alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

SMA/SMK Terapkan Dua Sistem PPDB

KOTA – Sama seperti tahun lalu, penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA dan SMK tahun ini dalam dua sistem. Yakni, sistem offline dan online. PPDB offline akan dimulai 30 Mei mendatang, sedangkan online dimulai 25 Juni mendatang. Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim di Bojonegoro Kusnadi menjelaskan, PPDB offline hanya diperuntukkan untuk jalur khusus. Yaitu, siswa miskin berprestasi, siswa prestasi, dan mitra warga miskin. Sedangkan online digunakan untuk menerima siswa dari jalur umum. “Tahun ini (PPDB) tetap ada dua sistem, yaitu online dan offline,“ terangnya senin (14/5).

Kusnadi menjelaskan, untuk PPDB online tetap memakai nilai ujian nasional (unas) atau ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sebagai tolok ukur. Semakin tinggi nilai unas yang didapatkan, maka kesempatan untuk diterima di sekolah tujuan akan semakin besar. “Nilai unas sangat dominan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Demi Kebugaran, Bermain Bulu Tangkis Sepulang Kerja

Menurut dia, khusus PPDB jenjang SMA terbagi dalam enam zona. Siswa yang ada di zona itu tidak bisa mendaftar di sekolah zona lain. ”Klasifikasi zona tersebut berdasarkan domisili. Namun, ada kecamatan yang masuk dua zona. Artinya bisa mendaftar di zona yang disukai,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, Kecamatan Ngambon masuk zona dua dan zona lima. Sehingga siswa yang ada di kecamatan itu bisa mendaftar di dua zona tersebut. Namun jika mendaftar di zona lainnya akan ditolak. “Tidak semua kecamatan memiliki dua zona. Hanya kecamatan tertentu saja,” ujarnya.

Tahun ini, lanjut Kusnadi, kuota untuk siswa luar provinsi sebanyak 1 persen dari pagu, seperti tahun lalu. Sedangkan siswa luar kabupaten/kota tetap 10 persen. Itu dibagi 50 persen untuk siswa Bojonegoro yang sekolah di luar daerah dan 5 persen siswa luar daerah yang sekolah di Bojonegoro. Namun, mereka mendaftar SMA-nya di Bojonegoro.

Baca Juga :  Peluang Jalur Prestasi SMP Sangat Kecil

Sedangkan untuk pagu siswa per sekolah, ujar dia, hingga senin (14/5) masih belum ada. Namun beberapa sekolah ada yang ingin menambah pagu. “Kalau rombel (rombongan belajar)-nya tetap 36 per kelas,“ tukasnya. Kusnadi menambahkan, zonasi tersebut tidak berlaku bagi SMA swasta. Sebab, SMA swasta memang tidak dibatasi zona. “Kalau swasta dan SMK tidak ada zonasi,“ jelasnya.

KOTA – Sama seperti tahun lalu, penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA dan SMK tahun ini dalam dua sistem. Yakni, sistem offline dan online. PPDB offline akan dimulai 30 Mei mendatang, sedangkan online dimulai 25 Juni mendatang. Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim di Bojonegoro Kusnadi menjelaskan, PPDB offline hanya diperuntukkan untuk jalur khusus. Yaitu, siswa miskin berprestasi, siswa prestasi, dan mitra warga miskin. Sedangkan online digunakan untuk menerima siswa dari jalur umum. “Tahun ini (PPDB) tetap ada dua sistem, yaitu online dan offline,“ terangnya senin (14/5).

Kusnadi menjelaskan, untuk PPDB online tetap memakai nilai ujian nasional (unas) atau ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sebagai tolok ukur. Semakin tinggi nilai unas yang didapatkan, maka kesempatan untuk diterima di sekolah tujuan akan semakin besar. “Nilai unas sangat dominan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Proses Pembuatan Robot, Berbahan Utama Styrofoam dan Panel Surya

Menurut dia, khusus PPDB jenjang SMA terbagi dalam enam zona. Siswa yang ada di zona itu tidak bisa mendaftar di sekolah zona lain. ”Klasifikasi zona tersebut berdasarkan domisili. Namun, ada kecamatan yang masuk dua zona. Artinya bisa mendaftar di zona yang disukai,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, Kecamatan Ngambon masuk zona dua dan zona lima. Sehingga siswa yang ada di kecamatan itu bisa mendaftar di dua zona tersebut. Namun jika mendaftar di zona lainnya akan ditolak. “Tidak semua kecamatan memiliki dua zona. Hanya kecamatan tertentu saja,” ujarnya.

Tahun ini, lanjut Kusnadi, kuota untuk siswa luar provinsi sebanyak 1 persen dari pagu, seperti tahun lalu. Sedangkan siswa luar kabupaten/kota tetap 10 persen. Itu dibagi 50 persen untuk siswa Bojonegoro yang sekolah di luar daerah dan 5 persen siswa luar daerah yang sekolah di Bojonegoro. Namun, mereka mendaftar SMA-nya di Bojonegoro.

Baca Juga :  Kebut Pengerjaan Jalan Poros Kecamatan

Sedangkan untuk pagu siswa per sekolah, ujar dia, hingga senin (14/5) masih belum ada. Namun beberapa sekolah ada yang ingin menambah pagu. “Kalau rombel (rombongan belajar)-nya tetap 36 per kelas,“ tukasnya. Kusnadi menambahkan, zonasi tersebut tidak berlaku bagi SMA swasta. Sebab, SMA swasta memang tidak dibatasi zona. “Kalau swasta dan SMK tidak ada zonasi,“ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/