alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Penerima BPNT Berkurang 32 Ribu

Radar Bojonegoro – Jumlah penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) berkurang cukup drastis. Sebanyak 32.093 orang. Penyusutan itu karena ada banyak penerima datanya bermasalah. Mulai nomor induk kependudukan (NIK) bermasalah hingga sudah tidak masuk kategori penerima.

Diperlukan evaluasi dan langka taktis hingga jumlah penerima menyusut drastis. ‘’Pengurangan itu langsung dari pemerintah pusat,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro M. Arwan.

Jumlah penerima BPNT pusat tahun lalu, sebanyak 135.249 orang. Jumlah penerima tersebut diusulkan sejak tahun lalu. Namun, awal bulan ini pemerintah pusat menurunkan jumlah penerima menjadi 103.156 orang. Turun sebanyak 32.093 penerima.

‘’Penyebab turunnya jumlah itu karena NIK bermasalah. Pusat tidak ingin penerima memiliki data yang tidak valid,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pemekaran Empat Desa Bojonegoro Mulai Diproses

Selain itu, menurut Arwan, pengurangan juga karena penerima sudah tidak memenuhi kualifikasi. Yakni, mereka sudah meningkat jadi keluarga sejahtera. Sehingga, tidak lagi masuk kategori keluarga miskin penerima BPNT.

Arwan menjelaskan, penerima BPNT memang kerap berubah. Jumlahnya menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Misalnya data ganda, tidak memenuhi kualifikasi, dan penerima bantuan sosial lagi. Dinsos akan mendata ulang penerima itu. Awal tahun ini, penerima BPNT pusat sudah menerima pencairan.

Pada 5 Januari lalu BPNT sudah diterimakan. Besarannya mencapai Rp 200 ribu per orang. Sementara itu, Pemkab Bojonegoro juga menggulirkan BPNT daerah. BPNT daerah ini dibiayai APBD Bojonegoro. Diberikan kepada keluarga miskin yang tidak terkaver BPNT pusat. Namun, hingga kini BPNT daerah masih belum dicairkan. Pemkab masih proses efisiensi anggaran akibat defisit APBD. ‘’Masih menunggu efisiensi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Penumpang Ramai, Petugas Siaga 24 Jam

Jumlah penerima BPNT daerah mencapai 7.033 orang. Arwan belum bisa memastikan jumlah itu berkurang atau tidak. Namun, diperkirakan jumlah penerima BPNT tetap itu. Meskipun pihaknya tidak bisa memastikan. ‘’Diperkirakan tidak berkurang,’’ ujar mantan Camat Kedungadem itu. Arwan menjelaskan, BPNT daerah besarannya mencapai Rp 150 ribu. Naik Rp 40 ribu dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 110 ribu.

Radar Bojonegoro – Jumlah penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) berkurang cukup drastis. Sebanyak 32.093 orang. Penyusutan itu karena ada banyak penerima datanya bermasalah. Mulai nomor induk kependudukan (NIK) bermasalah hingga sudah tidak masuk kategori penerima.

Diperlukan evaluasi dan langka taktis hingga jumlah penerima menyusut drastis. ‘’Pengurangan itu langsung dari pemerintah pusat,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro M. Arwan.

Jumlah penerima BPNT pusat tahun lalu, sebanyak 135.249 orang. Jumlah penerima tersebut diusulkan sejak tahun lalu. Namun, awal bulan ini pemerintah pusat menurunkan jumlah penerima menjadi 103.156 orang. Turun sebanyak 32.093 penerima.

‘’Penyebab turunnya jumlah itu karena NIK bermasalah. Pusat tidak ingin penerima memiliki data yang tidak valid,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tak Kapok Divonis 7 Bulan, Suharjo Kembali Produksi Minuman Keras

Selain itu, menurut Arwan, pengurangan juga karena penerima sudah tidak memenuhi kualifikasi. Yakni, mereka sudah meningkat jadi keluarga sejahtera. Sehingga, tidak lagi masuk kategori keluarga miskin penerima BPNT.

Arwan menjelaskan, penerima BPNT memang kerap berubah. Jumlahnya menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Misalnya data ganda, tidak memenuhi kualifikasi, dan penerima bantuan sosial lagi. Dinsos akan mendata ulang penerima itu. Awal tahun ini, penerima BPNT pusat sudah menerima pencairan.

Pada 5 Januari lalu BPNT sudah diterimakan. Besarannya mencapai Rp 200 ribu per orang. Sementara itu, Pemkab Bojonegoro juga menggulirkan BPNT daerah. BPNT daerah ini dibiayai APBD Bojonegoro. Diberikan kepada keluarga miskin yang tidak terkaver BPNT pusat. Namun, hingga kini BPNT daerah masih belum dicairkan. Pemkab masih proses efisiensi anggaran akibat defisit APBD. ‘’Masih menunggu efisiensi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Sarankan Hotel GDK Segera Diaktifkan

Jumlah penerima BPNT daerah mencapai 7.033 orang. Arwan belum bisa memastikan jumlah itu berkurang atau tidak. Namun, diperkirakan jumlah penerima BPNT tetap itu. Meskipun pihaknya tidak bisa memastikan. ‘’Diperkirakan tidak berkurang,’’ ujar mantan Camat Kedungadem itu. Arwan menjelaskan, BPNT daerah besarannya mencapai Rp 150 ribu. Naik Rp 40 ribu dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 110 ribu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/