alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Lelang Megaproyek Bojonegoro Diikuti Ratusan Kontraktor

Radar Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro mulai melelang sejumlah megaproyek konstruksi. Pelebaran jalan nasional dan pembangunan Pasar Banjarejo II. Anggaran dua megaproyek itu masing masing Rp 76, 5 miliar dan Rp 73 ,5 miliar. Ratusan rekanan sudah mendaftar sebagai peserta lelang dua proyek itu. DPRD meminta pemkab benarbenar mengawasi proses lelang itu. Dikhawatirkan akan terjadi persaingan tidak sehat dengan penurunan harga yang terlalu banyak.

Ketua Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Cabang Bojonegoro Alfan Afandi mengatakan, bahwa potensi penurunan harga di bawah standar itu berpotensi terjadi. Mengingat banyaknya peserta antusias dengan lelang-lelang konstruksi.

Namun, bagian pengadaan barang dan jasa pemkab harus melakukan seleksi ketat. Rekanan yang menawar dengan harga sangat rendah harus diklarifikasi. Sehingga, bisa diketahui penyebab ada tawaran harga yang rendah. ‘’Bahkan, harus dilakukan klarifikasi langsung ke kantornya. Melihat langsung peralatannya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dua Perlintasan KA Harus Dibenahi

Menurut dia, ada beberapa kemungkinan rekanan melakukan penawaran sangat rendah. Di antaranya persaingan yang ketat. Juga karena coba-coba. Itu biasanya dilakukan oleh rekanan pemula. Sehingga, saat memang lelang berpotensi proyek tidak terselesaikan. ‘’Harga sebenarnya memang harus kompetitif. Namun, tidak selalu yang murah itu menang,’’ jelasnya.

Data di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro kemarin (14/2) menyebutkan lelang pelebaran jalan nasional sudah diikuti 101 rekanan. Sedangkan, pembangunan Pasar Banjarejo II diikuti 89 peserta. Semua peserta itu belum ada yang melakukan penawaran. Namun, banyaknya peserta lelang itu bisa membuat persaingan semakin ketat.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, lelang proyek fisik saat ini berlangsung harus benar-benar diawasi. Jangan sampai peserta lelang dengan harga yang turun terlalu banyak menjadi pemenang. Sebab, itu bisa memengaruhi kualitas proyek. ‘’Yang nilainya turun tidak wajar harus dievaluasi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Menanti Gebrakan Kinerja Guru PPPK

Menurut dia, harga yang murah sebenarnya baik. Bisa menghemat anggaran lebih banyak. Namun, ada batasan-batasan tertentu terkait pagu proyek fisik. Harga penawaran yang turun terlalu banyak akan berimbas ke kualitas. ‘’Jangan sampai kualitas dikorbankan,’’ jelas politikus Demokrat itu.

Tahun lalu, lanjut Sukur, ada sejumlah paket proyek fisik yang penurunannya terlalu dalam. Yakni, mencapai 25 persen dari pagu anggaran. Kondisi itu dinilai tidak sehat. Munculnya penawaran yang rendah itu terjadi karena persaingan begitu ketat. Sehingga, para peserta lelang berlomba-lomba memberikan harga terendah supaya menang.

Radar Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro mulai melelang sejumlah megaproyek konstruksi. Pelebaran jalan nasional dan pembangunan Pasar Banjarejo II. Anggaran dua megaproyek itu masing masing Rp 76, 5 miliar dan Rp 73 ,5 miliar. Ratusan rekanan sudah mendaftar sebagai peserta lelang dua proyek itu. DPRD meminta pemkab benarbenar mengawasi proses lelang itu. Dikhawatirkan akan terjadi persaingan tidak sehat dengan penurunan harga yang terlalu banyak.

Ketua Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Cabang Bojonegoro Alfan Afandi mengatakan, bahwa potensi penurunan harga di bawah standar itu berpotensi terjadi. Mengingat banyaknya peserta antusias dengan lelang-lelang konstruksi.

Namun, bagian pengadaan barang dan jasa pemkab harus melakukan seleksi ketat. Rekanan yang menawar dengan harga sangat rendah harus diklarifikasi. Sehingga, bisa diketahui penyebab ada tawaran harga yang rendah. ‘’Bahkan, harus dilakukan klarifikasi langsung ke kantornya. Melihat langsung peralatannya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jasa Tirta Tunggu Hasil Laboratorium¬†

Menurut dia, ada beberapa kemungkinan rekanan melakukan penawaran sangat rendah. Di antaranya persaingan yang ketat. Juga karena coba-coba. Itu biasanya dilakukan oleh rekanan pemula. Sehingga, saat memang lelang berpotensi proyek tidak terselesaikan. ‘’Harga sebenarnya memang harus kompetitif. Namun, tidak selalu yang murah itu menang,’’ jelasnya.

Data di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro kemarin (14/2) menyebutkan lelang pelebaran jalan nasional sudah diikuti 101 rekanan. Sedangkan, pembangunan Pasar Banjarejo II diikuti 89 peserta. Semua peserta itu belum ada yang melakukan penawaran. Namun, banyaknya peserta lelang itu bisa membuat persaingan semakin ketat.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, lelang proyek fisik saat ini berlangsung harus benar-benar diawasi. Jangan sampai peserta lelang dengan harga yang turun terlalu banyak menjadi pemenang. Sebab, itu bisa memengaruhi kualitas proyek. ‘’Yang nilainya turun tidak wajar harus dievaluasi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Hentikan Perahu Penyeberangan

Menurut dia, harga yang murah sebenarnya baik. Bisa menghemat anggaran lebih banyak. Namun, ada batasan-batasan tertentu terkait pagu proyek fisik. Harga penawaran yang turun terlalu banyak akan berimbas ke kualitas. ‘’Jangan sampai kualitas dikorbankan,’’ jelas politikus Demokrat itu.

Tahun lalu, lanjut Sukur, ada sejumlah paket proyek fisik yang penurunannya terlalu dalam. Yakni, mencapai 25 persen dari pagu anggaran. Kondisi itu dinilai tidak sehat. Munculnya penawaran yang rendah itu terjadi karena persaingan begitu ketat. Sehingga, para peserta lelang berlomba-lomba memberikan harga terendah supaya menang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/