alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Ditutup Total, Sayap Jembatan Ambles Ngasem 1,5 Meter

Radar Bojonegoro – Tepat pukul 12.00 kemarin (14/3) Jembatan Ngasem akhirnya ditutup total. Kondisi jembatan penghubung semakin parah. Jembatan ambles sisi timur kedalaman 1,5 meter, sepanjang 10 meter, dan lebar 9 meter. Arus lalu lintas dialihkan. Roda dua dialihkan melalui jalan Desa Ngasem menuju Desa Kolong, baru menuju ke Desa Sendangharjo, atau sebaliknya.

Sedangkan, kendaraan roda empat atau lebih, dilalihkan melewati jalur Kecamatan Kalitidu atau melalui Kecamatan Bubulan. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro papan peringatan jembatan ditutup sudah dipasamng di Perempatan Ngasem. Meski terdapat papan peringatan, beberapa pengendara memaksa melintas.

Ketika sampai di jembatan terpaksa memutar balik akibat jembatan ditutup penghalang dan garis polisi. Bahkan jalan di sisi barat jembatan dimanfaatkan warga sekitar untuk menjemur padi. Kondisi jembatan sisi timur miring. Sayap dan tiang jembatan ambles. Celah menganga di badan jembatan, tepatnya di bagian sambungan.

Kalim warga Desa/Kecamatan Ngasem mengatakan, Sabtu (13/3) lalu jembatan berada di perbatasan Desa Sendangharjo dan Ngasem itu masih bisa dilalui. Namun, kemarin pagi kerusakan semakin parah. Dan kemarin siang ditutup total. “Semalam hujan jadi semakin parah,” ujarnya ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga :  BPK RI Apresiasi Banpol Partai Gerindra Tuban

Kalim menjelaskan, jembatan dibangun 2014 itu merupakan akses terdekat warga Kecamatan Ngasem menuju kawasan kota. Akibat ditutup, warga harus memutar melalui jalan poros desa. Kanit Turjawali Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Ahmad Adi Kiswanto mengatakan, jembatan ditutup akibat longsor. Tidak memungkikan dilewati kendaraan, baik roda dua maupun empat. “Di pertigaan Dander dan perempatan Ngasem diberi papan peringatan penutupan jembatan,” ujarnya.

Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Sukirno menilai kondisi jembatan membahayakan bagi pengguna jalan. Sebelumnya, memperbolehkan kendaraan roda dua melintas. Tetapi, karena jembatan ambles lagi, pihaknya menutup total agar kendaraan R-2 maupun R-4 tidak bisa melintas.

“Kami tutup total mulai pukul 12.00 tadi (kemarin, Red) hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Sukirno. Perlu diketahui, panjang jembatan 52,50 meter dengan lebar 5,7 meter. Jembatan dibangun pada 2014 lalu. Jembatan berlokasi di jalan poros utama kecamatan (PUK) tepatnya di Dusun Suko, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.

Baca Juga :  Tak Bisa Diolah, Sampah Diapers Kian Bahayakan Ekosistem Air

Terpisah, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penang gulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Yudi Hendro Kar tono mengungkapkan, bahwa pihaknya telah asesmen di lokasi jembatan ambles. Kondisi jembatan ambles di sisi timur kedalaman 1,5 meter, sepanjang 10 meter, dan lebar 9 meter.

Tim BPBD telah menguruk pedel. Namun, karena jembatan mengalami ambles susulan, rencananya hari ini akan diuruk lagi. “Sebelumnya ambles kurang dari satu meter, lalu hari ini (kemarin, Red) ambles lagi hingga satu setengah meter,” tuturnya.

Disinggung perbaikan jembatan, Yudi mengatakan, bahwa bukan wewenang BPBD, tapi dinas pekerjaan umum bina marga dan penataan ruang. Tim BPBD hanya asesmen dan tindakan awal berupa pengurukan pedel.

