alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Temuan Nama Siluman dari 8 desa di 8 Kecamatan

KOTA – Calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) bermasalah tidak hanya ditemukan di Desa Pumpungan, Kecamatan Kalitidu. Namun, juga 11 nama lainnya yang tersebar di 7 desa di 7 kecamatan. Sehingga totalnmya ada 12 nama.

Sehingga Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Bojonegoro meminta Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) setempat menyelesaikan terlebih dulu persoalan calon kepanjangan tangan KPUK di desa tersebut. ‘’Kami sudah koordinasi dengan KPUK. Sebelum persoalan beres jangan dilanjutkan dulu,’’ ujar Ketua Panwaskab Bojonegoro M.Yasin senin (13/11).

Dia mengatakan, temuan indikasi bermasalah itu ada nama yang berbeda dari pengumuman yang disampaikan KPUK. Misalnya dalam pengumuman enam besar dan tiga besar, atau nama yang berhak dilantik menjadi anggota PPS berbeda. Kasus seperti yang terjadi di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro.

‘’Di pengumuman enam besar tertulis Agus Sugiharto, namun di tiga besar berubah menjadi Agung Sugiharto. Inikan rawan, apakah dua nama itu satu orang atau berbeda harus jelas,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Tertimbun Longsoran Pasir dalam Sungai, Penambang Bengawan Tewas

Sedangkan di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, ada nama calon yang muncul di tiga besar, justru tidak ada di enam besar. Artinya, peserta tersebut tidak ikut tes wawancara, sehingga sangat janggal kalau dinyatakan lulus menjadi anggota PPS. Peserta itu atasnama Ahmad Heplin dengan nomor pendaftaran 2576.

Selain kedua nama tersebut, juga ada nama calon anggota PPS bermasalah di 5 desa. Misalnya, Desa Mojodeso Kecamatan Kapas, Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru, Desa Malo Kecamatan Malo, Desa Kedung Kecamatan Padangan, dan Desa Kedungdowo Kecamatan Sugihwaras. ‘’Begitu kami menemukan kejanggalan seperti itu, kami perintahkan Panwascam untuk bergerak dan melaporkan jika ada temuan,’’ terangnya.

Terpisah, Ketua KPUK Bojonegoro Abdim Munip membenarkan ada persoalan itu. Dia mengaku setelah persoalan itu muncul, pihaknya langsung menggelar pleno. ‘’Kami koordinasi dulu dengan Panwaskab,’’ katanya.

Baca Juga :  Terjerat kasus Sabu Sabu, Kades Gunungsari Dituntut 8 Bulan Penjara

KPUK, kata dia, prinsipnya terbuka menerima masukan. Pihaknya akan croscek dengan data yang ada. Jika benar, ada kesalahan ditindaklanjuti. ‘’Tentu akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,’’ tambahnya.

Hanya, Munip belum memastikan, apakah akan dilakukan tes ulang atau pengumuman ulang untuk desa-desa yang bermasalah itu atau tidak. ‘’Kami koordinasikan dulu,’’ elaknya.

Sekadar diketahui, PPS setiap desa atau kelurahan diisi oleh tiga orang. Hanya, untuk menuju tiga besar, harus bertahap dengan meloloskan enam orang terbaik dari seluruh pendaftar di desa itu. Enam orang yang lolos itu kemudian mengikuti tes wawancara untuk menentukan tiga orang yang dinyatakan lolos mengisi PPS.

KOTA – Calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) bermasalah tidak hanya ditemukan di Desa Pumpungan, Kecamatan Kalitidu. Namun, juga 11 nama lainnya yang tersebar di 7 desa di 7 kecamatan. Sehingga totalnmya ada 12 nama.

Sehingga Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Bojonegoro meminta Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) setempat menyelesaikan terlebih dulu persoalan calon kepanjangan tangan KPUK di desa tersebut. ‘’Kami sudah koordinasi dengan KPUK. Sebelum persoalan beres jangan dilanjutkan dulu,’’ ujar Ketua Panwaskab Bojonegoro M.Yasin senin (13/11).

Dia mengatakan, temuan indikasi bermasalah itu ada nama yang berbeda dari pengumuman yang disampaikan KPUK. Misalnya dalam pengumuman enam besar dan tiga besar, atau nama yang berhak dilantik menjadi anggota PPS berbeda. Kasus seperti yang terjadi di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro.

‘’Di pengumuman enam besar tertulis Agus Sugiharto, namun di tiga besar berubah menjadi Agung Sugiharto. Inikan rawan, apakah dua nama itu satu orang atau berbeda harus jelas,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Muncul Nama Siluman, Beralasan Salah Input Data

Sedangkan di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, ada nama calon yang muncul di tiga besar, justru tidak ada di enam besar. Artinya, peserta tersebut tidak ikut tes wawancara, sehingga sangat janggal kalau dinyatakan lulus menjadi anggota PPS. Peserta itu atasnama Ahmad Heplin dengan nomor pendaftaran 2576.

Selain kedua nama tersebut, juga ada nama calon anggota PPS bermasalah di 5 desa. Misalnya, Desa Mojodeso Kecamatan Kapas, Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru, Desa Malo Kecamatan Malo, Desa Kedung Kecamatan Padangan, dan Desa Kedungdowo Kecamatan Sugihwaras. ‘’Begitu kami menemukan kejanggalan seperti itu, kami perintahkan Panwascam untuk bergerak dan melaporkan jika ada temuan,’’ terangnya.

Terpisah, Ketua KPUK Bojonegoro Abdim Munip membenarkan ada persoalan itu. Dia mengaku setelah persoalan itu muncul, pihaknya langsung menggelar pleno. ‘’Kami koordinasi dulu dengan Panwaskab,’’ katanya.

Baca Juga :  Terjerat kasus Sabu Sabu, Kades Gunungsari Dituntut 8 Bulan Penjara

KPUK, kata dia, prinsipnya terbuka menerima masukan. Pihaknya akan croscek dengan data yang ada. Jika benar, ada kesalahan ditindaklanjuti. ‘’Tentu akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,’’ tambahnya.

Hanya, Munip belum memastikan, apakah akan dilakukan tes ulang atau pengumuman ulang untuk desa-desa yang bermasalah itu atau tidak. ‘’Kami koordinasikan dulu,’’ elaknya.

Sekadar diketahui, PPS setiap desa atau kelurahan diisi oleh tiga orang. Hanya, untuk menuju tiga besar, harus bertahap dengan meloloskan enam orang terbaik dari seluruh pendaftar di desa itu. Enam orang yang lolos itu kemudian mengikuti tes wawancara untuk menentukan tiga orang yang dinyatakan lolos mengisi PPS.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/