alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Pojok Baca Terminal Kurang Optimal

Radar Bojonegoro – Pojok Baca di Terminal Rajekwesi kemarin (14/3) sepi pengunjung. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Bojonegoro dituntut membuat inovasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, selama ini ruang untuk membaca buku di terminal itu kerap digunakan bermain anak-anak. Nita Anggraeni, salah satu pedagang di Terminal Rajekwesi mengatakan, pojok baca selama ini dianggap belum bisa menarik para pengunjung terminal untuk membaca. “Malah sering dipakai tempat bermain anak kecil,” ujarnya kemarin (14/3).

Hasan, pedagang lainnya di terimal juga menuturkan, pengunjung pojok buku Terminal Rajekwesi hanya duduk dan tidak lama langsung kembali lagi. “Tidak lama, paling cuma masuk sebentar,” ujarnya.

Gik Arofan, salah satu pegiat literasi di Desa Ngablak, Kecamatan Dander mengapresiasi pojok baca di Terminal Rajekwesi itu. Namun, selain menambahkan buku juga perlu inovasi lagi dari DPKD Bojonegoro, agar minat pembaca bertambah. “Penambahan koleksi buku menjadi masalah kedua,” tandasnya.

Baca Juga :  Fans Persibo Tak Surut Harapan, Jika Perlu Dekati PemkabĀ 

Kepala DPKD Bojonegoro, Kamidin berjanji akan menambah koleksi buku untuk mengatasi minat membaca di pojok baca. ‘’Penambahan buku secara roling ditukar antara pojok baca satu dengan pojok baca yang lain,” katanya terpisah. Menurut Kamidin, selain itu akan menambahkan satu pojok baca lagi yang akan dibangun di warung makan untuk mengoptimalkan minat baca masyarakat Bojonegoro. (mgl)

Radar Bojonegoro – Pojok Baca di Terminal Rajekwesi kemarin (14/3) sepi pengunjung. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Bojonegoro dituntut membuat inovasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, selama ini ruang untuk membaca buku di terminal itu kerap digunakan bermain anak-anak. Nita Anggraeni, salah satu pedagang di Terminal Rajekwesi mengatakan, pojok baca selama ini dianggap belum bisa menarik para pengunjung terminal untuk membaca. “Malah sering dipakai tempat bermain anak kecil,” ujarnya kemarin (14/3).

Hasan, pedagang lainnya di terimal juga menuturkan, pengunjung pojok buku Terminal Rajekwesi hanya duduk dan tidak lama langsung kembali lagi. “Tidak lama, paling cuma masuk sebentar,” ujarnya.

Gik Arofan, salah satu pegiat literasi di Desa Ngablak, Kecamatan Dander mengapresiasi pojok baca di Terminal Rajekwesi itu. Namun, selain menambahkan buku juga perlu inovasi lagi dari DPKD Bojonegoro, agar minat pembaca bertambah. “Penambahan koleksi buku menjadi masalah kedua,” tandasnya.

Baca Juga :  Paripurna Gaduh

Kepala DPKD Bojonegoro, Kamidin berjanji akan menambah koleksi buku untuk mengatasi minat membaca di pojok baca. ‘’Penambahan buku secara roling ditukar antara pojok baca satu dengan pojok baca yang lain,” katanya terpisah. Menurut Kamidin, selain itu akan menambahkan satu pojok baca lagi yang akan dibangun di warung makan untuk mengoptimalkan minat baca masyarakat Bojonegoro. (mgl)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/