alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kades Juga Melaporkan

KOTA – Setelah dilaporkan pendamping desa, akun facebook bernama Nur Rozuqin kembali dilaporkan ke Mapolres Lamongan. Kali ini laporan dilakukan kalangan kepala desa (kades), yang diwakili Kepala Desa Gedangan Kecamatan Maduran, Ali Gufron rabu (14/3). Sama dengan laporan pendamping desa, laporan kades tersebut juga terkait dugaan pencemaran nama baik.

Sebab pemilik akun tersebut telah melakukan unggahan status yang dikirimkan ke grup Facebook Gerekan Desa Merdeka. Dalam status tersebut tertulis, ternyata tidak hanya Kades yang banyak jadi Pemborong,Pendamping desa pun ada yang jadi pemborong Bajingan Juga ‘’.

‘’ Saya seorang kades, tentunya dengan kata – kata terakhirnya tersebut menyakitkan seorang kades dan pendamping desa semuanya,’’ ucap Ali Gufron, saat menyampaikan pengaduannya di Mapolres Lamongan rabu (14/3).

Baca Juga :  Semrawut, Pasar Babat Butuh Tempat Penyeberangan

Menurut dia, karena dalam statusnya tersebut tidak ada kejelasan identitas kades yang dimaksud, sehingga bisa dipahami status tersebut telah menyinggung seluruh kades di seluruh Indonesia, tidak hanya di Lamongan. ‘’Saya berharap pihak kepolisan melakukan proses secara hukum terhadap pengaduan kami ini,’’ tandasnya.

Dia menambahkan, unggahan status di facebook tersebut sangat menyakitkan, apalagi bagi kades masih menjabat. Setelah mendengar kata – kata tersebut, dia mengatakan, seluruh kades di Kecamatan Maduran kebanyakan marah dan tidak terima. ‘’Kali ini hanya saya mewakili 17 kades di wilayah Maduran (yang melakukan pengaduan,Red).

Namun besok pasti beberapa teman kades yang lain melakukan pengaduan yang sama,’’ ujarnya Menurut dia, cuitan yang dilakukan pemilik akun tersebut banyak mengandung provokasi dan ujaran kebencian. Semua disalahkan. Seakan – akan dirinya saja yang benar.

Baca Juga :  Admin Grup Bisa Ikut Bertanggungjawab

‘’ Saya pribadi akan mengawal sampai proses hokum tuntas. Saya tidak mau damai, karena kata – katanya sudah keterlaluan dan banyak mengandung provokasi,’’ tegasnya. Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Yadwivana Jumbo Qantason membenarkan adanya dua pengaduan ke Polres Lamongan terkait pencemaran nama baik dengan terlapor akun facebook tersebut.

‘’Tak ada masalah, pasti nanti dilakukan tindak lanjut,’’ ucapnya saat dikonfirmasi Dia menambahkan, akan diarahkan dulu ke status dumas. Selanjutnya kedua pihak akan dipertemukan. Kalau tidak bisa berdamai, baru akan dinaikkan menjadi laporan polisi (LP). ‘’Dalam proses tersebut, cepat atau lambat akan dilakukan pemeriksaan saksi. Juga mendatangkan ahli bahasa untuk menentukan adanya tindak pidana atau tidak.

KOTA – Setelah dilaporkan pendamping desa, akun facebook bernama Nur Rozuqin kembali dilaporkan ke Mapolres Lamongan. Kali ini laporan dilakukan kalangan kepala desa (kades), yang diwakili Kepala Desa Gedangan Kecamatan Maduran, Ali Gufron rabu (14/3). Sama dengan laporan pendamping desa, laporan kades tersebut juga terkait dugaan pencemaran nama baik.

Sebab pemilik akun tersebut telah melakukan unggahan status yang dikirimkan ke grup Facebook Gerekan Desa Merdeka. Dalam status tersebut tertulis, ternyata tidak hanya Kades yang banyak jadi Pemborong,Pendamping desa pun ada yang jadi pemborong Bajingan Juga ‘’.

‘’ Saya seorang kades, tentunya dengan kata – kata terakhirnya tersebut menyakitkan seorang kades dan pendamping desa semuanya,’’ ucap Ali Gufron, saat menyampaikan pengaduannya di Mapolres Lamongan rabu (14/3).

Baca Juga :  Kuasai Semua Gaya, Bisa Hilangkan Kejenuhan kata Gadis ini

Menurut dia, karena dalam statusnya tersebut tidak ada kejelasan identitas kades yang dimaksud, sehingga bisa dipahami status tersebut telah menyinggung seluruh kades di seluruh Indonesia, tidak hanya di Lamongan. ‘’Saya berharap pihak kepolisan melakukan proses secara hukum terhadap pengaduan kami ini,’’ tandasnya.

Dia menambahkan, unggahan status di facebook tersebut sangat menyakitkan, apalagi bagi kades masih menjabat. Setelah mendengar kata – kata tersebut, dia mengatakan, seluruh kades di Kecamatan Maduran kebanyakan marah dan tidak terima. ‘’Kali ini hanya saya mewakili 17 kades di wilayah Maduran (yang melakukan pengaduan,Red).

Namun besok pasti beberapa teman kades yang lain melakukan pengaduan yang sama,’’ ujarnya Menurut dia, cuitan yang dilakukan pemilik akun tersebut banyak mengandung provokasi dan ujaran kebencian. Semua disalahkan. Seakan – akan dirinya saja yang benar.

Baca Juga :  Hujat Bupati, Pemilik Akun FB Dipolisikan

‘’ Saya pribadi akan mengawal sampai proses hokum tuntas. Saya tidak mau damai, karena kata – katanya sudah keterlaluan dan banyak mengandung provokasi,’’ tegasnya. Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Yadwivana Jumbo Qantason membenarkan adanya dua pengaduan ke Polres Lamongan terkait pencemaran nama baik dengan terlapor akun facebook tersebut.

‘’Tak ada masalah, pasti nanti dilakukan tindak lanjut,’’ ucapnya saat dikonfirmasi Dia menambahkan, akan diarahkan dulu ke status dumas. Selanjutnya kedua pihak akan dipertemukan. Kalau tidak bisa berdamai, baru akan dinaikkan menjadi laporan polisi (LP). ‘’Dalam proses tersebut, cepat atau lambat akan dilakukan pemeriksaan saksi. Juga mendatangkan ahli bahasa untuk menentukan adanya tindak pidana atau tidak.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/