alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Jasa Tirta Tunggu Hasil Laboratorium 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Perum Jasa Tirta melakukan uji laboratorium pada air di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo. Sebab, seperti diberitakan, DAS Bengawan Solo di Lamongan tercemar limbah tekstil dari Jawa Tengah yang berakibat air PDAM berwarna kehitaman. 

‘’Untuk air baku yang di Lamongan sementara ini dilabkan. Menunggu masa inkubasi dari lab (laboratorium) sekitar lima hari lagi,’’ tutur Kepala Sub Divisi PJT III Anang Purwanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (13/12).

Dia mengatakan, pengecekan air dilakukan di laboratorium milik PJT sendiri. Empat hari lagi hasil uji lab tersebut bisa diketahui. 

Apakah air PDAM dari DAS Bengawan Solo saat ini masih aman dikonsumsi masyarakat? ‘’Kalau dikonsumsi saya sendiri tidak bisa memberikan statemen, karena parameternya belum jelas,’’ jawan Anang saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Kali ini Pasar, Sebulan Terakhir 16 Kali Kebakaran

Namun, lanjut dia, secara visual warna, bau, dan derajat konsentrasinya, sudah kembali normal. Anang mengatakan, kejelasannya nanti setelah hasil uji laboratorium keluar. 

‘’Cuman dari pihak PDAM pada saat nanti merilis olahan air siap digunakan masyarakat, mereka lebih tahu outputnya ketimbang dari kami,’’ ujarnya. 

Direktur Perumda Air Minum Lamongan, Ali Mahfudi menyatakan, air baku DAS Bengawan Solo di Babat sudah cukup bagus. Pihaknya meminta Babat Barage dibuka agar limbah dari barat cepat mengalir ke hilir.   

‘’Jadi informasi dari operator pipa Babat itu, mulai Rabu air bakunya sudah berubah,’’ klaimnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Informasi yang diterimanya, air kehitam-hitaman sudah tiba di pintu air kuro mulai Selasa malam (10/12). Sehingga, dampak limbah dari barat sudah bisa tereduksi karena sampai di hilir. Dia memastikan tak memberikan kompensasi kepada pelanggan PDAM. Pertimbangannya, dampak air berwarna kehitam-hitaman hanya selama dua hari.  

Baca Juga :  Kebutuhan Air Baku PDAM Masih Aman

‘’Tidak ada, cuma dua hari saja. Kalau tidak menggunakan, kan tidak ada tagihannya,’’ ujar Ali. (ind/yan) 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Perum Jasa Tirta melakukan uji laboratorium pada air di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo. Sebab, seperti diberitakan, DAS Bengawan Solo di Lamongan tercemar limbah tekstil dari Jawa Tengah yang berakibat air PDAM berwarna kehitaman. 

‘’Untuk air baku yang di Lamongan sementara ini dilabkan. Menunggu masa inkubasi dari lab (laboratorium) sekitar lima hari lagi,’’ tutur Kepala Sub Divisi PJT III Anang Purwanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (13/12).

Dia mengatakan, pengecekan air dilakukan di laboratorium milik PJT sendiri. Empat hari lagi hasil uji lab tersebut bisa diketahui. 

Apakah air PDAM dari DAS Bengawan Solo saat ini masih aman dikonsumsi masyarakat? ‘’Kalau dikonsumsi saya sendiri tidak bisa memberikan statemen, karena parameternya belum jelas,’’ jawan Anang saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Namun, lanjut dia, secara visual warna, bau, dan derajat konsentrasinya, sudah kembali normal. Anang mengatakan, kejelasannya nanti setelah hasil uji laboratorium keluar. 

‘’Cuman dari pihak PDAM pada saat nanti merilis olahan air siap digunakan masyarakat, mereka lebih tahu outputnya ketimbang dari kami,’’ ujarnya. 

Direktur Perumda Air Minum Lamongan, Ali Mahfudi menyatakan, air baku DAS Bengawan Solo di Babat sudah cukup bagus. Pihaknya meminta Babat Barage dibuka agar limbah dari barat cepat mengalir ke hilir.   

‘’Jadi informasi dari operator pipa Babat itu, mulai Rabu air bakunya sudah berubah,’’ klaimnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Informasi yang diterimanya, air kehitam-hitaman sudah tiba di pintu air kuro mulai Selasa malam (10/12). Sehingga, dampak limbah dari barat sudah bisa tereduksi karena sampai di hilir. Dia memastikan tak memberikan kompensasi kepada pelanggan PDAM. Pertimbangannya, dampak air berwarna kehitam-hitaman hanya selama dua hari.  

Baca Juga :  Kali ini Pasar, Sebulan Terakhir 16 Kali Kebakaran

‘’Tidak ada, cuma dua hari saja. Kalau tidak menggunakan, kan tidak ada tagihannya,’’ ujar Ali. (ind/yan) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/