alexametrics
27 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tebing di Bawah Jembatan Kapas Longsor, BBWS Tangani Usai Musim Hujan

Radar Bojonegoro – Penguatan Jembatan Kapas harus segera dilakukan. Mengingat tebing Kali Pacal di bawah jembatan mengalami longsor sekitar 50 meter dengan lebar 4 meter. Longsor sejak awal Februari lalu. Longsor tersebut berdampak pondasi jembatan dan beberapa rumah warga. Juga terpantau pipa milik PDAM ikut runtuh.

Kondisi kali juga dipenuhi dengan sampah yang mengakibatkan arus air tidak lancar. Pejabat Pengambil Komitmen, Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (PPK OP SDA) IV Antonius Suryono menerangkan, bahwa pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi longsor. Bersama tim Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Bojonegoro dan dinas pekerjaan umum sumber daya air (PU SDA) setempat.

“Kami sudah melakukan asesmen ke lokasi. Juga menjawab terkait penanganan longsor. Kami jadwalkan perbaikan kerusakan tebing setelah musim hujan selesai,” tutur Anton kemarin (14/2).

Baca Juga :  Jalan Pangsud Dicor, Lalin Dialihkan

Menurutnya, apabila memaksakan perbaikan sekarang justru berisiko rusak lagi akibat diguyur hujan. Dugaan penyebab longsor akibat tingginya curah hujan sekaligus adanya penumpukan sampah di aliran sungai. Sehingga ketika debit air naik tidak bisa mengalir lancar dan mengikis tebing.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Yudi Hendro Kartono mengungkapkan, perbaikan tebing Kali Pacal yang longsor merupakan wewenang BBWS. Sehingga, pihak BPBD hanya sebatas melakukan asesmen. “Kami (BPBD) tidak bisa turun melakukan perbaikan, hanya asesmen. Karena itu wilayahnya BBWS. Apabila kami ikut memperbaiki malah bisa jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” jelas Yudi.

Radar Bojonegoro – Penguatan Jembatan Kapas harus segera dilakukan. Mengingat tebing Kali Pacal di bawah jembatan mengalami longsor sekitar 50 meter dengan lebar 4 meter. Longsor sejak awal Februari lalu. Longsor tersebut berdampak pondasi jembatan dan beberapa rumah warga. Juga terpantau pipa milik PDAM ikut runtuh.

Kondisi kali juga dipenuhi dengan sampah yang mengakibatkan arus air tidak lancar. Pejabat Pengambil Komitmen, Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (PPK OP SDA) IV Antonius Suryono menerangkan, bahwa pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi longsor. Bersama tim Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Bojonegoro dan dinas pekerjaan umum sumber daya air (PU SDA) setempat.

“Kami sudah melakukan asesmen ke lokasi. Juga menjawab terkait penanganan longsor. Kami jadwalkan perbaikan kerusakan tebing setelah musim hujan selesai,” tutur Anton kemarin (14/2).

Baca Juga :  Pemilu Aman, Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Menolak Ajakan People Pow

Menurutnya, apabila memaksakan perbaikan sekarang justru berisiko rusak lagi akibat diguyur hujan. Dugaan penyebab longsor akibat tingginya curah hujan sekaligus adanya penumpukan sampah di aliran sungai. Sehingga ketika debit air naik tidak bisa mengalir lancar dan mengikis tebing.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Yudi Hendro Kartono mengungkapkan, perbaikan tebing Kali Pacal yang longsor merupakan wewenang BBWS. Sehingga, pihak BPBD hanya sebatas melakukan asesmen. “Kami (BPBD) tidak bisa turun melakukan perbaikan, hanya asesmen. Karena itu wilayahnya BBWS. Apabila kami ikut memperbaiki malah bisa jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” jelas Yudi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/