alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pendataan GTT Molor

BOJONEGORO – Pengumpulan sekaligus verifikasi data para guru tidak tetap (GTT) Bojonegoro molor. Ditargetkan tuntas (12/2) lalu, namun hingga rabu (14/2) masih ada data GTT yang salah atau kurang lengkap. GTT yang didata tersebut mulai tingkat SD-SMP sebanyak 3.027 orang. Pendataan itu diajukan untuk mendapatkan SK penugasan dari Bupati.Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Aunur Rofiq mengungkapkan, data GTT masih belum disetorkan ke bupati. Sebab masih ada kesalahan dan kurang lengkap.

Para GTT tersebut terdiri dari GTT SD sebanyak 2.682 orang, dan GTT SMP sebanyak 345 orang. “Datanya sebenarnya sudah terkumpul, namun masih ada temuan data yang tidak lengkap atau salah. Bahkan ada temuan data, ada GTT yang sudah tidak aktif mengajar,” ungkapnya rabu (14/2). 

Baca Juga :  Dikeluhkan Lagi, PDAM Butuh Genset Khusus

Menurut dia, guna mempercepat proses pengiriman berkas kepada bupati, pihaknya akan memanggil kepala sekolah agar segera memverifikasi data GTT-nya, karena kepala sekolah yang berwenang memberikan tanda tangan. Ada beberapa data yang hanya menuliskan nama saja. Padahal seharusnya ditulis lengkap, lama bekerja, jumlah jam mengajar, dan guru mata pelajaran. “Ada sekitar sepuluh kepala sekolah yang kami panggil untuk merevisi, melengkapi, sekaligus memverifikasi data GTT,” ujarnya.

Rofiq menjelaskan, para GTT tersebut merupakan guru linier dan tidak linier. Sebab harapannya tidak ada GTT, khususnya yang mengajar di sekolah negeri, memperoleh gaji yang berasal dari dana BOS. GTT swasta tidak termasuk hitungan, karena tidak ada aturannya dalam Permendikbud nomor 1 tahun 2018 tentang petunjuk teknis dana operasional sekolah. “Adapun syarat memperoleh gaji bulanan dari dana BOS, apabila sudah menerima SK penugasan dari bupati dan berijazah S1 atau D4,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ikasmada Susun Pengurus Baru

BOJONEGORO – Pengumpulan sekaligus verifikasi data para guru tidak tetap (GTT) Bojonegoro molor. Ditargetkan tuntas (12/2) lalu, namun hingga rabu (14/2) masih ada data GTT yang salah atau kurang lengkap. GTT yang didata tersebut mulai tingkat SD-SMP sebanyak 3.027 orang. Pendataan itu diajukan untuk mendapatkan SK penugasan dari Bupati.Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Aunur Rofiq mengungkapkan, data GTT masih belum disetorkan ke bupati. Sebab masih ada kesalahan dan kurang lengkap.

Para GTT tersebut terdiri dari GTT SD sebanyak 2.682 orang, dan GTT SMP sebanyak 345 orang. “Datanya sebenarnya sudah terkumpul, namun masih ada temuan data yang tidak lengkap atau salah. Bahkan ada temuan data, ada GTT yang sudah tidak aktif mengajar,” ungkapnya rabu (14/2). 

Baca Juga :  Puncak Pembelian Tembakau Berakhir

Menurut dia, guna mempercepat proses pengiriman berkas kepada bupati, pihaknya akan memanggil kepala sekolah agar segera memverifikasi data GTT-nya, karena kepala sekolah yang berwenang memberikan tanda tangan. Ada beberapa data yang hanya menuliskan nama saja. Padahal seharusnya ditulis lengkap, lama bekerja, jumlah jam mengajar, dan guru mata pelajaran. “Ada sekitar sepuluh kepala sekolah yang kami panggil untuk merevisi, melengkapi, sekaligus memverifikasi data GTT,” ujarnya.

Rofiq menjelaskan, para GTT tersebut merupakan guru linier dan tidak linier. Sebab harapannya tidak ada GTT, khususnya yang mengajar di sekolah negeri, memperoleh gaji yang berasal dari dana BOS. GTT swasta tidak termasuk hitungan, karena tidak ada aturannya dalam Permendikbud nomor 1 tahun 2018 tentang petunjuk teknis dana operasional sekolah. “Adapun syarat memperoleh gaji bulanan dari dana BOS, apabila sudah menerima SK penugasan dari bupati dan berijazah S1 atau D4,” pungkasnya.

Baca Juga :  Hadirkan Musik Klasik Kolaborasi Jazz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/