertimbangan. Namun kontrak itu bisa saja diputus apabila pemborong tidak bisa menyelesaikan sesuai kontrak awal.

Selain itu, kontraktor harus membayar denda setiap hari sesuai dengan kontrak awal. Karena bentuknya bukan addendum, setiap hari harus dihitung dendanya.

Sukiman mengklaim pekerjaan proyek sebenarnya sudah 97 persen. Karena bangunannya cukup besar, ada beberapa kegiatan yang belum tuntas 100 persen. Misalnya lobi. Saat ini masih pekerjaan interior.

Dia berharap sebelum hari raya seluruh pekerjaan sudah rampung. Jika tidak, maka pemborong akan dikenai sanksi berlipat. Selain denda, pekerjaan molor terlalu lama. “Kita berusaha maksimal sebelum hari raya sudah tuntas, supaya pekerjanya tidak mengajukan cuti lama,” katanya. (rka/yan)

Baca Juga :  Pinjam Motor, Gadaikan, Penerima Gadai Ikut Diringkus

KOTA – Pembangunan gedung tujuh lantai dan tiga lantai Pemkab Lamongan kembali molor. Kontrak awal, pembangunan gedung bagi ASN dan pelayanan masyarakat itu seharusnya tuntas 25 Maret lalu.

Ketika hendak melewati batas waktu, proyek itu ‘’tertolong’’ adanya addendum (perpanjangan) dari kontrak awal. Meski demikian, perpanjangan kontrak itu tak juga bisa menyelesaikan pekerjaan proyek tepat waktu.

“Seharusnya 9 Mei selesai, ternyata pekerjaan finishing belum rampung,” ujar Kasi Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan Dinas Perkim Lamongan, Sukiman, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, pembangunan gedung pemkab itu masih menyisakan finishing. Ada beberapa kegiatan masih dikerjakan. Di antaranya, pengecatan bagian dalam dan luar. Pemasangan lampu belum rampung, serta pagar masih proses.

Baca Juga :  Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Tahun 2019 

Menurut dia, pemborong mengajukan perpanjangan waktu lagi. Namun, bentuknya bukan addendum. Melainkan kesempatan kerja asal mampu. Berdasarkan evaluasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), disepakati adanya kesempatan kerja dengan sejumlah pertimbangan. Namun kontrak itu bisa saja diputus apabila pemborong tidak bisa menyelesaikan sesuai kontrak awal.

Selain itu, kontraktor harus membayar denda setiap hari sesuai dengan kontrak awal. Karena bentuknya bukan addendum, setiap hari harus dihitung dendanya.

Sukiman mengklaim pekerjaan proyek sebenarnya sudah 97 persen. Karena bangunannya cukup besar, ada beberapa kegiatan yang belum tuntas 100 persen. Misalnya lobi. Saat ini masih pekerjaan interior.

Dia berharap sebelum hari raya seluruh pekerjaan sudah rampung. Jika tidak, maka pemborong akan dikenai sanksi berlipat. Selain denda, pekerjaan molor terlalu lama. “Kita berusaha maksimal sebelum hari raya sudah tuntas, supaya pekerjanya tidak mengajukan cuti lama,” katanya. (rka/yan)

Baca Juga :  Tryout PBT & CBT Online : Kemenag Siap Kerjasama

Artikel Terkait

Most Read

Stunting Blora Tembus 9,23 Persen

Serapan DTT Tembus Rp 30 Miliar

Menanti Nama Baru Bandara Ngloram

Artikel Terbaru


/