alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Jatah Reses DPRD Tetap Rp 3,7 M

- Advertisement -

LAMONGAN – Gedung DPRD Lamongan selama sepekan ke depan bakal sepi. Sebab, semua penghuni gedung parlemen itu mulai kemarin (14/2) menjalankan kegiatan reses atau jaring aspirasi kepada masyarakat.Para wakil rakyat itu mendapatkan jatah anggaran sama seperti tahun sebelumnya, Rp 3,7 miliar.

Dana tersebut dicairkan tiga kali. Sekali pencairannya, sekitar Rp 1,1 miliar. Jika dibagi anggota DPRD, maka setiap per anggota dewan mendapatkan jatah sekitar Rp 25 juta dalam sekali reses.

  ‘’Saat ini masih tahap pertama, berlangsung mulai tanggal 14 – 21 Februari mendatang,’’ kata Sekretaris DPRD Lamongan, Aris Wibawa, kemarin (14/2).

Dia menuturkan, kegiatan reses tersebut untuk menyerap aspirasi masyarakat Lamongan sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing anggota DPRD.

Baca Juga :  Kemenag Susun Penerapan KBM Tatap Muka

Hasil dari menyapa konstituennya, itu kemudian dijadikan acuan mereka untuk membuat kebijakan di tingkat kabupaten.

- Advertisement -

Menurut Aris, ada perbedaan mekanisme dibandingkan tahun lalu. Khususnya, penerimaan anggaran untuk kegiatan menyapa konstituen tersebut.

Jika sebelumnya masing-masing anggota mendapatkan uang tunai, maka saat ini semua keuangan ditransfer dari kas daerah ke penyedia fasilitas dan makan minum. 

Hal itu sesuai intruksi Bupati Lamongan Nomor 02 Tahun 2017 tentang pelaksanaan transaksi nontunai.‘’Ini kali pertama untuk reses tahun ini, untuk setahun nanti tiga kali,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Mahfud Sodiq, salah satu anggota DPRD Lamongan membenarkan bahwa saat ini pihaknya sedang menjalankan kegiatan reses. Dia menilai reses ini cukup penting untuk menggali aspirasi warga tentang proses pembangunan daerah.

Baca Juga :  Siapkan Generasi Cerdas dan SDM Berkompeten

‘’Untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di tingkat bawah,’’ katanya saat dikonfirmasi terpisah.

LAMONGAN – Gedung DPRD Lamongan selama sepekan ke depan bakal sepi. Sebab, semua penghuni gedung parlemen itu mulai kemarin (14/2) menjalankan kegiatan reses atau jaring aspirasi kepada masyarakat.Para wakil rakyat itu mendapatkan jatah anggaran sama seperti tahun sebelumnya, Rp 3,7 miliar.

Dana tersebut dicairkan tiga kali. Sekali pencairannya, sekitar Rp 1,1 miliar. Jika dibagi anggota DPRD, maka setiap per anggota dewan mendapatkan jatah sekitar Rp 25 juta dalam sekali reses.

  ‘’Saat ini masih tahap pertama, berlangsung mulai tanggal 14 – 21 Februari mendatang,’’ kata Sekretaris DPRD Lamongan, Aris Wibawa, kemarin (14/2).

Dia menuturkan, kegiatan reses tersebut untuk menyerap aspirasi masyarakat Lamongan sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing anggota DPRD.

Baca Juga :  Sepuluh Parpol di Lamongan Cairkan Dana Banpol

Hasil dari menyapa konstituennya, itu kemudian dijadikan acuan mereka untuk membuat kebijakan di tingkat kabupaten.

- Advertisement -

Menurut Aris, ada perbedaan mekanisme dibandingkan tahun lalu. Khususnya, penerimaan anggaran untuk kegiatan menyapa konstituen tersebut.

Jika sebelumnya masing-masing anggota mendapatkan uang tunai, maka saat ini semua keuangan ditransfer dari kas daerah ke penyedia fasilitas dan makan minum. 

Hal itu sesuai intruksi Bupati Lamongan Nomor 02 Tahun 2017 tentang pelaksanaan transaksi nontunai.‘’Ini kali pertama untuk reses tahun ini, untuk setahun nanti tiga kali,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Mahfud Sodiq, salah satu anggota DPRD Lamongan membenarkan bahwa saat ini pihaknya sedang menjalankan kegiatan reses. Dia menilai reses ini cukup penting untuk menggali aspirasi warga tentang proses pembangunan daerah.

Baca Juga :  Siapkan Generasi Cerdas dan SDM Berkompeten

‘’Untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di tingkat bawah,’’ katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/