alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Rawat Anak Gangguang Jiwa, Manula Bunuh Diri

- Advertisement -

Talip, 93, asal Desa Pengumbulanadi Kecamatan Tikung kemarin (14/2) pagi ditemukan tewas tergantung di rumahnya. Diduga, manula tersebut depresi akibat merawat anak yang mengalami gangguan jiwa dan cucu sakit – sakitan. ‘’Korban ditemukan salah seorang tetangganya di waktu pagi hari dengan posisi leher terikat tali ke atas mengait ke kayu,’’ kata Kapolsek Tikung, AKP Sugeng, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.

Ujud, 80, tetangga korban, tidak melihat korban. Padahal, setiap hari korban selalu menampakkan diri. Saksi kemudian berusaha mengecek ke rumah korban. Setelah dipanggil tiga kali tidak ada balasan, saksi masuk ke rumah. Dia melihat tali terikat di leher korban, tak jauh dari kamar mandi.

Baca Juga :  ¬† Baju Karakter Kartun Kurang Diminati

‘’Kemungkinan besar korban mengalami depresi, merawat dua orang, satu sakit serta anak sendiri mengalami ganguan jiwa,’’ ujar Kapolsek.Polisi tidak menemukan tanda – tanda penganiayaan pada tubuh korban. Indikasi bunuh diri menguat karena tak jauh dari lokasi kejadian terdapat kursi untuk alat panjat.

‘’Saya perkirakan korban bunuh diri dan ditemukan satu atau dua jam kemudian,’’ katanya. 

Talip, 93, asal Desa Pengumbulanadi Kecamatan Tikung kemarin (14/2) pagi ditemukan tewas tergantung di rumahnya. Diduga, manula tersebut depresi akibat merawat anak yang mengalami gangguan jiwa dan cucu sakit – sakitan. ‘’Korban ditemukan salah seorang tetangganya di waktu pagi hari dengan posisi leher terikat tali ke atas mengait ke kayu,’’ kata Kapolsek Tikung, AKP Sugeng, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.

Ujud, 80, tetangga korban, tidak melihat korban. Padahal, setiap hari korban selalu menampakkan diri. Saksi kemudian berusaha mengecek ke rumah korban. Setelah dipanggil tiga kali tidak ada balasan, saksi masuk ke rumah. Dia melihat tali terikat di leher korban, tak jauh dari kamar mandi.

Baca Juga :  Evaluasi Total Tunggu Putaran Pertama

‘’Kemungkinan besar korban mengalami depresi, merawat dua orang, satu sakit serta anak sendiri mengalami ganguan jiwa,’’ ujar Kapolsek.Polisi tidak menemukan tanda – tanda penganiayaan pada tubuh korban. Indikasi bunuh diri menguat karena tak jauh dari lokasi kejadian terdapat kursi untuk alat panjat.

‘’Saya perkirakan korban bunuh diri dan ditemukan satu atau dua jam kemudian,’’ katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

Revolusi Data, Maha Karya Bu Yoto 

Petakan Kebutuhan Cold Storage

Saksi Dipanggil Ulang

Artikel Terbaru


/