alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Akuwan Ajukan Pensiun dari PNS

LAMONGAN – Akuwan, terdakwa dugaan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan delapan korban senilai Rp 492 juta ternyata telah mengajukan pensiun dini ke Pemkab Lamongan. Sehingga, eks PNS yang sebelumnya bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan itu sudah resmi pensiun. Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Pemkab Lamongan Ismunawan mengatakan, Akuwan sejak memasuki tahap penyidikan dugaan penipuan PNS, sudah mengajukan pensiun dini.

“Proses pengajuan sudah disetujui, dan saat ini sudah pensiun,” katanya sabtu (14/4). Menurut dia, beberapa syarat pengajuan pensiun dini sudah memenuhi. Salah satunya usianya lebih dari 50 tahun. Juga, karena terdakwa berusia 54 tahun itu ingin fokus menghadapi kasus yang menjeratnya. Sehingga, saat ini terdakwa asal Kecamatan Maduran itu sudah bukan lagi sebagai PNS di lingkup pemkab. “Semua hak-haknya sebagai pensiun bisa diterima. Seperti pensiun pada umumnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gadaikan Mobil Teman, Dilaporkan

Sebelumnya, terdakwa berurusan dengan lembaga penegak hukum karena diadukan para korban yang telah dijanjikan bisa memuluskan seleksi CPNS. Rerata korban membayar sekitar Rp 20-100 juta. Sesuai hasil penyidikan, terdakwa melakukan penipuan kepada delapan korban sebesar Rp 492 juta. Para korban sejak 2015 lalu mendaftar lewat terdakwa, namun setelah membayar sampai 2017 tidak terbukti masuk PNS. Sesuai hasil tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang minggu lalu, terdakwa dituntut selama 18 bulan pidana penjara. 

LAMONGAN – Akuwan, terdakwa dugaan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan delapan korban senilai Rp 492 juta ternyata telah mengajukan pensiun dini ke Pemkab Lamongan. Sehingga, eks PNS yang sebelumnya bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan itu sudah resmi pensiun. Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Pemkab Lamongan Ismunawan mengatakan, Akuwan sejak memasuki tahap penyidikan dugaan penipuan PNS, sudah mengajukan pensiun dini.

“Proses pengajuan sudah disetujui, dan saat ini sudah pensiun,” katanya sabtu (14/4). Menurut dia, beberapa syarat pengajuan pensiun dini sudah memenuhi. Salah satunya usianya lebih dari 50 tahun. Juga, karena terdakwa berusia 54 tahun itu ingin fokus menghadapi kasus yang menjeratnya. Sehingga, saat ini terdakwa asal Kecamatan Maduran itu sudah bukan lagi sebagai PNS di lingkup pemkab. “Semua hak-haknya sebagai pensiun bisa diterima. Seperti pensiun pada umumnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Harga Jagung Merosot, Petani Merugi

Sebelumnya, terdakwa berurusan dengan lembaga penegak hukum karena diadukan para korban yang telah dijanjikan bisa memuluskan seleksi CPNS. Rerata korban membayar sekitar Rp 20-100 juta. Sesuai hasil penyidikan, terdakwa melakukan penipuan kepada delapan korban sebesar Rp 492 juta. Para korban sejak 2015 lalu mendaftar lewat terdakwa, namun setelah membayar sampai 2017 tidak terbukti masuk PNS. Sesuai hasil tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang minggu lalu, terdakwa dituntut selama 18 bulan pidana penjara. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/