alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Tinggi, Minat Warga Jadi TKI 

BOJONEGORO – Minat warga Bojonegoro menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri cukup besar. Selama 2017 jumlah warga Kota Ledre itu yang menjadi TKI mencapai 627 orang.‘’Rata-rata tujuannya adalah negara Asia Pasifik, seperti Taiwan dan Hongkong,’’ kata Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro, Joko Santoso minggu (14/1).

Menurut dia, jumlah yang tercatat secara resmi di dinperinaker. Ditengarai ada juga yang menjadi TKI secara ilegal. ‘’Kalau itu (TKI illegal), kami tidak bisa mendeteksinya,’’ jelas dia.

Joko menjelaskan, tingginya minat warga Bojonegoro menjadi TKI didorong karena kondisi ekonomi. Biasanya karena penghasilannya kecil. Kemudian mereka memutuskan untuk merantau ke negara lain dengan harapan mendapat gaji yang lebih besar. ‘’Rata-rata karena ingin upah yang besar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berinovasi, Rebut Rp 67,5 Juta

Jumlah TKI tersebut, lanjut dia, merata di semua kecamatan. Mulai Kedungadem, Sugihwaras, Kepohbaru, dan Margomulyo. Dan rata-rata dari kalangan masyarakat desa. ‘’Hampir setiap desa ada yang jadi TKI,’’ tuturnya.

Dia berharap, warga Bojonegoro yang ingin menjadi TKI harus melalui jalur resmi. Sehingga selama di luar negeri lebih mudah. ‘’Jika terkena permasalahan di sana (Negara tujuan), bisa langsung ditangani KBRI (kedutaan besar Republik Indonesia),’’ terangnya.

Terpisah Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Agus Supriyanto mengatakan, sebagian masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan mapan di daerah lebih memilih ke luar negeri. Sebab, penghasilan di luar negeri jauh lebih besar dibanding di daerah. ‘’Ini yang melatarbelakangi banyaknya TKI,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Keponakan Aniaya Calon Suami Bibi, Ini Alasannya

Menurut dia, banyaknya TKI justru menguntungkan. Sebab mereka menghasilkan devisa untuk negara. Namun dia berharap semua TKI berangkat melalui jalur resmi. Sehingga mereka mudah dipantau selama di negeri orang.

Dia menyayangkan adanya kabar TKI yang meninggal di luar negeri dan harus dikuburkan disana karena tidak ada biaya. Hal itu bisa dihindari jika TKI berangkat melalui jalur resmi. ‘’Kalau resmi dan meninggal di sana, akan mudah dipulangkan (jenasahnya). Kalau tidak resmi ya tidak bisa dipulangkan,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan, pihaknya masih belum menerima kabar resmi dari imigrasi terkait meninggalnya warga Desa Mori Trucuk di Malaysia. Hal itu karena TKI tersebut tidak tercatat di imigrasi.

BOJONEGORO – Minat warga Bojonegoro menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri cukup besar. Selama 2017 jumlah warga Kota Ledre itu yang menjadi TKI mencapai 627 orang.‘’Rata-rata tujuannya adalah negara Asia Pasifik, seperti Taiwan dan Hongkong,’’ kata Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro, Joko Santoso minggu (14/1).

Menurut dia, jumlah yang tercatat secara resmi di dinperinaker. Ditengarai ada juga yang menjadi TKI secara ilegal. ‘’Kalau itu (TKI illegal), kami tidak bisa mendeteksinya,’’ jelas dia.

Joko menjelaskan, tingginya minat warga Bojonegoro menjadi TKI didorong karena kondisi ekonomi. Biasanya karena penghasilannya kecil. Kemudian mereka memutuskan untuk merantau ke negara lain dengan harapan mendapat gaji yang lebih besar. ‘’Rata-rata karena ingin upah yang besar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  765 Santri Ramaikan Qotmil Alquran

Jumlah TKI tersebut, lanjut dia, merata di semua kecamatan. Mulai Kedungadem, Sugihwaras, Kepohbaru, dan Margomulyo. Dan rata-rata dari kalangan masyarakat desa. ‘’Hampir setiap desa ada yang jadi TKI,’’ tuturnya.

Dia berharap, warga Bojonegoro yang ingin menjadi TKI harus melalui jalur resmi. Sehingga selama di luar negeri lebih mudah. ‘’Jika terkena permasalahan di sana (Negara tujuan), bisa langsung ditangani KBRI (kedutaan besar Republik Indonesia),’’ terangnya.

Terpisah Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Agus Supriyanto mengatakan, sebagian masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan mapan di daerah lebih memilih ke luar negeri. Sebab, penghasilan di luar negeri jauh lebih besar dibanding di daerah. ‘’Ini yang melatarbelakangi banyaknya TKI,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sebagian Karyawan Dirumahkan Mulai Ditarik Kembali

Menurut dia, banyaknya TKI justru menguntungkan. Sebab mereka menghasilkan devisa untuk negara. Namun dia berharap semua TKI berangkat melalui jalur resmi. Sehingga mereka mudah dipantau selama di negeri orang.

Dia menyayangkan adanya kabar TKI yang meninggal di luar negeri dan harus dikuburkan disana karena tidak ada biaya. Hal itu bisa dihindari jika TKI berangkat melalui jalur resmi. ‘’Kalau resmi dan meninggal di sana, akan mudah dipulangkan (jenasahnya). Kalau tidak resmi ya tidak bisa dipulangkan,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan, pihaknya masih belum menerima kabar resmi dari imigrasi terkait meninggalnya warga Desa Mori Trucuk di Malaysia. Hal itu karena TKI tersebut tidak tercatat di imigrasi.

Artikel Terkait

Most Read

3.735 Siswa MA Jalani Ujian Madrasah

CJH Tuban Berangkat 31 Juli

Artikel Terbaru


/