alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Pemkab Masih Kaji Kandidat Direktur Baru Hotel GDK

Radar Bojonegoro – Kursi Direktur Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro hingga kemarin (14/1) masih kosong, sejak dicopotnya direktur sebelumnya Puri Wijaya, Rabu (13/1) lalu.

Komisi B DPRD Bojonegoro mendesak pemkab setempat segera menunjuk Plt direktur atau direktur sementara, agar persoalan GDK segera teratasi. Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, belum mendapat laporan resmi terkait perkembangan GDK.

Namun, melihat informasi di media, persoalan salah satu perusahaan pelat merah itu cukup rumit dan kompleks. Bahkan, sesuai catatannya sejak 2018 tidak pernah setor pendapatan asli daerah (PAD). “Manajemen berantakan, terdapat tunggakan ke pihak luar,” katanya kapada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sally mengungkapkan, sesuai hasil rapat terbatas di internal komisi membidangi ekonomi dan keuangan itu memberikan tiga catatan terkait persoalan GDK. Pertama, menyayangkan pencopotan direktur di tengah kondisi manajemen hotel tidak sehat. “Terlepas itu merupakan hak,” tegasnya.

Baca Juga :  Serukan Bungkus Daging Pakai Daun Jati

Menurut Sally, catatan kedua segera ditunjuk Plt direktur atau direktur sementara yang kompeten. Tentu agar bisa melanjutkan rencana bisnis sebelumnya. “Jangan dibiarkan kosong, mumpung masih awal tahun,” tandasnya.

Catatan terakhir, lanjut Sally, peluang kerja sama dengan PT Pertamina Aset IV Sukowati harus ditindaklanjuti. “Teman-teman DPRD sudah menjembatani. Sebagai salah satu kontribusi pihak pertamina dengan daerah,” imbuhnya.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Masirin dikonfirmasi terpisah memastikan posisi Direktur GDK masih kosong, hingga kemarin masih kosong. Masih terdapat pembahasan lebih lanjut terkait calon direktur baru. “Jawaban dari OPD terkait, seperti itu (masih dibahas),” katanya terpisah. (irv)

Radar Bojonegoro – Kursi Direktur Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro hingga kemarin (14/1) masih kosong, sejak dicopotnya direktur sebelumnya Puri Wijaya, Rabu (13/1) lalu.

Komisi B DPRD Bojonegoro mendesak pemkab setempat segera menunjuk Plt direktur atau direktur sementara, agar persoalan GDK segera teratasi. Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, belum mendapat laporan resmi terkait perkembangan GDK.

Namun, melihat informasi di media, persoalan salah satu perusahaan pelat merah itu cukup rumit dan kompleks. Bahkan, sesuai catatannya sejak 2018 tidak pernah setor pendapatan asli daerah (PAD). “Manajemen berantakan, terdapat tunggakan ke pihak luar,” katanya kapada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sally mengungkapkan, sesuai hasil rapat terbatas di internal komisi membidangi ekonomi dan keuangan itu memberikan tiga catatan terkait persoalan GDK. Pertama, menyayangkan pencopotan direktur di tengah kondisi manajemen hotel tidak sehat. “Terlepas itu merupakan hak,” tegasnya.

Baca Juga :  Pergi Haji, Yademi Siap Gunakan Kursi Roda 

Menurut Sally, catatan kedua segera ditunjuk Plt direktur atau direktur sementara yang kompeten. Tentu agar bisa melanjutkan rencana bisnis sebelumnya. “Jangan dibiarkan kosong, mumpung masih awal tahun,” tandasnya.

Catatan terakhir, lanjut Sally, peluang kerja sama dengan PT Pertamina Aset IV Sukowati harus ditindaklanjuti. “Teman-teman DPRD sudah menjembatani. Sebagai salah satu kontribusi pihak pertamina dengan daerah,” imbuhnya.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Masirin dikonfirmasi terpisah memastikan posisi Direktur GDK masih kosong, hingga kemarin masih kosong. Masih terdapat pembahasan lebih lanjut terkait calon direktur baru. “Jawaban dari OPD terkait, seperti itu (masih dibahas),” katanya terpisah. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/