Sementara itu, amblesnya jembatan tersebut pada Jumat (12/3) lalu ketika hujan deras yang mengakibatkan sungai meluap. Akhirnya tembok pena han tanah dan sisi timur pondasi jembatan tergerus arus sungai. (irv)

Radar Bojonegoro – Tepat pukul 12.00 kemarin (14/3) Jembatan Ngasem akhirnya ditutup total. Kondisi jembatan penghubung semakin parah. Jembatan ambles sisi timur kedalaman 1,5 meter, sepanjang 10 meter, dan lebar 9 meter. Arus lalu lintas dialihkan. Roda dua dialihkan melalui jalan Desa Ngasem menuju Desa Kolong, baru menuju ke Desa Sendangharjo, atau sebaliknya.

Sedangkan, kendaraan roda empat atau lebih, dilalihkan melewati jalur Kecamatan Kalitidu atau melalui Kecamatan Bubulan. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro papan peringatan jembatan ditutup sudah dipasamng di Perempatan Ngasem. Meski terdapat papan peringatan, beberapa pengendara memaksa melintas.

Ketika sampai di jembatan terpaksa memutar balik akibat jembatan ditutup penghalang dan garis polisi. Bahkan jalan di sisi barat jembatan dimanfaatkan warga sekitar untuk menjemur padi. Kondisi jembatan sisi timur miring. Sayap dan tiang jembatan ambles. Celah menganga di badan jembatan, tepatnya di bagian sambungan.

Kalim warga Desa/Kecamatan Ngasem mengatakan, Sabtu (13/3) lalu jembatan berada di perbatasan Desa Sendangharjo dan Ngasem itu masih bisa dilalui. Namun, kemarin pagi kerusakan semakin parah. Dan kemarin siang ditutup total. “Semalam hujan jadi semakin parah,” ujarnya ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Tak Bisa Diolah, Sampah Diapers Kian Bahayakan Ekosistem Air

Kalim menjelaskan, jembatan dibangun 2014 itu merupakan akses terdekat warga Kecamatan Ngasem menuju kawasan kota. Akibat ditutup, warga harus memutar melalui jalan poros desa. Kanit Turjawali Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Ahmad Adi Kiswanto mengatakan, jembatan ditutup akibat longsor. Tidak memungkikan dilewati kendaraan, baik roda dua maupun empat. “Di pertigaan Dander dan perempatan Ngasem diberi papan peringatan penutupan jembatan,” ujarnya.

Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Sukirno menilai kondisi jembatan membahayakan bagi pengguna jalan. Sebelumnya, memperbolehkan kendaraan roda dua melintas. Tetapi, karena jembatan ambles lagi, pihaknya menutup total agar kendaraan R-2 maupun R-4 tidak bisa melintas.

“Kami tutup total mulai pukul 12.00 tadi (kemarin, Red) hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Sukirno. Perlu diketahui, panjang jembatan 52,50 meter dengan lebar 5,7 meter. Jembatan dibangun pada 2014 lalu. Jembatan berlokasi di jalan poros utama kecamatan (PUK) tepatnya di Dusun Suko, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.

Baca Juga :  Tender Proyek Berakhir, Nilai Lelang Tembus Rp 1,3 Triliun

Terpisah, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penang gulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Yudi Hendro Kar tono mengungkapkan, bahwa pihaknya telah asesmen di lokasi jembatan ambles. Kondisi jembatan ambles di sisi timur kedalaman 1,5 meter, sepanjang 10 meter, dan lebar 9 meter.

Tim BPBD telah menguruk pedel. Namun, karena jembatan mengalami ambles susulan, rencananya hari ini akan diuruk lagi. “Sebelumnya ambles kurang dari satu meter, lalu hari ini (kemarin, Red) ambles lagi hingga satu setengah meter,” tuturnya.

Disinggung perbaikan jembatan, Yudi mengatakan, bahwa bukan wewenang BPBD, tapi dinas pekerjaan umum bina marga dan penataan ruang. Tim BPBD hanya asesmen dan tindakan awal berupa pengurukan pedel.

Sementara itu, amblesnya jembatan tersebut pada Jumat (12/3) lalu ketika hujan deras yang mengakibatkan sungai meluap. Akhirnya tembok pena han tanah dan sisi timur pondasi jembatan tergerus arus sungai. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

Sempat Vakum Dua Tahun


/