alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

 Hanya Aktif di Sembilan Kecamatan

KOTA – Badan usaha milik desa (BUMDes) kurang optimal. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan mencatat, dari 462 desa di 27 kecamatan, baru BUMDes di sembilan kecamatan yang aktif dan memiliki pengelolaan baik. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan, Khusnul Yaqin, menjelaskan, seluruh desa di Lamongan sudah memiliki BUMDes.

Namun, tidak semua BUMDes tersebut berfungsi secara optimal. Selama ini, lanjut dia, pemerintah sudah memfasilitasi dengan menggabungkan pengelolaan dana pasca Program Nasional Pemberdayaan masyarakat (PNPM). Pengelolaan aset dana segar Rp 84 miliar dan aset idle Rp 19 miliar, diharapkan mampu menghidupkan kembali BUMDes yang masih mati. “Agar seluruh BUMDes bisa aktif dan produktif,” harapnya. 

Baca Juga :  Hanya Setahun, Melesat dari Desa Berkembang Jadi Desa Mandiri

Menurut Khusnul, menghidupkan BUMDes merupakan salah satu langkah untuk memperbaiki perekonomian desa. Sebab, desa merupakan motor paling aktif dalam menggerakkan roda ekonomi. Jika perekonomian desa bisa lebih baik, maka kemiskinan dan kesenjangan bisa teratasi. 

KOTA – Badan usaha milik desa (BUMDes) kurang optimal. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan mencatat, dari 462 desa di 27 kecamatan, baru BUMDes di sembilan kecamatan yang aktif dan memiliki pengelolaan baik. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan, Khusnul Yaqin, menjelaskan, seluruh desa di Lamongan sudah memiliki BUMDes.

Namun, tidak semua BUMDes tersebut berfungsi secara optimal. Selama ini, lanjut dia, pemerintah sudah memfasilitasi dengan menggabungkan pengelolaan dana pasca Program Nasional Pemberdayaan masyarakat (PNPM). Pengelolaan aset dana segar Rp 84 miliar dan aset idle Rp 19 miliar, diharapkan mampu menghidupkan kembali BUMDes yang masih mati. “Agar seluruh BUMDes bisa aktif dan produktif,” harapnya. 

Baca Juga :  11 Desa di Blora Belum Terbentuk Bumdes

Menurut Khusnul, menghidupkan BUMDes merupakan salah satu langkah untuk memperbaiki perekonomian desa. Sebab, desa merupakan motor paling aktif dalam menggerakkan roda ekonomi. Jika perekonomian desa bisa lebih baik, maka kemiskinan dan kesenjangan bisa teratasi. 

Artikel Terkait

Most Read

Tutup Kawasan Alun-Alun

Tanpa Penjaringan, PKB Buka Peluang Koalisi

Bersiap Rombak APBDes

Artikel Terbaru


/