alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Mobil LCGC Tak Lagi Murah

BOJONEGORO – Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) harganya bisa tak murah lagi. Hal ini menyusul pemerintah berencana menaikkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sekitar 3 persen. Kenaikan PPnBM ini dinilai bisa menaikkan harga mobil.

Sebelumnya, mobil LCGC dikenakan pajak 0 persen. Formulasi pajak baru tersebut diharapkan menstimulasi lebih banyak lagi produk otomotif rendah emisi. Meski begitu, sejumlah diler di Bojonegoro merasa tak khawatir adanya kenaikan pajak tersebut. Diler optimistis kenaikan tak berpengaruh terhadap daya beli. 

Sales Junior Executive Diler Toyota Kharis Maksun mengatakan, rencana kenaikan harga mobil LCGC tidak berpengaruh signifikan. Pun per 11 Maret lalu, dia mengatakan harga mobil LCGC Toyota seperti Agya dan Cayla mengalami kenaikan sekitar Rp 900 ribu.

Baca Juga :  Praperadilan Syamsul Dinyatakan Gugur

Menurut dia, kenaikan harga kalau dibeli dengan sistem angsuran tidak terlalu terasa kenaikannya. Kecuali kalau beli tunai, baru cukup terasa. “Semisal angsuran lima tahun, per bulannya hanya naik Rp 15 ribu. Jadi kecil naiknya,” jelasnya kemarin (14/3).

Maksun mengatakan, apabila daya beli masyarakat dari tahun ke tahun selalu bagus. Karena kebutuhan untuk membeli mobil memang sudah menjadi suatu keharusan. Tiap keluarga minimal punya satu mobil keluarga.

Apabila dilihat penjualannya per bulan rata-rata mobil LCGC bisa laku 9-10 unit. Jadi, dia optimistis penjualan tidak terlalu terganggu dengan adanya rencana kenaikan pajak 3 persen. Saat ini, harga mobil LCGC Toyota kisaran Rp 142 juta hingga Rp 145 juta.

Baca Juga :  PJJ Digelar, Madrasah Belum Terima Subsidi Paket Data

“Menurut saya tidak masalah, harga LCGC memang bersaing. Kami pun sebagai diler tentu wajib mengikuti regulasi pemerintah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sales Head Diler Suzuki Hari Harnowo. Dia mengatakan, rencana kenaikan pajak 3 persen berimbas pada kenaikan harga mobil LCGC tidak terlalu memengaruhi penjualan. Apabila dikatakan mobil murah jadi mahal, menurutnya kurang cocok.

Karena kenaikan harganya sangat tipis. Dia menilai masyarakat masih bisa menjangkau membeli mobil LCGC. “Meski naik pun masih tergolong murah. Apalagi kalau diangsur, saat ini saja harga mobil LCGC Suzuki kisaran Rp 120 juta hingga Rp 140 juta,” jelasnya.

BOJONEGORO – Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) harganya bisa tak murah lagi. Hal ini menyusul pemerintah berencana menaikkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sekitar 3 persen. Kenaikan PPnBM ini dinilai bisa menaikkan harga mobil.

Sebelumnya, mobil LCGC dikenakan pajak 0 persen. Formulasi pajak baru tersebut diharapkan menstimulasi lebih banyak lagi produk otomotif rendah emisi. Meski begitu, sejumlah diler di Bojonegoro merasa tak khawatir adanya kenaikan pajak tersebut. Diler optimistis kenaikan tak berpengaruh terhadap daya beli. 

Sales Junior Executive Diler Toyota Kharis Maksun mengatakan, rencana kenaikan harga mobil LCGC tidak berpengaruh signifikan. Pun per 11 Maret lalu, dia mengatakan harga mobil LCGC Toyota seperti Agya dan Cayla mengalami kenaikan sekitar Rp 900 ribu.

Baca Juga :  Bermasalah, Pemkab Copot Direktur Hotel GDK

Menurut dia, kenaikan harga kalau dibeli dengan sistem angsuran tidak terlalu terasa kenaikannya. Kecuali kalau beli tunai, baru cukup terasa. “Semisal angsuran lima tahun, per bulannya hanya naik Rp 15 ribu. Jadi kecil naiknya,” jelasnya kemarin (14/3).

Maksun mengatakan, apabila daya beli masyarakat dari tahun ke tahun selalu bagus. Karena kebutuhan untuk membeli mobil memang sudah menjadi suatu keharusan. Tiap keluarga minimal punya satu mobil keluarga.

Apabila dilihat penjualannya per bulan rata-rata mobil LCGC bisa laku 9-10 unit. Jadi, dia optimistis penjualan tidak terlalu terganggu dengan adanya rencana kenaikan pajak 3 persen. Saat ini, harga mobil LCGC Toyota kisaran Rp 142 juta hingga Rp 145 juta.

Baca Juga :  Asisten I Jatim Ditunjuk Pj Bupati

“Menurut saya tidak masalah, harga LCGC memang bersaing. Kami pun sebagai diler tentu wajib mengikuti regulasi pemerintah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sales Head Diler Suzuki Hari Harnowo. Dia mengatakan, rencana kenaikan pajak 3 persen berimbas pada kenaikan harga mobil LCGC tidak terlalu memengaruhi penjualan. Apabila dikatakan mobil murah jadi mahal, menurutnya kurang cocok.

Karena kenaikan harganya sangat tipis. Dia menilai masyarakat masih bisa menjangkau membeli mobil LCGC. “Meski naik pun masih tergolong murah. Apalagi kalau diangsur, saat ini saja harga mobil LCGC Suzuki kisaran Rp 120 juta hingga Rp 140 juta,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/