alexametrics
31.8 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Kerugian Capai Rp 16 M

KOTA – Wilayah terdampak akibat ketinggian air Kali Blawi, Kecamatan Karangbinangun bertambah. Berdasarkan laporan Dinas Perikanan Lamongan, sekitar 3.882 hektare tambak yang ada di Kecamatan Karangbinangun, Turi, Kalitengah, Glagah, dan Deket, tergenang.

‘’Sebelumnya hanya empat kecamatan, terjadi perluasan,” ujar Kabid Ikan Tawar Dinas Perikanan Lamongan, Tri Wahyudi.

Menurut dia, perluasan banjir disebabkan kali Blawi tinggi. Hingga kemarin, papan praduga tinggi muka air (TMA) masih 59 pheilschall.

Selain itu, lanjut Tri, pematang kali Plalangan, Balun, juga jebol. Akibatnya air meluber ke tambak warga. Tanggul darurat dibuat agar luberan air bisa tertahan. Sementara tambak dilengkapi waring agar ikannya tidak lepas.

Laporan tim di lapangan, kata dia, jika sebelumnya kerugian yang ditanggung Rp 11 miliar dengan luasan sekitar 2.988 hektare, maka kini estimasinya Rp 16 miliar. Sebab, tambak yang terdampak bertambah.

Baca Juga :  Menjadi Kritik untuk Pemkab dan DPRD

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Jannata, menuturkan, minggu terakhir bulan lalu curah hujan di Lamongan sangat tinggi. Akibatnya, ketinggian air Waduk Gondang overload 70 cm. Air waduk meluber ke pemukiman sekitar. Karena seluruh  pembuangan diaktifkan, maka wilayah hilir penuh.

Berdasarkan data sementara, rumah tergenang  paling parah di Kecamatan Babat. Jumlahnya, 2.023 rumah. Selanjutnya Kecamatan Karangbinangun (258 rumah), Glagah (193 rumah), dan Deket (173 rumah). “Untuk Turi sementara paling parah jalannya, belum ada laporan untuk rumahnya,” jelasnya.

KOTA – Wilayah terdampak akibat ketinggian air Kali Blawi, Kecamatan Karangbinangun bertambah. Berdasarkan laporan Dinas Perikanan Lamongan, sekitar 3.882 hektare tambak yang ada di Kecamatan Karangbinangun, Turi, Kalitengah, Glagah, dan Deket, tergenang.

‘’Sebelumnya hanya empat kecamatan, terjadi perluasan,” ujar Kabid Ikan Tawar Dinas Perikanan Lamongan, Tri Wahyudi.

Menurut dia, perluasan banjir disebabkan kali Blawi tinggi. Hingga kemarin, papan praduga tinggi muka air (TMA) masih 59 pheilschall.

Selain itu, lanjut Tri, pematang kali Plalangan, Balun, juga jebol. Akibatnya air meluber ke tambak warga. Tanggul darurat dibuat agar luberan air bisa tertahan. Sementara tambak dilengkapi waring agar ikannya tidak lepas.

Laporan tim di lapangan, kata dia, jika sebelumnya kerugian yang ditanggung Rp 11 miliar dengan luasan sekitar 2.988 hektare, maka kini estimasinya Rp 16 miliar. Sebab, tambak yang terdampak bertambah.

Baca Juga :  UMM Kampus Swasta Terunggul Jawa Timur 13 Kali Berturut-Turut

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Jannata, menuturkan, minggu terakhir bulan lalu curah hujan di Lamongan sangat tinggi. Akibatnya, ketinggian air Waduk Gondang overload 70 cm. Air waduk meluber ke pemukiman sekitar. Karena seluruh  pembuangan diaktifkan, maka wilayah hilir penuh.

Berdasarkan data sementara, rumah tergenang  paling parah di Kecamatan Babat. Jumlahnya, 2.023 rumah. Selanjutnya Kecamatan Karangbinangun (258 rumah), Glagah (193 rumah), dan Deket (173 rumah). “Untuk Turi sementara paling parah jalannya, belum ada laporan untuk rumahnya,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

BBWS: Perbaikan Belum Bisa Dipastikan

Angka Pernikahan Dini Cenderung Naik

DPRD Minta Pasien Covid Harus Tertangani

Artikel Terbaru

/