alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Cangkul Tanam Jagung, Eh Temukan 13 Mortir Sisa Perang

SENORI – Mortir yang diduga sisa zaman penjajahan ditemukan di Gunung Gong, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori. Bermula saat Sugit, petani desa setempat yang mencangkul untuk menanam jagung Selasa (12/3) petang. Saat itu, cangkulnya membentur benda padat. Setelah digali ditemukan mortir. Begitu menggali lebih dalam, ditemukan total sebanyak 13 mortir.

Belasan senjata artileri yang ditemukan itu akhirnya dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke polsek dan koramil setempat. Dugaan sementara, mortir yang masih aktif tersebut milik tentara Indonesia saat melawan penjajah Belanda dan Jepang. Mengingat di dekat lokasi ada rumah peninggalan petinggi Belanda saat menjajah Indonesia.

Baca Juga :  Tujuh Sekolah Numpang UNBK

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi langsung mensterilkan lokasi dengan memasang garis polisi. Setelah dijaga semalam, mortir tersebut diamankan ke Polda Jatim. Tim juga kembali menggali di sekitar lokasi, namun tidak  ditemukan mortir atau bahan berbahaya lainnya.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono melalui Kapolsek Senori AKP Musa Bakhtiar mengatakan, usai dievakuasi aparat, kemarin (14/3) seluruh mortir tersebut diamankan tim penjinak bom Gegana Polda Jatim. Lahan yang terdapat mortir tersebut merupakan peninggalan orang tua Sugit yang purnawirawan TNI. ‘’Bahan peledak ini masih diperiksa tim Jibom Gegana,’’ tuturnya.

Musa menambahkan, ayah penemu mortir yang juga pemilik tanah tersebut dulunya merupakan tentara pejuang kemerdekaan. Sehingga, sangat dimungkinkan mortir tersebut disimpan untuk melawan penjajah.

Baca Juga :  599 Anak Ngebet Nikah Dini, Angka Dispensasi Kawin Meledak

SENORI – Mortir yang diduga sisa zaman penjajahan ditemukan di Gunung Gong, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori. Bermula saat Sugit, petani desa setempat yang mencangkul untuk menanam jagung Selasa (12/3) petang. Saat itu, cangkulnya membentur benda padat. Setelah digali ditemukan mortir. Begitu menggali lebih dalam, ditemukan total sebanyak 13 mortir.

Belasan senjata artileri yang ditemukan itu akhirnya dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke polsek dan koramil setempat. Dugaan sementara, mortir yang masih aktif tersebut milik tentara Indonesia saat melawan penjajah Belanda dan Jepang. Mengingat di dekat lokasi ada rumah peninggalan petinggi Belanda saat menjajah Indonesia.

Baca Juga :  Lagi, Perangkat Desa Jadi Tersangka

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi langsung mensterilkan lokasi dengan memasang garis polisi. Setelah dijaga semalam, mortir tersebut diamankan ke Polda Jatim. Tim juga kembali menggali di sekitar lokasi, namun tidak  ditemukan mortir atau bahan berbahaya lainnya.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono melalui Kapolsek Senori AKP Musa Bakhtiar mengatakan, usai dievakuasi aparat, kemarin (14/3) seluruh mortir tersebut diamankan tim penjinak bom Gegana Polda Jatim. Lahan yang terdapat mortir tersebut merupakan peninggalan orang tua Sugit yang purnawirawan TNI. ‘’Bahan peledak ini masih diperiksa tim Jibom Gegana,’’ tuturnya.

Musa menambahkan, ayah penemu mortir yang juga pemilik tanah tersebut dulunya merupakan tentara pejuang kemerdekaan. Sehingga, sangat dimungkinkan mortir tersebut disimpan untuk melawan penjajah.

Baca Juga :  Pasien Probable Covid-19 Meninggal di Fasilitas Isolasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/