alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Bu Anna dan Wabup Blora Blusukan di Bendungan Karangnongko

Radar Bojonegoro – Rencana dibangunnya Bendungan Karangnongko di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro sambung ke Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Bojonegoro disambut dua pemimpin masing-masing daerah.

Kemarin (14/2) Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama Wakil Bupati Blora Arief Rohman melihat titik lokasi yang akan dibangun bendungan. Keduanya berharap bendungan ini bisa segera dibangun. Proyek itu telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional yang tercantum dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2019, yang akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Arief Rohman mengatakan, dalam acara itu dirinya mendapatkan undangan dari Bupati Bojonegoro Anna Muawanah untuk melihat titik pembangunan Bendungan Karangnongko. ‘’Tadi belum sempat untuk melihat titik yang ada di Blora, mungkin nanti setelah pelantikan akan langsung mengecek yang ada di sisi Blora,’’ ujarnya.

Menurut Arief, dari hasil pertemuan itu, kedepan akan dilakukan rapat koordinasi antara Bojonegoro, Blora, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur kemudian dari pemerintah pusat. ‘’Karena memang proyek ini yang membiayai adalah dari pusat,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Lebih dari Seribu Pekerja Terkena PHK

Sementara itu, atas rencana pembangunan bersama Bojonegoro ini, calon Bupati Blora terpilih itu mengaku sudah lama punya mimpi membangun waduk dengan membendung Sungai Bengawan Solo agar wilayah Blora selatan dan Bojonegoro bisa lebih mudah mendapatkan air.

‘’Setelah mimpi Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora jadi kenyataan dan diresmikan bulan lalu. Kini kita bersama Bu Anna, senior saya sekaligus Ibu Pem bangunan kita ingin mewujudkan mimpi yang kedua yakni Bendung Karangnongko, kerjasama Bojonegoro, Blora dan juga nanti dengan Ngawi,’’ jelasnya.

Pertemuan itu menjadi awal sinergi antarkawasan, karena nanti yang akan mendapat manfaatnya juga tiga kabupaten. Selain untuk pengairan, nanti juga untuk tempat wisata. Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanan mengatakan, pihaknya bersama Arief Rohman meninjau langsung persiapan lokasi pembangunan Bendungan Karangnongko di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo.

Baca Juga :  PAN Tergusur, Golkar Klaim Aman

Bendungan ini nanti akan bisa mengendalikan terhadap harmonisasi air hingga sekitar 60 juta m3. ‘’Untuk itu nantinya di wilayah Bojonegoro akan ada lahan yang harus dibebaskan, termasuk yang di Blora,’’ katanya.

Proyek itu akan menjadi sinergitas pemerintah pusat dan daerah. Karena setiap musim hujan, hulu jika airnya sangat deras sehingga di hilir kena banjir. Begitu juga saat musim kemarau, kita yang di hilir kehabisan air duluan padahal Bojonegoro dan Blora ini penyumbang migas 30 persen. ‘’Sehingga dengan adanya bendungan atau waduk ini nantinya bisa harmonisasi akses ekonomi di sektor pertanian sehingga masyarakat tidak kekurangan air,’’ pungkasnya.

Radar Bojonegoro – Rencana dibangunnya Bendungan Karangnongko di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro sambung ke Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Bojonegoro disambut dua pemimpin masing-masing daerah.

Kemarin (14/2) Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama Wakil Bupati Blora Arief Rohman melihat titik lokasi yang akan dibangun bendungan. Keduanya berharap bendungan ini bisa segera dibangun. Proyek itu telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional yang tercantum dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2019, yang akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Arief Rohman mengatakan, dalam acara itu dirinya mendapatkan undangan dari Bupati Bojonegoro Anna Muawanah untuk melihat titik pembangunan Bendungan Karangnongko. ‘’Tadi belum sempat untuk melihat titik yang ada di Blora, mungkin nanti setelah pelantikan akan langsung mengecek yang ada di sisi Blora,’’ ujarnya.

Menurut Arief, dari hasil pertemuan itu, kedepan akan dilakukan rapat koordinasi antara Bojonegoro, Blora, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur kemudian dari pemerintah pusat. ‘’Karena memang proyek ini yang membiayai adalah dari pusat,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Antre Pembagian Zakat

Sementara itu, atas rencana pembangunan bersama Bojonegoro ini, calon Bupati Blora terpilih itu mengaku sudah lama punya mimpi membangun waduk dengan membendung Sungai Bengawan Solo agar wilayah Blora selatan dan Bojonegoro bisa lebih mudah mendapatkan air.

‘’Setelah mimpi Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora jadi kenyataan dan diresmikan bulan lalu. Kini kita bersama Bu Anna, senior saya sekaligus Ibu Pem bangunan kita ingin mewujudkan mimpi yang kedua yakni Bendung Karangnongko, kerjasama Bojonegoro, Blora dan juga nanti dengan Ngawi,’’ jelasnya.

Pertemuan itu menjadi awal sinergi antarkawasan, karena nanti yang akan mendapat manfaatnya juga tiga kabupaten. Selain untuk pengairan, nanti juga untuk tempat wisata. Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanan mengatakan, pihaknya bersama Arief Rohman meninjau langsung persiapan lokasi pembangunan Bendungan Karangnongko di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo.

Baca Juga :  Pengadaan Alat Sensor Kereta Senilai 1,1 Miliar Tidak Berfungsi

Bendungan ini nanti akan bisa mengendalikan terhadap harmonisasi air hingga sekitar 60 juta m3. ‘’Untuk itu nantinya di wilayah Bojonegoro akan ada lahan yang harus dibebaskan, termasuk yang di Blora,’’ katanya.

Proyek itu akan menjadi sinergitas pemerintah pusat dan daerah. Karena setiap musim hujan, hulu jika airnya sangat deras sehingga di hilir kena banjir. Begitu juga saat musim kemarau, kita yang di hilir kehabisan air duluan padahal Bojonegoro dan Blora ini penyumbang migas 30 persen. ‘’Sehingga dengan adanya bendungan atau waduk ini nantinya bisa harmonisasi akses ekonomi di sektor pertanian sehingga masyarakat tidak kekurangan air,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/